Tampilkan postingan dengan label haji reguler.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji reguler.. Tampilkan semua postingan

Bedah Fasilitas Haji Reguler

Diposting oleh Fera on Senin, 11 Juni 2012

Bingung, mau pilih-pilih paket haji? Jangan khawatir, di website Cheria Travel ini, semua permasalahan terkait ibadah haji dan umrah akan dibahas, tidak terkecuali pembahasan seputar fasilitas paket haji yang ada saat ini.

Mitra haji dan umrah, bingung saat harus memilih paket pemberangkatan haji adalah hal yang wajar, terlebih bagi yang masih awam atau belum pernah pergi ke tanah suci. Pengetahuan yang minim adalah salah satu penyebabnya. Nah, kali ini kita akan membahas atau membedah sekilas fasilitas yang ditawarkan dalam paket haji reguler. Harapannya, informasi ini bisa dijadikan bekal persiapan bagi mitra haji dan umrah sebelum menunaikan ibadah haji.

ONH /BPIH reguler

ONH merupakan singkatan dari ongkos naik haji, sedangkan BPIH singkatan dari biaya penyelenggaraan ibadah haji. ONH/BPIH reguler jelas lebih murah dibandingkan dengan haji plus. Jika BPIH untuk haji plus berkisar minimal 70 jutaan, BPIH haji reguler hanya setengahnya, berkisar 35 jutaan.

Masa tunggu pemberangkatan (waiting list)

Masa tunggu (waiting list) haji reguler di setiap daerah bisa berbeda, tergantung dari sedikit banyaknya pendaftar di daerah yang bersangkutan. Ada yang hanya membutuhkan 2 tahun, 4 tahun, bahkan ada yang lebih dari 10 tahun. Berbeda dengan masa tunggu pemberangkatan (waiting list) calon jamaah haji plus yang lebih cepat.

Lamanya ibadah di tanah suci

Pelaksanaan haji reguler sekitar 40 hari. Perinciannya, lama ibadah di Mekkah sekitar 20 hari, di Arafah - Mina 4 hari, dan di Madinah sekitar 6 hari.

Akomodasi dan konsumsi


Kebutuhan akomodasi dan konsumsi sehari-hari haji reguler selama di Mekkah harus diusahakan sendiri oleh para jamaah. Untuk makan, jamaah bisa memasak sendiri, membeli makanan di warung makan, atau memesan katering sendiri.

Adapun akomodasi dan konsumsi bagi jamaah haji reguler selama di Madinah ditanggung oleh pihak hotel. Biasanya, jamaah mendapatkan jatah makan dua kali. Satu porsi makan terdiri dari nasi dan lauk, ditambah buah dan minuman mineral. Secara keseluruhan, pemondokan atau maktab jamaah di Madinah ditempatkan di hotel yang relatif sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Dengan begitu, jamaah tidak perlu mengeluarkan ongkos naik taksi, cukup dengan berjalan kaki.

Selama 4 hari di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, konsumsi juga ditanggung pihak maktab. Dengan begitu, jamaah tidak perlu merogoh kocek sama sekali untuk konsumsi karena sudah ditanggung pihak penyelenggara.

Penginapan

Disadari atau tidak, letak penginapan merupakan hal yang sangat penting bagi jamaah haji. Hal ini disebabkan kenyamanan beribadah tergantung pada jarak dan kenyamanan di jalan saat menuju tempat ibadah, baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Selain harus menghadapi suhu panas di siang hari dan suhu dingin di malam hari yang cukup ekstrim, jamaah juga menghadapi banyaknya debu saat angin bertiup. Semakin jauh jarak pemondokan ke masjid akan memperbesar risiko terpapar suhu dan debu tersebut.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah masalah keamanan. Tak sedikit jamaah yang tersesat jauh dari pemondokannya dan menjadi sasaran kejahatan seperti pencopetan maupun penipuan. Oleh sebab itu, semakin dekat pemondokan dengan tempat tujuan ibadah akan semakin baik.

Letak pemondokan jamaah haji reguler selama di Mekkah cukup bervariasi. Rata-rata, jamaah haji reguler dari Indonesia ditempatkan pada ring I yang berjarak maksimal 2 km dan ring II yang berjarak 4 km dari Masjidil Haram. Penempatan jamaah berdasarkan pemondokannya ditentukan dengan cara qur’ah (pengundian).

