Tampilkan postingan dengan label Perjalanan haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan haji. Tampilkan semua postingan

Pergi Haji, antara Niat dan ikhtiar

Diposting oleh Fera on Kamis, 22 Maret 2012

Sebagai seorang Muslim, menunaikan ibadah Haji adalah satu kewajiban yang teramat dinginkan oleh setiap umat islam. Terpenuhinya rukun ke lima dari rukun Islam ini, tak pelak membawa keharuan tersendiri bagi yang bersangkutan. Bukan sekedar sebuah gelar karena dipanggil Pak Haji atau Bu Haji, tapi Haji sendiri mempunyai nilai filosofi yang teramat dalam.

Haji, pada dasarnya adalah sebuah napak tilas perjalanan ketaqwaan seorang Ibrahim kepada tuhannya. Bagaimana sebuah perjalanan keimanan yang begitu penuh dengan berbagai rintangan. Bisa juga pergi haji itu sebenernya bisa disebut  wisata juga, yaitu wisata Rohani karna selain beribadah kepada Allah tapi menyambung silahturahim kepada manusianya, entah itu dengan orang yang berasal dari satu kampong, satu pulau, satu Negara bahkan beda benua yang bertemu dalam satu titik. Hanya yang  dilakukan pada waktu tertentu saja setiap tahunnya.

Namun untuk melaksanakan ibadah haji ini, memerlukan berbagai persiapan. Tidak hanya persiapan materi, tapi juga persiapan hati dan mental. Karena banyak yang secara materi sudah siap, tapi secara mental serta hatinya malah menolak. Itulah sebabnya banyak alasan yang bergulir.” Belum terpanggil, begitu alasannya. Padahal Allah memanggilnya setiap hari, lima kali dalam sehari. Sikap kita terhadap panggilan Alloh itu akan menjadi dasar panggilan Alloh selanjutnya. Maksudnya seperti ini, Sikap kita terhadap panggilan Alloh untuk sholat (Adzan), akan menjadi landasan sikap terhadap panggilan Alloh untuk berhaji atau umrah. Dan panggilan berhaji juga akan menjadi landasan sikap kita ketika menyikapi panggilan Alloh selanjutnya, yaitu kematian.

Artinya, orang yang menyikapi panggilan sholat dengan baik, segera menunaikan dan tidak menunda-nunda waktu sholat, maka Alloh juga akan memudahkan langkahnya ketika Alloh memanggilnya untuk menunaikan ibadah Haji. Dan sikapnya yang sangat antusias memenuhi panggilan Haji dari Alloh, juga akan mempermudah dirinya mencapai khusnul khotimah di akhir hidupnya.

Jadi, semua panggilan Alloh itu ternyata saling kait mengait.Jangan pernah takut atau gentar jika sudah berazzam untuk berhaji. Banyak cerita tentang orang yang miskin tapi ternyata Alloh ijabah doanya, hingga bisa bener-bener naik Haji. Masih inget tentunya cerita tentang tukang bubur yang berazzam memberangkatkan ibunya naik haji di salah Tv swasta nasional beberapa waktu silam. Padahal kalau secara akal manusia berapa sih penghasilan seorang tukang bubur setiap harinya??? Belum lagi untuk makan, berapa yang mau ditabung buat haji. Pasti akan memakan waktu yang sangat lama agar biar bisa berangkat pergi haji entah itu pergi hajinya dengan haji reguler atau ONH plus.

Man Jadda wa jadda....Siapa bersungguh-sungguh, pasti akan mendapatkan. Itu janji Alloh terhadap semua kesungguhan ikhtiar hamba-Nya. Dan hendaknya kita juga tidak membatasi rejeki yang Alloh berikan hanya karena kekurangan yang kita miliki. Karena sesungguhnya Alloh tidak hanya melihat hasil, tetapi juga proses dalam hal ini ikhtiar kita dalam menjemput apa-apa yang kita harapkan, termasuk juga keinginan untuk pergi Haji.

