Tampilkan postingan dengan label saudi arabia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saudi arabia. Tampilkan semua postingan

Tempat-Tempat Utama Ibadah Haji (bagian 1)

Diposting oleh Fera on Jumat, 17 Februari 2012

Tempat-tempat yang bisa disinggahi jamaah haji saat menjalankan rukun Islam kelima dibagi menjadi dua. Yaitu tempat-tempat utama, yang wajib disinggahi, sebab di sanalah rangkaian atau urutan Ibadah Haji dilaksanakan. Yang kedua adalah tempat-tempat bersejarah yang meskipun bukan termasuk tempat rukun haji, tapi bisa dikunjungi jemaah haji maupun peziarah lainnya. Dalam artikel ini, khusus disuguhkan tempat-tempat utama pelaksanaan Ibadah Haji. Antara lain:


Makkah Al Mukaromah
Di kota yang dalam lidah Indonesia sering disebut sebagai Mekah ini merupakan kota tempat berdirinya pusat ibadah umat Islam sedunia, yaitu Ka’bah yang berada di pusat Masjidil Haram. Dalam rangkaian ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jemaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.

Kota ini merupakan kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW. Menurut hukum pemerintah Arab Saudi, hanya kaum Muslim saja yang diijinkan masuk ke kota ini. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung-gunung dengan iklim gurun, sehingga rawan banjir. Namun kini pemerintah Arab Saudi sudah membenahinya. Suhu udara terpanas pada siang hari di kota ini bisa mencapai 41 derajat celcius. Sedangkan pada dini hari berkisar 24 derajat celcius.

Ka’bah sendiri merupakan monumen suci bagi umat Islam, merupakan bangunan hampir menyerupai kubus yang menjadi patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti salat. Selain itu, juga merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umroh. Beberapa pendapat mengatakan bahwa yang membangun Ka’bah adalah Malaikat, Adam dan Syits. Bangunan ini berukuran tinggi 13,10 meter, dengan sisi 11,03 meter kali 12,62 meter. Juga disebut dengan nama Baitullah. Bangunan ini pernah dipugar semasa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail hidup.

Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun dan belum diangkat menjadi Rasul, bangunan ini direnovasi akibat banjir bandang yang melanda Mekah. Pada saat menjelang Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, Ka’bah yang semula merupakan rumah ibadah agama monotheisme (Tauhid) ajaran Nabi Ibrahim berubah menjadi kuil pemujaan bangsa Arab yang di dalamnya diletakkan sekitar 360 berhala. Ka’bah akhirnya dibersihkan dari berhala ketika Nabi Muhammad SAW membebaskan kota Mekah tanpa pertumpahan darah dan dikembalikan sebagai rumah ibadah agama Tauhid (Islam).

Selanjutnya bangunan ini diurus oleh Bani Sya'ibah sebagai pemegang kunci, sedangkan pelayanan haji diatur oleh pemerintah sejak pemerintahan khalifah Abu Bakar, dilanjutkan Umar bin Khattab, lalu Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, hingga kini oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi. Pemerintah lah yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekah dan Madinah. Ka’bah pernah direnovasi beberapa kali lagi antara lain karena kebakaran akibat perang dan kerusakan akibat usia bangunan.

Arafah
Kota Arafah terletak di sebelah timur Kota Makkah dan juga dikenal sebagai pusat haji, yaitu tempat wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah tiap tahunnya. Wukuf adalah kegiatan utama dan inti dari ibadah haji. Bila dalam rangkaian kegiatan haji jemaah tidak dapat melaksanakan wukuf dengan baik, maka tidak sah ibadah hajinya. Wukuf dilaksanakan hanya pada satu hari (siang hari) dengan berdiam diri dan berdoa di padang luas di sebelah timur luar kota Mekkah, Arab Saudi ini. Wukuf adalah puncaknya haji dimana menjadi saat berkumpulnya seluruh jemaah, yang berjumlah jutaan, dari penjuru dunia dalam waktu bersamaan. Secara amaliah, wukuf Arafah mencerminkan puncak penyempurnaan haji.