Bimbingan selama di tanah suci

Selama di tanah suci, semua jamaah haji mendapatkan bimbingan dalam mempermudah dalam menjalankan semua kegiatan, terutama di Mekkah, Arafah, Mudzdalifah, dan Mina. Saat ini, bimbingan bagi jamaah haji regular telah banyak dilakukan oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji). KBIH akan menuntun dan membimbing jamaah selama di tanah air maupun di tanah suci. Namun, pemerintah juga telah membentuk TPHI, yang merupakan petugas khusus dari Departemen Agama yang mendapatkan tugas mendampingi dan mempermudah pelaksanaan ibadah haji selama di tanah suci.

Bimbingan haji ini dilakukan agar para jamaah bisa beribadah dengan khusyu’, tidak kebingungan, dan pada akhirnya bisa meraih kemabruran. Memang, kemabruran haji hanya Allah yang tahu. Adapun jamaah haji sendiri yang harus menjemput dan mempersiapkan diri agar dimudahkan dalam meraih ibadah haji mabrur. Mabrur bukan ditentukan dari fasilitas yang diperoleh dan dinikmati selama menjalankan ibadah haji di tanah suci. Banyak jamaah haji regular, meskipun dengan keterbatasan waktu dan jarak tempuh dari pemondokan, tapi mereka mampu memaksimalkan ibadahnya di tanah suci. Mampu menjalankan ibadah shalat jamaah 5 waktu dan ibadah lain. Mereka benar-benar menyatukan niat dan keihlasan semata-mata mencari ridho Allah dalam memperoleh kemabruran.

Nah, inilah sekilas pemaparan fasilitas yang diberikan pada paket haji reguler. Paket haji reguler diselenggarakan oleh pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama. (Jng/RA)
SelengkapnyaBedah Fasilitas Haji Reguler

Kepastian Porsi Haji Dengan Setoran 5 Juta

Diposting oleh Fera on Selasa, 31 Januari 2012

Kini untuk bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci semakin mudah, dengan setoran awal 5 juta rupiah kita sudah mendapatkan nomor porsi haji reguler dari Depag.

pastikan kursi untuk anda dari sekarang






===== ONH Plus, Umrah
SelengkapnyaKepastian Porsi Haji Dengan Setoran 5 Juta

Daftar Haji Reguler Atau Pilih ONH Plus ?

Diposting oleh Fera on Jumat, 02 Desember 2011

Masih bingung pilih haji reguler atau pilih ONH Plus? Ada baiknya kita melihat pengalaman jamaah yang berangkat dengan fasilitas haji reguler dan haji plus yang dikelola Depag saat ini.

Pertama adalah lamanya antrian, haji reguler saat ini dibeberapa daerah sudah mesti antri lebih dari 10 tahun, artinya bila kita daftar haji reguler di tahun 2012 maka baru bisa berangkat ditahun 2022, bila usia saat ini sdh 60 bisa dibayangkan kita berangkat di usia uzur 70 tahun, sedangkan antrian haji plus saat ini paling lama 3 tahun saja.

Kedua adalah masalah biaya daftar, untuk setoran awal memang untuk haji reguler lebih rendah dibandingkan onh plus yang mesti setor $4000, namun kadang haji reguler masih banyak pungutan yang mesti ditanggung jamaah diluar biaya resmi , alih alih mau murah malah justru haji reguler jadi mahal.
Suasana Masjidil Haram

Yang ketiga adalah fasilitas, tentunya fasilitas haji plus jauh lebih baik, baik hotel maupun jarak penginapan ke masjid, fasilitas ini sangat mempengaruhi kualitas ibadah selama di tanah suci, banyak sekali jamaah yang terpaksa sholat di maktab karena jarak antara penginapan ke masjid yang jauh antara 7-12 km.

Nah tentunya perbedaan haji reguler dan onh plus ini bisa jadi pertimbangan untuk memilih, untuk jamaah yang sudah tua memang disarankan pilih haji plus, bila keuangan belum cukup kini ada cara mendapatkan dana talangan dari bank syariah ,

Semoga tips daftar haji ini bisa membantu Anda.

Salam

Cheria-Travel.Com


===== Haji, Umrah
SelengkapnyaDaftar Haji Reguler Atau Pilih ONH Plus ?

