Tampilkan postingan dengan label haji plus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji plus. Tampilkan semua postingan

Haji adalah Tamu Allah

Diposting oleh Unknown on Selasa, 26 Juni 2012


Apa yang terbayang dalam benak kita jika mendengar kata haji? “Orang kaya, tuan tanah, dan pengusaha!” di umpamakan seperti itu adalah ungkapan yang tidak berlaku lagi di zaman sekarang. Sekarang, begitu banyak cerita haji yang bisa dilakukan oleh orang yang tidak kaya sekali pun. Misal, dengan cara menjual sepetak dua petak tanah yang ada atau dibiayai naik haji oleh atasan atau instansi tempat bekerja.

Banyak orang yang bertitel haji, tetapi sikap dan tingkah lakunya tidak menunjukkan perubahan yang lebih baik dari keadaannya sebelum berangkat haji. ada lagi alasan lain bagi mereka yang masih enggan memenuhi undangan prestisius dari Allah swt dengan mengatakan, “Haji bukan jaminan menjadikan seseorang lebih baik”.

Terlepas dari semua penilaian manusia, termasuk kita di dalamnya, mereka yang terpilih sebagi tamu-tamu pilihan Allah swt tersebut memang layak dan sepantasnya dibanggakan. Mengapa? Karena Allah swt sendiri telah mendeklarasikan kebanggaannya terhadap mereka yang memenuhi undangan –Nya untuk berhaji di tanah suci. Sebagaimana yang tergambar dalam hadits berikut.

“Sesungguhnya seorang yang melakukan ibadah haji waktu keluar dari rumahnya, setiap langkahnya Allah Swt. menulis kebajikan dan menggugurkan dosanya kemudian apabila mereka wukuf di Arofah, Allah membangga-banggakan kepada malaikat dengan ungkapan: ‘Lihatlah kepada hamba-hamba-Ku, dia mendatangi-Ku dengan rambut kusut masai. Aku mempersaksikannya kepadamu sesungguhnya Aku mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak jumlah bintang di langit dan sebanyak butir kerikil padang pasir. Dan apabila mereka melontar jamarat, tidak seorang pun yang tahu apa imbalan baginya sampai ia dibangkitkan Allah swt di Hari Kiamat. Dan apabila mereka memotong rambutnya, maka ia memiliki cahaya pada hari kemudian,bagi setiap rambut yang gugur dari kepalanya. Apabila telah selesai thowafnya di Baitullah, keluarlah ia dari dosanya seperti halnya bayi yang baru dilahirkan ibunya (bersih dari dosa)’.” (HR. Ibnu Hibban dari Umar)

Apakah kurang cukupkah keutamaan ibadah haji bagi kita? Dengan meluruskan niat dan memenuhi tata cara ibadah haji sesuai syariat, semoga ibadah haji yang ditunaikan diterima Allah Swt. Adapun pelaksananya mendapatkan predikat prestisius dari Allah Swt dengan predikat haji mabrur. (RA)


-- travel haji plus, travel umrah

SelengkapnyaHaji adalah Tamu Allah

Bedah Fasilitas Haji Reguler

Diposting oleh Fera on Senin, 11 Juni 2012

Bingung, mau pilih-pilih paket haji? Jangan khawatir, di website Cheria Travel ini, semua permasalahan terkait ibadah haji dan umrah akan dibahas, tidak terkecuali pembahasan seputar fasilitas paket haji yang ada saat ini.

Mitra haji dan umrah, bingung saat harus memilih paket pemberangkatan haji adalah hal yang wajar, terlebih bagi yang masih awam atau belum pernah pergi ke tanah suci. Pengetahuan yang minim adalah salah satu penyebabnya. Nah, kali ini kita akan membahas atau membedah sekilas fasilitas yang ditawarkan dalam paket haji reguler. Harapannya, informasi ini bisa dijadikan bekal persiapan bagi mitra haji dan umrah sebelum menunaikan ibadah haji.

