Tampilkan postingan dengan label Konsultasi Haji dan Umroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsultasi Haji dan Umroh. Tampilkan semua postingan

Umroh Tour And Travel dijakarta selatan Yang Recommended

Diposting oleh Fera on Sabtu, 08 September 2012

umroh tour and travel di jakarta selatan

Melihat Perkembangan yang pergi haji baik haji reguler atau ONH Plus dan umroh meningkat tajam 5 tahun ke belakang, Banyak yang menyadari akan banyaknya peminatnya haji dan umroh tidak di Sia siakan oleh para pembisnis untuk membuka travel haji dan umroh, menjamurnya umroh tour and travel di jakarta selatan. Karena di lokasi ini adalah central pusat perkantoran yang menjadi nilai lebih untuk usaha tour travel.

cheria tour travel

salah satu perusahan umroh tour and travel di jakarta selatan adalah Pt. Cheria tour Travel, Perusahan ini berdiri pada awal tahun 2012 sudah cukup berpengalaman di bidang umroh dan haji walau usia perusahan tersebut masih di bilang Seumur biji jagung. Dengan pengalaman sebelum-sebelumnya di travel lain yang juga di jakarta selatan Cheria tour mengutamakan kenyamanan untuk para calon jamaah, Cheria tour travel juga bukan hanya membuka paket untuk haji dan umroh saja, mereka juga membuka paket wisata muslim bahkan ada umroh plus wisata muslim jadi sambil beribadah ikut wisata juga.

banyak testimoni dari para jamaah haji, umroh dan paket wisata lain sebagai agen umroh tour and travel di jakarta selatan pun terletak pada keramahan dan pelayanannya yang prima. Selain itu paket umroh yang ditawarkan pun beragam dan cukup terjangkau. Hal ini membuat para calon jamaah bebas memilih paket umroh yang sesuai dengan keinginannya.

Dengan testimoni tersebut tidak membuat Cheria tour travel puas dengan hasil yang dicapai, tapi salah satu untuk terus motivasi agar memperbaiki yang sudah ada.

SelengkapnyaUmroh Tour And Travel dijakarta selatan Yang Recommended

Budpar Arab Saudi Perkenalkan 'Program Wisata Usai Umrah'

Diposting oleh Fera on Selasa, 10 Januari 2012

Budpar Arab Saudi Perkenalkan 'Program Wisata Usai Umrah'

JEDDAH- Pangeran Sultan bin Salman, Ketua Komisi Pariwisata dan Purbakala Arab Saudi (SCTA), telah mengungkapkan rencana organisasinya untuk memperkenalkan program pariwisata baru bagi jutaan umat muslim yang datang ke Arab Saudi untuk Umrah. "Pemerintah mendukung ‘After-Umrah Tourism Program’, karena banyak umat muslim yang datang untuk umrah tapi ingin mengunjungi tempat bersejarah dan tempat-tempat wisata," kata pangeran, dikutip okezone dari ArabNews, Sabtu (18/11/2011).



Kepala SCTA menekankan strategi organisasinya untuk fokus pada turis Saudi dengan mendorong mereka untuk mengunjungi lokasi wisata Kerajaan, bukan bepergian ke tempat asing menghabiskan miliaran riyal. "Kami menargetkan enam juta wisatawan Saudi," tambahnya. SCTA mengembangkan museum yang menampilkan artefak dari sejarah Islam. Tidak hanya itu, Pada hari Rabu, Pangeran Sultan mengatakan Raja Abdullah telah menyetujui pemulihan dua masjid bersejarah di Jeddah. Dia mengatakan Al-Syafi'i dan Al-Mimar masjid akan diperbaharui setelah ia mengunjungi daerah historis kota. Menurut laporan SCTA terakhir, wisatawan lokal dan asing Saudi telah memberikan pemasukan kepada kerajaan hingga lebih dari 13 miliar riyal pada tahun 2010. Laporan ini menunjukkan bahwa usaha pariwisata menyumbang 21 persen dari pendapatan pariwisata Kerajaan.

Selain wisata kerajaan arab dan sejarah islam, arab saudi memiliki pariwisata berupa Jabar Al-Noor, Black Stone, Al Wahabah Crater, dll. Tidak ada salahnya sehabis beribadah kita memanjakan diri sejenak dengan berwisata seusai umrah. Kita doa’kan saja semoga cheria-travel ini dapat menyediakan paket ‘After-Umroh Tourism Program’ sebagaimana cheria-travel dapat menyediakan paket haji dan umroh dengan sukses.(hny)

Travel Umroh
SelengkapnyaBudpar Arab Saudi Perkenalkan 'Program Wisata Usai Umrah'

Ikatan Penyelenggara Haji dan Umrah (IPHU) Indonesia Timur

Diposting oleh Fera on Rabu, 07 Desember 2011

MAKASSAR -- Sedikitnya 20 penyelenggara haji dan umrah di Kawasan Timur Indonesia, menggelar rapat pembentukan asosiasi di Fajar Graha Pena, Selasa, 10 Mei. Namanya, Ikatan Penyelenggara Haji dan Umrah (IPHU) Indonesia Timur.