Antri Haji ONH Plus Memasuki Tahun 2014

Diposting oleh Fera on Senin, 21 November 2011

Jutaan jamaah haji berkumpul di mekkah setiap tahunnya
Dipastikan Calon jamaah haji Indonesia yang akan mendaftar haji plus atau onh plus saat ini harus bersabar karena antrian untuk tahun 2013 sudah akan habis, Di Depag sendiri setiap hari hampir 400 jamaah yang mendaftar onh plus, lonjakan ini terjadi karena bila mendaftar haji reguler mesti menunggu 5-10 tahun juga karena ada ribuan jamaah non-kuota yang gagal berangkat mendaftar haji bedasarkan kuota Depag RI.

Diharapkan ketika calon jamaah mendaftar melalui travel memastikan mendapatkan nomor antri Depag dengan bukti setoran awal BPIH, bukti setoran awal ini biasanya didapatkan paling cepat 3 hari atau paling lambat 2 minggu setelah jamaah setor uang sebanyak $4000 melalui travel umroh / haji

Jamaah jangan langsung percaya bila ada travel yang menjanjikan kepastian berangkat, karena semua jamaah haji onh plus juga harus ikut antrian sebagaimana haji reguler yang diatur pemerintah.


===== Haji, Umrah
SelengkapnyaAntri Haji ONH Plus Memasuki Tahun 2014

Daftar Tunggu Haji Reguler Hingga 2021

Diposting oleh Fera on Jumat, 08 April 2011

BALIKPAPAN-Daftar tunggu calon jemaah haji Balikpapan yang hingga tahun 2011 ini mencapai sekira 4 ribu calon jemaah haji. Dengan jumlah itu diperkirakan jamaah daftar tunggu itu baru dapat tuntas menunaikan rukun Islam kelima pada tahun 2021 mendatang. Hal itu mengingat keterbatasan kuota haji bagi Balikpapan yang hanya 500 jemaah setiap tahunny. “Untuk kuota di tahun 2021 mendatang saja sudah hampir penuh.

Sudah ada sekitar 400 jemaah yang dijadwalkan berangkat di tahun 2021 nanti. Jadi kita meminta kepada calon jemaah haji yang masuk daftar tunggu, agar bisa bersabar, karena memang kuota kita yang terbatas untuk memberangkatkan seluruh calon jemaah yang masuk daftar tunggu,” kata Kepala Kantor Kementrian Agama Balikpapan, Drs H Saifi MPd, di balaikota kemarin.

Selain mengungkapkan panjangnya daftar tunggu keberangkatan calon jemaah haji Balikpapan, ia juga memperkirakan adanya kenaikan biaya haji di tahun 2011 ini. Diperkirakannya, kenaikan biaya haji tersebut, dipicu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digunakan untuk penerbangan pesawat terbang yang ditumpangi calon jemaah haji. “Kalau sampai saat ini belum, masih sama seperti tahun 2010 lalu di kisaran Rp 31 sampai 35 juta.

Tetapi kemungkinan untuk naik juga ada, karena adanya kenaikan bahan bakar pesawat, yang secara otomatis akan berdampak pada kenaikan biaya untuk menunaikan ibadah haji,” terang dia.

Berapakah kuota calon jemaah haji asal Balikpapan yang akan diberangkatkan di tahun 2011 ini? Ditanya seperti itu, ia mengungkapkan bahwa jumlah jemaah haji asal Balikpapan yang akan berangkat di tahun 2011 ini, masih sama dengan jumlah calon jemaah haji yang berangkat di tahun 2010 lalu. “Jumlahnya masih sama seperti tahun lalu, yaitu 499 jemaah, belum ada penambahan kuota,” ungkapnya.

Namun, ia menambahkan, angka tersebut bisa saja mengalami peningkatan, mengingat keputusan resmi dari Menteri Agama RI, terkait kuota calon jemaah haji Indonesia khususnya untuk Balikpapan, belum dikeluarkan. “Tetapi kita masih menunggu keputusan resmi dari menteri Agama, karena biasanya dua bulan sebelum keberangkatan keloter pertama, baru keputusannya dikeluarkan,” jelas Saifi.

Pihaknya juga tengah memperjuangkan penambahan kuota pemberangkatan jemaah haji Balikpapan, langsung ke pemerintahan Arab Saudi, agar panjangnya daftar tunggu keberangkatan calon jemaah haji Balikpapan, dapat dipangkas. “Yang jelas, kita juga sudah ajukan penambahan kuota ke Pemerintahan Arab Saudi, walaupun sampai sekarang belum ada jawaban resmi dari permintaan yang kita ajukan,” pungkas dia.(ibr)

Travel haji umroh Prima Saidah
SelengkapnyaDaftar Tunggu Haji Reguler Hingga 2021