Di Arafah inilah Rasulullah menyampaikan khutbahnya yang terkenal dengan nama khutbah wada’ atau khutbah perpisahan, karena tak lama setelah menyampaikan khutbah itu beliaupun wafat. Di saat itu, ayat Al-Qur’an, surat al-Maa’idah ayat 3 turun sebagai pernyataan telah sempurna dan lengkapnya ajaran Islam yang disampaikan Allah SWT melalui Muhammad SAW. Daerah ini berbentuk padang pasir luas yang dikelilingi bukit-bukit batu dan menjadi tempat berkumpulnya sekitar dua juta jemaah haji dari seluruh dunia.
Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai. Beberapa tempat utama di Arafah yang selalu dikunjungi jemaah haji adalah Jabal Rahmah, sebuah tugu peringatan yang didirikan untuk mengenang tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi dan Masjid Namira. Keadaan di Arafah merupakan replika keadaan di Padang Mahsyar, suatu tempat saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian oleh Allah SWT untuk diadili.

Keutamaan Arafah adalah sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW ,”Do’a yang paling baik adalah doa di hari Arafah”. Sebab tidak ada hari paling banyak Allah menentukan pembebasan hamba-Nya dari neraka kecuali hari Arafah. Kini padang ini sudah ditanami dengan pohon-pohon. Di bawah pohon-pohon inilah dipasang tenda saat musim haji. Untuk mengurangi panas, setiap jarak 20 meter dipasang pipa setinggi 6 meter yang memancar air halus mirip gerimis, untuk menurunkan suhu sekitarnya dan dapat mengurangi jumlah jemaah yang terkena high stroke, kondisi dimana tiba-tiba menjadi lemas karena terik matahari.
 (bersambung)

[rg@2012]


===== ONH Plus, Umrah
SelengkapnyaTempat-Tempat Utama Ibadah Haji (bagian 1)

ARAB SAUDI TERUS BENAHI PELAYANAN BAGI TAMU ALLAH

Diposting oleh Fera on Minggu, 12 Februari 2012

Sederet tragedi pernah terjadi saat pelaksanaan ibadah haji, baik di perjalanan, di pemondokan, maupun saat melaksanakan rukun haji. Gangguan akibat kecelakaan kendaraan, peristiwa kriminal, maupun serangan keamanan pernah terjadi. Namun pemerintah Arab Saudi tidak berdiam diri. Merasa sebagai negara yang diberi amanah untuk menjamu para tamu Allah, maka pemerintahnya terus berusaha memperbaiki areal ibadah dan fasilitas yang ada termasuk sarana transportasi, layanan kesehatan, dan jaminan keamanan.

1. Lokasi untuk lempar jumrah di Mina sudah direnovasi dari 2 lantai menjadi 5 tingkat dengan 11 pintu masuk dan 12 pintu keluar pada lokasi berbeda, sehingga dalam 1 jam sanggup menampung 300.000 jemaah haji sekaligus yang melempar jumrah bersama-sama. Pemerintah Saudi telah berhasil mengatasi desak-desakan jamaah di jembatan jamarat, Mina, dalam ritual lempar jumroh selama 4 hari (10,11,12,13 Dzhulhijjah). Hal itu menjadi solusi tragedi yang beberapa kali terjadi di jembatan khusus pejalan kaki itu. Bahkan rencananya akan dibangun menjadi 9 tingkat.

2. Pembangunan dan perluasan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tak henti-hentinya dilakukan. Masjidil Haram di Makkah menjadi fokus utama perluasan. Pembangunan halaman utara seluas 456 ribu meter persegi yang sedang berlangsung, diharapkan bisa menampung tambahan 1,2 juta jamaah. Proyek baru ini bernilai 10,6 miliar dolar AS.

3. Mataf / areal tawaf di lantai dasar saat ini mampu menampung 70 ribu jamaah/jam. Pemerintah Saudi sedang merancang proyek perluasan mataf hingga 20 meter sampai ke serambi lama Masjidil Haram di semua tingkat dan pilar-pilar di lantai dasar akan dihilangkan. Proyek ini akan butuh waktu 3 tahun. Perluasan ini akan mampu menampung 130 ribu jamaah haji. Proyek juga memasukkan rencana evakuasi jamaah dari mataf dalam situasi darurat dan menambah tempat ibadah bagi 2.000 jamaah perempuan di antara mataf dan masaa (tempat sa'i, berjalan bolak-balik 7 kali antara bukit Safa dan Marwah).