Selain pembentukan asosiasi, juga diikuti dengan pembentukan pengurus, terdiri atas Ketua H Usman Jasad dari Permata Ujas, Sekretaris Irwati Slamet dari Diva Sakinah, Bendahara H Mahmuddin Rasyid dari Ar Rasheed, serta HM Sabiq dari Mubina Tour sebagai Ketua Divisi Umum.

Hadir pula pada pertemuan tersebut, H Amirullah Amri dari Amha Tour, H Thamrin dari Zamsam Tour, Aminuddin Jafar dari Anmar, H Mustari Ago dari Armina Sari, H Dasril dari Tima Wisata, H Udin dan H Tawakkal dari Anamona Tour, serta Indrawaty dari Salsabila Tour.

Usai rapat, mereka berkunjung ke direksi PT Media Fajar dan diterima Dirut PT Media Fajar, H Syamsu Nur, serta Komisaris PT Media Fajar, H Syafiuddin Makka. Pada kesempatan tersebut, Usman Jasad mengungkapkan, dengan asosiasi tersebut pihaknya mau menggabungkan kekuatan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah. "Selama ini banyak permasalahan soal visa dan sebagainya. Jadi kita menggabungkan kekuatan untuk meminimalisir permasalahan tersebut," ungkapnya.

Usman menambahkan, potensi perjalanan umrah dan haji di Makassar sangat besar. Dalam sebulan kata Usman, jemaah umrah dari Makassar yang berangkat mencapai ribuan orang. Hal itu membuat bisnis penyelenggaraan haji dan umrah di kota ini tumbuh subur. Dari sekian penyelenggara haji dan umrah, banyak yang tidak resmi, memberikan tarif murah, dan terkadang memberikan pelayanan tidak maksimal kepada jemaah. "Kita berusaha melakukan pendekatan kepada mereka agar berbisnis sesuai dengan koridor," ujar Usman.
SelengkapnyaIkatan Penyelenggara Haji dan Umrah (IPHU) Indonesia Timur

231 Jamaah Haji Plus Prima Saidah Siap Berangkat

Diposting oleh Fera on Senin, 10 Oktober 2011


Alhamdulillah tahun 2011 ini Travel Prima Saidah akan memberangkatkan sebanyak 231 jamaah dari seluruh Indonesia. Semua persiapan sudah siap termasuk latihan manasik yang sudah dilakukan pekan kemarin di Puncak Jawa Barat.


Semoga meraih haji mabrur. Amien.


83ESEWNNQFUJ


Haji Khusus

===== Haji, Umrah
Selengkapnya231 Jamaah Haji Plus Prima Saidah Siap Berangkat

Layanan Badal Haji Oleh Travel Prima Saidah

Diposting oleh Fera on Selasa, 04 Oktober 2011

HAJI BADAL yaitu menunaikan ibadah haji untuk orang lain yang telah tidak mampu lagi melaksanakan ibadah haji ataupun telah meninggal dunia. orang yang telah memunaikan ibadah haji untuk dirinya sendiri, bisa membadalkan haji untuk orang lain.

Dalil-dalil :

1. Hadist riwayat Ibnu Abbas "Seorang perempuan dari kabilah Khats'am bertanya kepada Rasulullah "Wahai Rasulullah ayahku telah wajib Haji tapi dia sudah tua renta dan tidak mampu lagi duduk di atas kendaraan apakah boleh aku melakukan ibadah haji untuknya?" Jawab Rasulullah "Ya, berhajilah untuknya" (H.R. Bukhari Muslim dll.).

2. Hadist riwayat Ibnu Abbas " Seorang perempuan dari bani Juhainah datang kepada Rasulullah s.a.w. bertanya "Rasulullah!, Ibuku pernah bernadzar ingin melaksanakan ibadah haji, hingga beliau meninggal padahal dia belum melaksanakan ibadah haji tersebut, apakah aku bisa menghajikannya?. Rasulullah menjawab "Hajikanlah untuknya, kalau ibumu punya hutang kamu juga wajib membayarnya bukan? Bayarlah hutang Allah, karena hak Allah lebih berhak untuk dipenuhi" (H.R. Bukhari & Nasa'i).