Saat ini banyak kemudahan yang dapat kita pergunakan sebagai jalan ikhtiar kita untuk berhaji. Kalau dahulu, orang harus menabung tanpa bisa memperkirakan kapan ia bisa berangkat haji, tapi sekarang banyak bank-bank baik konvensional ataupun syariah yang menawarkan kemudahan salah satunya adalah dana talangan haji. Program ini memberikan pinjaman kepada nasabah untuk menutupi kekurangan pembiayaan haji agar mendapatkan seat atau kursi keberangkatan dan pada saat pelunasan BPIH. terpenuhinya kebutuhan akan dana dadakan yang digunakan untuk melunasi BPIH sebagai satu persyaratan untuk mendapatkan kursi keberangkatan. Selain itu pinjaman yang diberikan pun diberikan melalui proses yang cepat dan sangat mudah.
Jangan ragu untuk menunaikan ibadah haji jika hanya karena keterbatasan kemampuan dana. Perbaiki kualitas diri dalam menjawab panggilan Illahi di setiap waktu sholat, berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan banyak-banyaklah bershodaqoh sehingga semesta akan mendukung dan ikut mengamini doa yang terlantun.
Keterbatasan bukanlah suatu kendala, tapi adalah bagian dari perjuangan kesungguhan dalam berikhtiar. Doa juga bukan hanya rangkaian kata yang tersusun indah penuh pengharapan, tapi juga merupakan kekuatan yang akan memperkokoh azzam dan membuka pintu langit kerajaan Alloh. Dan Shodaqoh adalah sebuah investasi energi positif yang ikut menggerakan kuasa-Nya hingga dengan rahman dan rahim-Nya....Ia akan mengabulkan lantunan pengharapan di ujung ikhtiar yang sudah kita lakukan. ( fwk/2012 )


SelengkapnyaPergi Haji, antara Niat dan ikhtiar

Dampak dari Pembatasan Quota Haji

Diposting oleh Fera on Sabtu, 17 Maret 2012


Apabila quota haji plus sebanyak 17.000 orang. Pada tahun lalu quota haji plus 17.000 orang lalu mendapatkan tambahan pemerintah 6.500 orang sehingga menjadi 23.500 orang,” kata Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama (Kemenag), H. Kartono, kepada para wartawan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Disela sela wawancaranya. Tapi kini quota haji khusus tahun 2012-2013 sudah Habis. Setiap Hari jamaah haji khusus mendaftar diri, yang sudah mendaftar untuk tahun 2012 malah akan masuk waiting list pada tahun 2014. Oleh karena itu jika terdapat sebuah biro perjalanan Haji dan Umrah) yang menjanjikan berangkat tahun 2012 terhadap calon jamaah haji, harus hati-hati. Menginggat setiap tahun, ratusan jamaah haji bahkan ribuan tertipu oleh sebuah biro perjalanan haji yang tidak memiliki ijin haji, atau biro abal-abal. Modusnya  bermacam-macam.

Setiap tahunnya pemerintah memberikan quota haji khusus sekitar 17.000. Dan biasanya, setiap tahun pemerintah menambah quota 3000, jadi kesemuanya menjadi 20.000. Tahun 2012-2013 quota 17 sudah terpenuhi, jadi calon jamaah haji yang daftar sekarang akan masuk pada tahun 2014. terdapat informasi terkini, bahwa quota tahun 2014 tinggal 6000. Biasanya, 60.000 porsi, tidak perlu menunggu waktu lama akan segera ter-isi, karena memang animo masyarakat Indonesia terhadap haji khusus sangat tinggi.

Peminat Haji kian tahun semakin meningkat dan menumpuknya antrian haji reguler cukup panjang, antrian haji regular untuk mendaftar tahun ini kabarnya daftar tunggu sampai tahun 2020. Bisa dipastikan, kalau sekarang usianya 50 tahun, maka calon jamaah haji akan berangkat pada usia sekitar 58 tahun. Sudah tentu kondisi fisik akan semakin lemah karena usia semakin tua. Wajar, jika kemudian haji plus semakin diminti oleh sebagian besar penduduk Indonesia.


Menumpuknya antrian hingga banyak juga biro perjalanan haji tidak bisa memberangkatkan jamaah haji tapi tetap menerima jamaah dengan iming iming bisa memberangkatkan pada tahun itu juga menjadikan biro perjalanan haji plus mendapat sorotan negative dari masyarakat. Hingga  ada yang mengatakan:’’ memang namanya jamaah haji plus, yang artinya plus jauh dari masjidil haram, dan plus lagi ada yang tidak berangkat’’. keritikan yang mengelitik ini sering terdengar dari mulut jamaah haji plus yang tidak bisa berangkat karena tertipu, dan juga selama di Makkah dan Madinah tidak mendapatkan pelayanan yang bagus dan maksimal.
Maraknya biro penyelenggara haji dan umrah yang mencapai lebih dari 200 perusahaan sehingga terjadi persaingan ketat dan kadang tak sehat. “Padahal, 95 persen pengeluaran untuk penyelenggara haji plus di luar negeri seperti biaya pesawat, pemondokan, transportasi, dan katering sehingga membutuhkan dana besar untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan Arab Saudihingga kita harus selektif untuk memilih sebuah biro perjalanan haji dan umrah, agar nantinya kita tidak merasa dirugikan. Pilihlah biro perjalanan plus terpercaya seperti muslim-tour, merupakan biro perjalan haji yang benar-benar akan memberikan pelayanan secara maksimal terhadap jamaahnya. Tips memilih biro adalah dengan memeriksa izin travel haji dan umrahnya.