4. Suatu rencana membangun 12 jalur trem yang menghubungkan wilayah Kudai, Rusaifa, dan Tan’im dengan Masjidil Haram di Makkah sebagai bagian dari upaya pemerintah Arab Saudi untuk memfasilitasi transportasi Jamaah haji dan mengurangi kemacetan lalu lintas tengah dirancang oleh pemerintah Saudi.

Foto:http://www.apnimarzi.com


5. Para jamaah akan menikmati skala penuh operasi Kereta Api Mashair yang menghubungkan tempat-tempat suci di Mina, Arafah dan Muzdalifah. Layanan kereta api telah mengalami peningkatan pesat dalam pengangkutan jamaah haji dengan membawa lebih dari 1 juta jamaah selama hari-hari haji puncak.

6. Pemerintah Arab Saudi juga sudah memperketat penggunaan mobil kecil selama musim haji berlangsung untuk mengurangi kemacetan.

7. Pemerintah Arab Saudi mengerahkan sebanyak 100.000 personel keamanan dan pertahanan sipil setiap musim haji untuk menjamin pelaksanaan ibadah dan menghindari peristiwa yang merenggut jiwa yang pernah menodai kegiatan ibadah pada masa lalu.

8. Pemerintah Arab Saudi juga mengupah 500 tenaga keamanan perempuan untuk membantu jamaah haji perempuan dan mencegah kriminalitas seperti pencopetan serta pencurian di musim haji. Personel itu selain melayani di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, juga di tempat suci lainnya seperti di Mina, Arafah dan Muzdalifa untuk membimbing jamaah perempuan, utamanya yang terlantar dan kesasar. Sejumlah personel akan diterjunkan di pintu masuk di Makkah untuk membantu petugas paspor mempercepat prosedur perjalanan dan keamanan dan memonitor situasi untuk mencegah pencurian dan pengemis.

9. Kualitas pemondokan haji juga ditingkatkan. Pemondokan haji Indonesia di Mekkah tahun 2011 jarak ke Masjidil Haram lebih dekat dibandingkan tahun sebelumnya. Total rumah yang disiapkan di Mekkah adalah 319 gedung dengan total kapasitas 202.016 orang. Pemondokan di Madinah seluruhnya juga hanya berjarak sekitar 500 meter dari Masjid Nabawi. Untuk transit jamaah haji yang pulang melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, disiapkan akomodasi berupa sebelas hotel berkapasitas total 140.000 orang.

10. Pemerintah Arab Saudi juga akan memperluas lokasi pemondokan haji. Surya mengatakan sebanyak 1.700 bangunan di sekitar masjidil haram akan dihancurkan untuk menambah jumlah pemondokan.

11. Menteri Kesehatan Kerajaan Arab Saudi juga meluncurkan program layanan kesehatan gawat darurat untuk jemaah haji. Bentuk layanan itu antara lain menyediakan 135 ambulans baik mini, besar, maupun udara dengan dukungan 350 dokter di Kota Suci Mekah. Layanan itu ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

12. Di Makkah juga ada Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) yang setara dengan Rumah Sakit tipe C (kapasitas 150 bed) ditambah dengan pelayanan klinik di 11 Sektor. Di Madinah ada BPHI setara dengan Rumah Sakit tipe D (kapasitas 65 bed) ditambah dengan pelayanan klinik di 4 sektor. Di Jeddah pada masa kedatangan dan kepulangan telah disediakan klinik kesehatan di Terminal Haji Bandara King Abdul Aziz dan klinik kesehatan di hotel transit Madinatul Hujjaj. Pelayanan kesehatan bagi jamaah haji yang memerlukan perawatan lebih lanjut akan dilaksanakan bekerja sama dengan rumah sakit Pemerintah Arab Saudi.

13. Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengucurkan dana 119 juta riyal atau Rp297 miliar (kurs Rp2.500) untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah haji dari seluruh dunia.Jumlah uang tersebut dikucurkan untuk pembangunan sejumlah fasilitas kesehatan di Masyair dan Arafah.

[rg@2012]

===== ONH Plus, Umrah
SelengkapnyaARAB SAUDI TERUS BENAHI PELAYANAN BAGI TAMU ALLAH