ONH /BPIH reguler

ONH merupakan singkatan dari ongkos naik haji, sedangkan BPIH singkatan dari biaya penyelenggaraan ibadah haji. ONH/BPIH reguler jelas lebih murah dibandingkan dengan haji plus. Jika BPIH untuk haji plus berkisar minimal 70 jutaan, BPIH haji reguler hanya setengahnya, berkisar 35 jutaan.

Masa tunggu pemberangkatan (waiting list)

Masa tunggu (waiting list) haji reguler di setiap daerah bisa berbeda, tergantung dari sedikit banyaknya pendaftar di daerah yang bersangkutan. Ada yang hanya membutuhkan 2 tahun, 4 tahun, bahkan ada yang lebih dari 10 tahun. Berbeda dengan masa tunggu pemberangkatan (waiting list) calon jamaah haji plus yang lebih cepat.

Lamanya ibadah di tanah suci

Pelaksanaan haji reguler sekitar 40 hari. Perinciannya, lama ibadah di Mekkah sekitar 20 hari, di Arafah - Mina 4 hari, dan di Madinah sekitar 6 hari.

Akomodasi dan konsumsi


Kebutuhan akomodasi dan konsumsi sehari-hari haji reguler selama di Mekkah harus diusahakan sendiri oleh para jamaah. Untuk makan, jamaah bisa memasak sendiri, membeli makanan di warung makan, atau memesan katering sendiri.

Adapun akomodasi dan konsumsi bagi jamaah haji reguler selama di Madinah ditanggung oleh pihak hotel. Biasanya, jamaah mendapatkan jatah makan dua kali. Satu porsi makan terdiri dari nasi dan lauk, ditambah buah dan minuman mineral. Secara keseluruhan, pemondokan atau maktab jamaah di Madinah ditempatkan di hotel yang relatif sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Dengan begitu, jamaah tidak perlu mengeluarkan ongkos naik taksi, cukup dengan berjalan kaki.

Selama 4 hari di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, konsumsi juga ditanggung pihak maktab. Dengan begitu, jamaah tidak perlu merogoh kocek sama sekali untuk konsumsi karena sudah ditanggung pihak penyelenggara.

Penginapan

Disadari atau tidak, letak penginapan merupakan hal yang sangat penting bagi jamaah haji. Hal ini disebabkan kenyamanan beribadah tergantung pada jarak dan kenyamanan di jalan saat menuju tempat ibadah, baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Selain harus menghadapi suhu panas di siang hari dan suhu dingin di malam hari yang cukup ekstrim, jamaah juga menghadapi banyaknya debu saat angin bertiup. Semakin jauh jarak pemondokan ke masjid akan memperbesar risiko terpapar suhu dan debu tersebut.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah masalah keamanan. Tak sedikit jamaah yang tersesat jauh dari pemondokannya dan menjadi sasaran kejahatan seperti pencopetan maupun penipuan. Oleh sebab itu, semakin dekat pemondokan dengan tempat tujuan ibadah akan semakin baik.

Letak pemondokan jamaah haji reguler selama di Mekkah cukup bervariasi. Rata-rata, jamaah haji reguler dari Indonesia ditempatkan pada ring I yang berjarak maksimal 2 km dan ring II yang berjarak 4 km dari Masjidil Haram. Penempatan jamaah berdasarkan pemondokannya ditentukan dengan cara qur’ah (pengundian).

Bimbingan selama di tanah suci

Selama di tanah suci, semua jamaah haji mendapatkan bimbingan dalam mempermudah dalam menjalankan semua kegiatan, terutama di Mekkah, Arafah, Mudzdalifah, dan Mina. Saat ini, bimbingan bagi jamaah haji regular telah banyak dilakukan oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji). KBIH akan menuntun dan membimbing jamaah selama di tanah air maupun di tanah suci. Namun, pemerintah juga telah membentuk TPHI, yang merupakan petugas khusus dari Departemen Agama yang mendapatkan tugas mendampingi dan mempermudah pelaksanaan ibadah haji selama di tanah suci.

