
Apa yang terbayang dalam benak kita jika mendengar kata haji? “Orang kaya, tuan tanah, dan pengusaha!” di umpamakan seperti itu adalah ungkapan yang tidak berlaku lagi di zaman sekarang. Sekarang, begitu banyak cerita haji yang bisa dilakukan oleh orang yang tidak kaya sekali pun. Misal, dengan cara menjual sepetak dua petak tanah yang ada atau dibiayai naik haji oleh atasan atau instansi tempat bekerja.
Banyak orang yang bertitel haji, tetapi sikap dan tingkah lakunya tidak menunjukkan perubahan yang lebih baik dari keadaannya sebelum berangkat haji. ada lagi alasan lain bagi mereka yang masih enggan memenuhi undangan prestisius dari Allah swt dengan mengatakan, “Haji bukan jaminan menjadikan seseorang lebih baik”.
Terlepas dari semua penilaian manusia, termasuk kita di dalamnya, mereka yang terpilih sebagi tamu-tamu pilihan Allah swt tersebut memang layak dan sepantasnya dibanggakan. Mengapa? Karena Allah swt sendiri telah mendeklarasikan kebanggaannya terhadap mereka yang memenuhi undangan –Nya untuk berhaji di tanah suci. Sebagaimana yang tergambar dalam hadits berikut.
“Sesungguh
nya seorang yang melakukan ibadah haji waktu keluar dari rumahnya, setiap langkahnya Allah Swt. menulis kebajikan dan menggugurkan dosanya kemudian apabila mereka wukuf di Arofah, Allah membangga-banggakan kepada malaikat dengan ungkapan: ‘Lihatlah kepada hamba-hamba-Ku, dia mendatangi-Ku dengan rambut kusut masai. Aku mempersaksikannya kepadamu sesungguhnya Aku mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak jumlah bintang di langit dan sebanyak butir kerikil padang pasir. Dan apabila mereka melontar jamarat, tidak seorang pun yang tahu apa imbalan baginya sampai ia dibangkitkan Allah swt di Hari Kiamat. Dan apabila mereka memotong rambutnya, maka ia memiliki cahaya pada hari kemudian,bagi setiap rambut yang gugur dari kepalanya. Apabila telah selesai thowafnya di Baitullah, keluarlah ia dari dosanya seperti halnya bayi yang baru dilahirkan ibunya (bersih dari dosa)’.” (HR. Ibnu Hibban dari Umar)
Apakah kurang cukupkah keutamaan ibadah haji bagi kita? Dengan meluruskan niat dan memenuhi tata cara ibadah haji sesuai syariat, semoga ibadah haji yang ditunaikan diterima Allah Swt. Adapun pelaksananya mendapatkan predikat prestisius dari Allah Swt dengan predikat haji mabrur. (RA)