Pemerintah menetapkan pada tahun 2011 Biaya daftar haji  (BPIH) plus minimal 6.500 dolar AS (sekitar Rp 62 juta) sehingga pelayanannya harus berbeda dengan haji reguler. “Untuk menekan adanya penyimpangan dari penyelenggara haji plus yang nakal, maka pemerintah sedang menggodok standar pelayanan minimum (SPM) untuk haji plus,” katanya didampingi Ketua Umum HIMPUH, H. Baluki Ahmad.

Meningkatnya jamaah yang pergi haji dikarenakan adalah para jamaah lansia yang membawa pendamping yang mau tidak mau harus menambah Quota haji. Kementerian Agama Ungkapan ini berkaitan dengan dengan pernambahan kuota calon jamaah haji lanjut usia bukan perkara mudah. Pasalnya, penambahan ini akan mengganggu kuota yang lainnya. Menurut Slamet Riyanto jika hal itu tetap akan dilakukan maka tentunya para jamaah lansia ini akan membutuhkan tenaga tambahan atau pendamping, jika hal ini terjadi akibatnya bias menyisihkan calon haji lain dalam daftar keberangkatan jamaah haji 2012 yang lain. "Kami harap  hal ini dicermati betul sehingga tak mencederai rasa keadilan bagi jemaah haji," tukasnya. (fwk / 2012)


SelengkapnyaDampak dari Pembatasan Quota Haji

Rute Perjalanan dalam melaksanakan ibadah haji

Diposting oleh Fera on Jumat, 16 Maret 2012



Artikel ini mencoba untuk memberikan penjelasan rute para jamaah haji dari Negara asal ( Indonesia ) hingga ke Tanah suci dan tempat tempat yang harus disinggahi dengan kegiatan yang dilakukan. Dengan sistem paket di Indonesia seperti Haji Reguler, Haji plus, Haji plus arbain akan membedakan jumlah hari untuk melaksanakan ibadah haji. Berikut jumlah hari yang akan dilaksanakan oleh para jamaah haji Indonesia, Haji Reguler untuk menunaikan Ibadah Haji sekitar 40 hari, dengan rincian: di Mekkah sekitar 20 hari, di Arafah dan Mina 4 hari dan di Madinah sekitar 6 hari. Haji plus arbain membutuhkan waktu sekitar 26 sampai 30 hari, Haji Plus yang Non Arbain membutuhkan waktu sekitar 19 hari.


Perjalanan dari Indonesia hingga ke Airport King Abdul Aziz, Jeddah memakan waktu kurang lebih 19 jam. Saat Tiba di Airport King Abdul Aziz jamaah haji harus melakukan pemeriksaan barang yang dibawa jamaah dan paspor, pemeriksaan paspor agar dapat stempel dan lembaran copy paspor jamaah. Setelah selesai jamaah haji dikumpulkan dan diperkenalkan dengan maktab lalu menuju ke pemondokan.

Jamaah haji istirahat di madinah almunawarah dan bisa untuk sholat dimasjid Nabawi, Disanapun kita bisa untuk membersihkan diri semisalnya untuk memotong kuku, bersih bersih semisal mandi atau berwudhu dan memakai wewangian, merapikan rambut. Selesai itu para jamaah mengenakan pakaian ihram dan jika telah siap menuju Bir Ali (Dzul Hulaifah) dengan jalan kaki selama 15 menit. Dalam perjalanan jamaah haji masing-masing mendapatkan kartu yang menunjukkan lokasi maktab dengan tulisan berbahasa Arab yang berisi identitas lokasi pemondokan dan kartu tersebut harus dibawa kemanapun jamaah pergi untuk memudahkan pencarian lokasi pemondokan jika tersesat atau minta petunjuk petugas. Ruangan yang ditempati di pemondokan sesuai dengan nomor regu. Kamar antara jamaah laki-laki dan perempuan meskipun suami-istri sekalipun hendaknya disepakati untuk dipisah karena jamaah dalam keadaan berihram. Di Masjid Bir Ali (Dzul Hulaifah). Jamaah haji berwudhu', sholat sunnah, niat ber-Umrah, berangkat menuju Mekah dengan bus selama 4-6 jam sambil membaca Talbiyah selama dalam perjalanan.