Bimbingan haji ini dilakukan agar para jamaah bisa beribadah dengan khusyu’, tidak kebingungan, dan pada akhirnya bisa meraih kemabruran. Memang, kemabruran haji hanya Allah yang tahu. Adapun jamaah haji sendiri yang harus menjemput dan mempersiapkan diri agar dimudahkan dalam meraih ibadah haji mabrur. Mabrur bukan ditentukan dari fasilitas yang diperoleh dan dinikmati selama menjalankan ibadah haji di tanah suci. Banyak jamaah haji regular, meskipun dengan keterbatasan waktu dan jarak tempuh dari pemondokan, tapi mereka mampu memaksimalkan ibadahnya di tanah suci. Mampu menjalankan ibadah shalat jamaah 5 waktu dan ibadah lain. Mereka benar-benar menyatukan niat dan keihlasan semata-mata mencari ridho Allah dalam memperoleh kemabruran.

Nah, inilah sekilas pemaparan fasilitas yang diberikan pada paket haji reguler. Paket haji reguler diselenggarakan oleh pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama. (Jng/RA)
SelengkapnyaBedah Fasilitas Haji Reguler

Rute Perjalanan dalam melaksanakan ibadah haji

Diposting oleh Fera on Jumat, 16 Maret 2012



Artikel ini mencoba untuk memberikan penjelasan rute para jamaah haji dari Negara asal ( Indonesia ) hingga ke Tanah suci dan tempat tempat yang harus disinggahi dengan kegiatan yang dilakukan. Dengan sistem paket di Indonesia seperti Haji Reguler, Haji plus, Haji plus arbain akan membedakan jumlah hari untuk melaksanakan ibadah haji. Berikut jumlah hari yang akan dilaksanakan oleh para jamaah haji Indonesia, Haji Reguler untuk menunaikan Ibadah Haji sekitar 40 hari, dengan rincian: di Mekkah sekitar 20 hari, di Arafah dan Mina 4 hari dan di Madinah sekitar 6 hari. Haji plus arbain membutuhkan waktu sekitar 26 sampai 30 hari, Haji Plus yang Non Arbain membutuhkan waktu sekitar 19 hari.


Perjalanan dari Indonesia hingga ke Airport King Abdul Aziz, Jeddah memakan waktu kurang lebih 19 jam. Saat Tiba di Airport King Abdul Aziz jamaah haji harus melakukan pemeriksaan barang yang dibawa jamaah dan paspor, pemeriksaan paspor agar dapat stempel dan lembaran copy paspor jamaah. Setelah selesai jamaah haji dikumpulkan dan diperkenalkan dengan maktab lalu menuju ke pemondokan.

Jamaah haji istirahat di madinah almunawarah dan bisa untuk sholat dimasjid Nabawi, Disanapun kita bisa untuk membersihkan diri semisalnya untuk memotong kuku, bersih bersih semisal mandi atau berwudhu dan memakai wewangian, merapikan rambut. Selesai itu para jamaah mengenakan pakaian ihram dan jika telah siap menuju Bir Ali (Dzul Hulaifah) dengan jalan kaki selama 15 menit. Dalam perjalanan jamaah haji masing-masing mendapatkan kartu yang menunjukkan lokasi maktab dengan tulisan berbahasa Arab yang berisi identitas lokasi pemondokan dan kartu tersebut harus dibawa kemanapun jamaah pergi untuk memudahkan pencarian lokasi pemondokan jika tersesat atau minta petunjuk petugas. Ruangan yang ditempati di pemondokan sesuai dengan nomor regu. Kamar antara jamaah laki-laki dan perempuan meskipun suami-istri sekalipun hendaknya disepakati untuk dipisah karena jamaah dalam keadaan berihram. Di Masjid Bir Ali (Dzul Hulaifah). Jamaah haji berwudhu', sholat sunnah, niat ber-Umrah, berangkat menuju Mekah dengan bus selama 4-6 jam sambil membaca Talbiyah selama dalam perjalanan.

Talbiyah Singkat
Labbaykallâhumma labbayk, labbayka lâ syarîka laka labbayk. Innal hamda wanni’mata laka walmulka lasyarîka laka labbayk.
Di sini aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah, di sini aku datang wahai Yang Tiada sekutu bagi-Mu. Di sini aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.
Talbiyah Lengkap
Labbayka dzal ma’âriji labbayk. Labbayka dâ’iyan ilâ dâris salâmi labbayk. Labbayka ghaffâradz dzunûbi labbayk. Labbayka ahlat talbiyah labbayk. Labbayka dzal jalâli wal-ikrâmi labbayk. Labbayka tubdi’u walma’âdu ilayka labbayk. Labbayka tastaghnî wa yuftaqaru ilayka labbayk. Labbayka marhûban wa marghûban ilayka labbayk. Labbayka ilâhal haqqi labbayk. Labbayka dzan na‘mâi wal fadhil hasanil jamîli labbayk. Labbayka kasysyâfal kurabil ‘izhâmi labbayk. Labbayka ‘abduka wabnu ‘abdika labbayk. Labbayka yâ karîmu labbayk. Labbayka ataqarrabu ilayka biMuhammadin wa âli Muhammad labbayk. Labbayka bihajjatin wa’umratin labbayk. Labbayka wa hâdzihi ‘umratu mut’atin ilal hajji labbayk. Labbayka ahlat talbiyati labbayk. Labbayka talbiyatan tamâmuhâ wa balâhuhâ ‘alayk.

Jamaah haji bisa beristirahat di pondokan dan melanjutkan perjalanan menuju Masjidil Haram melalui pintu Babus Salam. Dan melaksanakan Thawaf Qudum atau Tawaf Dukhul, yaitu thawaf pembukaan atau thawaf selamat datang yang dilakukuan pada waktu jamaah baru tiba di Mekah. Selain itu juga berdoa di Multazam, sholat sunnah di Maqom Ibrahim, sholat sunnah di Hijir ismail, sa’i atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah 7 kali yang diadaptasi dari peristiwa berlari-larinya Siti Hajar saat mencari air bagi putranya Nabi Ismail yang kehausan, melaksanakan Tahallul dan tanggal 8 Dzulhijjah ber-Ihram dengan niat Haji. Selanjutnya berangkat ke padang Arafah dengan bus atau jalan kaki karena menghindari kemacetan. Jarak Mekah ke Arafah sekitar 22,4 kilometer. Pada kesempatan sebelum wukuf, beberapa calon jamaah haji biasanya mengunjungi beberapa tempat penting, Bukit Tsur, Gua Hira, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Lokasi wukuf, Lokasi Mabit dan Jamarot dalam satu hari rangkaian perjalanan.

Pada tanggal 9 Dzulhijjah jamaah haji menginap di Arafah untuk wukuf, berdiam diri sambil berdoa seharian sampai dengan Fajar Siddiq. Sesudah Maghrib atau Isya, jamaah haji berangkat menuju Muzdalifah yang berjarak 9 kilometer dari Arafah. Mabit Di Muzdalifah atau bermalam sampai lewat tengah malam. Jamaah haji harus mengumpulkan kerikil 49 atau 70 butir sebesar buku jari dan dimasukkan dalam kantong yang telah disiapkan. Dan pada tengah malamnya jamaah berangkat menuju mina sekitar 2 Km dari penginapan.

Pada Tanggal 10 Dzulhijjah tepatnya di Mina jamaah haji diseluruh dunia berkumpul dalam 1 tempat untuk melontar Jumrah Aqabah yang disebut Tahlul Awal. Bila memungkinkan jamaah pergi ke Makkah untuk Thawaf Ifadloh lalu kembali ke Mina sebelum terbenam matahari. Selanjutnya jamaah menginap di Mina. Tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah jamaah haji melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, lalu meninggalkan Mina. Ini disebut Nafar Awwal. tanggal 13 Dzulhijjah kembali melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah dan selanjutnya meninggalkan Mina menuju Makkah yang disebut Nafar Tsani. Usai melempar jumrah kembali ke Makkah. Jarak yang harus ditempuh 8 kilometer dengan bus. Di Makkah. Melaksanakan Thawaf Ifadlah, Umrah Sunnah, Miqat dari Masjid Jiranah, Tana’im I’tiqaf, Thawaf Sunnah, ziarah ke tempat bersejarah, dan melaksanakan Thawaf Wada. Menuju Jeddah dengan bus selama 2 jam.