Talbiyah Singkat
Labbaykallâhumma labbayk, labbayka lâ syarîka laka labbayk. Innal hamda wanni’mata laka walmulka lasyarîka laka labbayk.
Di sini aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah, di sini aku datang wahai Yang Tiada sekutu bagi-Mu. Di sini aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.
Talbiyah Lengkap
Labbayka dzal ma’âriji labbayk. Labbayka dâ’iyan ilâ dâris salâmi labbayk. Labbayka ghaffâradz dzunûbi labbayk. Labbayka ahlat talbiyah labbayk. Labbayka dzal jalâli wal-ikrâmi labbayk. Labbayka tubdi’u walma’âdu ilayka labbayk. Labbayka tastaghnî wa yuftaqaru ilayka labbayk. Labbayka marhûban wa marghûban ilayka labbayk. Labbayka ilâhal haqqi labbayk. Labbayka dzan na‘mâi wal fadhil hasanil jamîli labbayk. Labbayka kasysyâfal kurabil ‘izhâmi labbayk. Labbayka ‘abduka wabnu ‘abdika labbayk. Labbayka yâ karîmu labbayk. Labbayka ataqarrabu ilayka biMuhammadin wa âli Muhammad labbayk. Labbayka bihajjatin wa’umratin labbayk. Labbayka wa hâdzihi ‘umratu mut’atin ilal hajji labbayk. Labbayka ahlat talbiyati labbayk. Labbayka talbiyatan tamâmuhâ wa balâhuhâ ‘alayk.

Jamaah haji bisa beristirahat di pondokan dan melanjutkan perjalanan menuju Masjidil Haram melalui pintu Babus Salam. Dan melaksanakan Thawaf Qudum atau Tawaf Dukhul, yaitu thawaf pembukaan atau thawaf selamat datang yang dilakukuan pada waktu jamaah baru tiba di Mekah. Selain itu juga berdoa di Multazam, sholat sunnah di Maqom Ibrahim, sholat sunnah di Hijir ismail, sa’i atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah 7 kali yang diadaptasi dari peristiwa berlari-larinya Siti Hajar saat mencari air bagi putranya Nabi Ismail yang kehausan, melaksanakan Tahallul dan tanggal 8 Dzulhijjah ber-Ihram dengan niat Haji. Selanjutnya berangkat ke padang Arafah dengan bus atau jalan kaki karena menghindari kemacetan. Jarak Mekah ke Arafah sekitar 22,4 kilometer. Pada kesempatan sebelum wukuf, beberapa calon jamaah haji biasanya mengunjungi beberapa tempat penting, Bukit Tsur, Gua Hira, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Lokasi wukuf, Lokasi Mabit dan Jamarot dalam satu hari rangkaian perjalanan.

Pada tanggal 9 Dzulhijjah jamaah haji menginap di Arafah untuk wukuf, berdiam diri sambil berdoa seharian sampai dengan Fajar Siddiq. Sesudah Maghrib atau Isya, jamaah haji berangkat menuju Muzdalifah yang berjarak 9 kilometer dari Arafah. Mabit Di Muzdalifah atau bermalam sampai lewat tengah malam. Jamaah haji harus mengumpulkan kerikil 49 atau 70 butir sebesar buku jari dan dimasukkan dalam kantong yang telah disiapkan. Dan pada tengah malamnya jamaah berangkat menuju mina sekitar 2 Km dari penginapan.

Pada Tanggal 10 Dzulhijjah tepatnya di Mina jamaah haji diseluruh dunia berkumpul dalam 1 tempat untuk melontar Jumrah Aqabah yang disebut Tahlul Awal. Bila memungkinkan jamaah pergi ke Makkah untuk Thawaf Ifadloh lalu kembali ke Mina sebelum terbenam matahari. Selanjutnya jamaah menginap di Mina. Tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah jamaah haji melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, lalu meninggalkan Mina. Ini disebut Nafar Awwal. tanggal 13 Dzulhijjah kembali melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah dan selanjutnya meninggalkan Mina menuju Makkah yang disebut Nafar Tsani. Usai melempar jumrah kembali ke Makkah. Jarak yang harus ditempuh 8 kilometer dengan bus. Di Makkah. Melaksanakan Thawaf Ifadlah, Umrah Sunnah, Miqat dari Masjid Jiranah, Tana’im I’tiqaf, Thawaf Sunnah, ziarah ke tempat bersejarah, dan melaksanakan Thawaf Wada. Menuju Jeddah dengan bus selama 2 jam.

Di Madinatul Hujaj, Jeddah Di sana barang bawaan jamaah haji diperiksa dan ditimbang. Selain itu juga mengurus PPH. Di Bandara King Abdul Aziz. Barang bawaan jamaah haji akan diperiksa, PPH juga diperiksa, dan setelah selesai bisa naik kedalam pesawat untuk menempuh perjalanan kembali menuju Tanah Air. Demikian urutan Rute jamaah haji selama melaksanakan ibadah haji. ( fwk/2012 )



SelengkapnyaRute Perjalanan dalam melaksanakan ibadah haji