Di Madinatul Hujaj, Jeddah Di sana barang bawaan jamaah haji diperiksa dan ditimbang. Selain itu juga mengurus PPH. Di Bandara King Abdul Aziz. Barang bawaan jamaah haji akan diperiksa, PPH juga diperiksa, dan setelah selesai bisa naik kedalam pesawat untuk menempuh perjalanan kembali menuju Tanah Air. Demikian urutan Rute jamaah haji selama melaksanakan ibadah haji. ( fwk/2012 )



SelengkapnyaRute Perjalanan dalam melaksanakan ibadah haji

Haji Reguler

Diposting oleh Fera on Kamis, 15 Maret 2012


SelengkapnyaHaji Reguler

Haji Non Qouta

Diposting oleh Fera

SelengkapnyaHaji Non Qouta

Haji Terencana

Diposting oleh Fera

SelengkapnyaHaji Terencana

Haji Plus

Diposting oleh Fera

SelengkapnyaHaji Plus

Tempat-Tempat Utama Ibadah Haji (bagian 1)

Diposting oleh Fera on Jumat, 17 Februari 2012

Tempat-tempat yang bisa disinggahi jamaah haji saat menjalankan rukun Islam kelima dibagi menjadi dua. Yaitu tempat-tempat utama, yang wajib disinggahi, sebab di sanalah rangkaian atau urutan Ibadah Haji dilaksanakan. Yang kedua adalah tempat-tempat bersejarah yang meskipun bukan termasuk tempat rukun haji, tapi bisa dikunjungi jemaah haji maupun peziarah lainnya. Dalam artikel ini, khusus disuguhkan tempat-tempat utama pelaksanaan Ibadah Haji. Antara lain:


Makkah Al Mukaromah
Di kota yang dalam lidah Indonesia sering disebut sebagai Mekah ini merupakan kota tempat berdirinya pusat ibadah umat Islam sedunia, yaitu Ka’bah yang berada di pusat Masjidil Haram. Dalam rangkaian ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jemaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.

Kota ini merupakan kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW. Menurut hukum pemerintah Arab Saudi, hanya kaum Muslim saja yang diijinkan masuk ke kota ini. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung-gunung dengan iklim gurun, sehingga rawan banjir. Namun kini pemerintah Arab Saudi sudah membenahinya. Suhu udara terpanas pada siang hari di kota ini bisa mencapai 41 derajat celcius. Sedangkan pada dini hari berkisar 24 derajat celcius.

Ka’bah sendiri merupakan monumen suci bagi umat Islam, merupakan bangunan hampir menyerupai kubus yang menjadi patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti salat. Selain itu, juga merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umroh. Beberapa pendapat mengatakan bahwa yang membangun Ka’bah adalah Malaikat, Adam dan Syits. Bangunan ini berukuran tinggi 13,10 meter, dengan sisi 11,03 meter kali 12,62 meter. Juga disebut dengan nama Baitullah. Bangunan ini pernah dipugar semasa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail hidup.

Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun dan belum diangkat menjadi Rasul, bangunan ini direnovasi akibat banjir bandang yang melanda Mekah. Pada saat menjelang Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, Ka’bah yang semula merupakan rumah ibadah agama monotheisme (Tauhid) ajaran Nabi Ibrahim berubah menjadi kuil pemujaan bangsa Arab yang di dalamnya diletakkan sekitar 360 berhala. Ka’bah akhirnya dibersihkan dari berhala ketika Nabi Muhammad SAW membebaskan kota Mekah tanpa pertumpahan darah dan dikembalikan sebagai rumah ibadah agama Tauhid (Islam).

Selanjutnya bangunan ini diurus oleh Bani Sya'ibah sebagai pemegang kunci, sedangkan pelayanan haji diatur oleh pemerintah sejak pemerintahan khalifah Abu Bakar, dilanjutkan Umar bin Khattab, lalu Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, hingga kini oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi. Pemerintah lah yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekah dan Madinah. Ka’bah pernah direnovasi beberapa kali lagi antara lain karena kebakaran akibat perang dan kerusakan akibat usia bangunan.

Arafah
Kota Arafah terletak di sebelah timur Kota Makkah dan juga dikenal sebagai pusat haji, yaitu tempat wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah tiap tahunnya. Wukuf adalah kegiatan utama dan inti dari ibadah haji. Bila dalam rangkaian kegiatan haji jemaah tidak dapat melaksanakan wukuf dengan baik, maka tidak sah ibadah hajinya. Wukuf dilaksanakan hanya pada satu hari (siang hari) dengan berdiam diri dan berdoa di padang luas di sebelah timur luar kota Mekkah, Arab Saudi ini. Wukuf adalah puncaknya haji dimana menjadi saat berkumpulnya seluruh jemaah, yang berjumlah jutaan, dari penjuru dunia dalam waktu bersamaan. Secara amaliah, wukuf Arafah mencerminkan puncak penyempurnaan haji.

Di Arafah inilah Rasulullah menyampaikan khutbahnya yang terkenal dengan nama khutbah wada’ atau khutbah perpisahan, karena tak lama setelah menyampaikan khutbah itu beliaupun wafat. Di saat itu, ayat Al-Qur’an, surat al-Maa’idah ayat 3 turun sebagai pernyataan telah sempurna dan lengkapnya ajaran Islam yang disampaikan Allah SWT melalui Muhammad SAW. Daerah ini berbentuk padang pasir luas yang dikelilingi bukit-bukit batu dan menjadi tempat berkumpulnya sekitar dua juta jemaah haji dari seluruh dunia.
Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai. Beberapa tempat utama di Arafah yang selalu dikunjungi jemaah haji adalah Jabal Rahmah, sebuah tugu peringatan yang didirikan untuk mengenang tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi dan Masjid Namira. Keadaan di Arafah merupakan replika keadaan di Padang Mahsyar, suatu tempat saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian oleh Allah SWT untuk diadili.

Keutamaan Arafah adalah sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW ,”Do’a yang paling baik adalah doa di hari Arafah”. Sebab tidak ada hari paling banyak Allah menentukan pembebasan hamba-Nya dari neraka kecuali hari Arafah. Kini padang ini sudah ditanami dengan pohon-pohon. Di bawah pohon-pohon inilah dipasang tenda saat musim haji. Untuk mengurangi panas, setiap jarak 20 meter dipasang pipa setinggi 6 meter yang memancar air halus mirip gerimis, untuk menurunkan suhu sekitarnya dan dapat mengurangi jumlah jemaah yang terkena high stroke, kondisi dimana tiba-tiba menjadi lemas karena terik matahari.
 (bersambung)

[rg@2012]


===== ONH Plus, Umrah
SelengkapnyaTempat-Tempat Utama Ibadah Haji (bagian 1)

Cara Mendapatkan Dana Talangan Haji

Diposting oleh Fera on Minggu, 27 November 2011

Travel Prima saidah bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri meluncurkan program pembiayaan dana talangan haji onh plus.

Dana Talangan ini Merupakan pinjaman  dari bank kepada nasabah haji plus /khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh nomor porsi kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH.


Calon jamaah cukup medatangi travel prima saidah cp Ibu Farida ( bagian marketing ) untuk mendapatkan dana talangan ini, Manfaat dari talangan ini adalah jamaah segera mendapatkan kepastian berangkat karena telah memperoleh nomor porsi walaupun dana untuk untuk daftar haji di Depag belum cukup.

Saat ini program dana talangan adalah produk BSM yang paling digemari




===== Haji, Umrah
SelengkapnyaCara Mendapatkan Dana Talangan Haji

Daftar Tunggu Haji Plus Hingga Tahun 2012

Diposting oleh Fera on Jumat, 21 Januari 2011

haji plus

Bukan hanya jemaah calon haji (calhaj) reguler yang harus menunggu bertahun-tahun agar bisa berangkat haji, namun nasib sama juga dialami calhaj plus/khusus. Jumlah pendaftar haji plus sudah mencapai sekitar 40.000 orang sehingga kuota haji tahun 2012 hampir habis.

“Hal itu terjadi apabila kuota haji plus sebanyak 17.000 orang. Pada tahun lalu kuota haji plus 17.000 orang lalu mendapatkan tambahan pemerintah 6.500 orang sehingga menjadi 23.500 orang,” kata Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama (Kemenag), H. Kartono, kepada para wartawan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) di Ciater Spa, Selasa (19/1) malam.

Lebih jauh Kartono mengatakan, pemerintah menetapkan pada tahun 2011 ini Biaya daftar haji  (BPIH) plus minimal 6.500 dolar AS (sekitar Rp 62 juta) sehingga pelayanannya harus berbeda dengan haji reguler. “Untuk menekan adanya penyimpangan dari penyelenggara haji plus yang nakal, maka pemerintah sedang menggodok standar pelayanan minimum (SPM) untuk haji plus,” katanya didampingi Ketua Umum HIMPUH, H. Baluki Ahmad.

Kartono juga menyoroti banyaknya penyelenggara haji dan umrah yang mencapai lebih dari 200 perusahaan sehingga terjadi persaingan ketat dan kadang tak sehat. “Padahal, 95 persen pengeluaran untuk penyelenggara haji plus di luar negeri seperti biaya pesawat, pemondokan, transportasi, dan katering sehingga membutuhkan dana besar untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan Arab Saudi,” katanya.

Link Tentang : Umrah dan Haji & Travel Haji
SelengkapnyaDaftar Tunggu Haji Plus Hingga Tahun 2012

Berebut Kuota Haji Plus 2011

Diposting oleh Fera on Minggu, 21 November 2010


Sebanyak 4000 jamaah non-kuota gagal berangkat haji tahun ini dan mereka berbondong2 memilih jalur kota 2011, karena itu diperkirakan kuota pergi haji 2011 segera habis, bila ada calon jamaah yg ingin berangkat 2011 diharapkan segera menyetor ke bank $4000 agar dapat kuota, bila terlambat akan dialihkan ke tahun 2012. daftar haji

Kuota haji plus 2011 segera habis

Link Tentang : Umrah dan Haji
SelengkapnyaBerebut Kuota Haji Plus 2011

Biaya Haji Plus ( Khusus ) Naik Lagi

Diposting oleh Fera on Sabtu, 20 November 2010

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menaikkan biaya pendaftaran haji khusus, atau haji plus menjadi 4.000 dolar AS - Pendaftaran bisa dilakukan tiap hari kerja di Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BPIH) "Kalau tahun lalu biaya pendaftaran untuk memperoleh porsi haji plus adalah 3.000 dolar AS, tetapi tahun ini dinaikkan menjadi 4.000 dolar AS,"

Seiring dengan waktu tampaknya melaksanakan haji melalui BPIH Khusus atau yang dikenal ONH Plus harus siap siap juga antri seperti yang terjadi di haji egular. Kenapa tidak kalau dulu masyarakat calon jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci melalui ONH Plus mereka agak santai tanpa harus khawatir kehabisan jatah kuota disetiap tahunnya, maka mulai tahun lalu dan berlanjut sampai sekarang ONH Plus sudah mengenal istilah Waiting List atau daftar tunggu. Bahkan saat ini jatah kuota untuk 2 musim haji mendatang tepatnya tahun 2011 sudah hampir habis dan telah mencapai prosentase 60-70 persen.

haji khusus, haji plus, bpih, biaya haji
SelengkapnyaBiaya Haji Plus ( Khusus ) Naik Lagi