3. "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w. berkata "Ayahku meninggal, padahal dipundaknya ada tanggungan haji Islam, apakah aku harus melakukannya untuknya? Rasulullah menjawab "Apakah kalau ayahmu meninggal dan punya tanggungan hutang kamu juga wajib membayarnya ? "Iya" jawabnya. Rasulullah berkata :"Berahjilah untuknya". (H.R. Dar Quthni)

4. Riwayat Ibnu Abbas, pada saat melaksanakan haji, Rasulullah s.a.w. mendengar seorang lelaki berkata "Labbaik 'an Syubramah" (Labbaik/aku memenuhi pangilanmu ya Allah, untuk Syubramah), lalu Rasulullah bertanya "Siapa Syubramah?". "Dia saudaraku, Rasulullah", jawab lelaki itu. "Apakah kamu sudah pernah haji?" Rasulullah bertanya. "Belum" jawabnya. "Berhajilah untuk dirimu, lalu berhajilah untuk Syubramah", lanjut Rasulullah. (H.R. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Dar Quthni dengan tambahan "Haji untukmu dan setelah itu berhajilah untuk Syubramah". Hukum menyewa orang untuk melaksanakan haji (badal haji):


Syarat-syarat menghajikan orang lain :

1. Niyat menghajikan orang lain dilakukan pada saat ihram. Dengan mengatakan, misalnya, "Aku berniyat melaksanakan ibadah haji atau umrah ini untuk si fulan".

2. Orang yang dihajikan tidak mampu melaksanakan ibadah haji, baik karena sakit atau telah meninggal dunia. Halangan ini, bagi orang yang sakit, harus tetap ada hingga waktu haji, kalau misalnya ia sembuh sebelum waktu haji, maka tidak boleh digantikan.

3. Telah wajib baginya haji, ini terutama secara finansial.

4. Harta yang digunakan untuk biaya orang yang menghajikan adalah milik orang yang dihajikan tersebut, atau sebagian besar miliknya.

5. Sebagian ulama mengatakan harus ada izin atau perintah dari pihak yang dihajikan. Ulama Syafi'i dan Hanbali mengatakan boleh menghajikan orang lain secara sukarela, misalnya seorang anak ingin menghajikan orang tuanya yang telah meninggal meskipun dulu orang tuanya tidak pernah mewasiatkan atau belum mempunyai harta untuk haji.

6. Orang yang menghajikan harus sah melaksanakan ibadah haji, artinya akil baligh dan sehat secara fisik.

7. Orang yang menghajikan harus telah melaksanakan ibadah haji, sesuai dalil di atas. Seorang anak disunnahkan menghajikan orang tuanya yang telah meninggal atau tidak mampu lagi secara fisik. Dalam sebuah hadist Rasulullah berkata kepada Abu Razin "Berhajilah untuk ayahmu dan berumrahlah". Dalam riwayat Jabir dikatakan "Barang siapa menghajikan ayahnya atau ibunya, maka ia telah menggugurkan kewajiban haji keduanya dan ia mendapatkan keutamaan sepuluh haji". Riwayat Ibnu Abbas mengatakan "Barangsiapa melaksanakan haji untuk kedua orang tuanya atau membayar hutangnya, maka ia akan dibangkitkan di hari kiamat nanti bersama orang-orang yang dibebaskan" (Semua hadist riwayat Dar Quthni). Demikian, semoga membantu.

Kami menyediakan tenaga perwakilan di Makkah Al-Mukaromah yang siap untuk membadalkan haji dan tentunya yang membadalkan adalah orang yang telah berhaji serta mempunyai pengalaman serta ilmu Islam dalam melakukan Badal haji.

Jasa badal haji di prima saidah ini cukup hubungi 021-73888872.

Travel Umroh dan Haji Plus

Info seputar badal haji


===== Haji, Umrah

Badal Haji

Badal Haji

SelengkapnyaLayanan Badal Haji Oleh Travel Prima Saidah

Orang Tua Belum Berhaji? Badal Haji Solusinya

Diposting oleh Fera on Senin, 03 Oktober 2011

Badal Haji adalah sebuah istilah yang dikenal dalam fiqih Islam. Istilah yang lebih sering digunakan dalam kitab-kitab fiqih adalah al-hajju 'anil ghair, yaitu berhaji untuk orang lain.

Dan pada kenyataannya memang seseorang benar-benar melakukan ibadah haji, namun dia meniatkan agar pahalanya diberikan kepada orang lain, baik yang masih hidup namun tidak mampu pergi maupun yang sudah wafat.

Tentunya tindakan ini bukan hal yang mengada-ada, tetapi berdasarkan praktek yang dikerjakan oleh para shahabat nabi dan direkomendasikan langsung oleh beliau SAW.

Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan bertanya:†Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya harus melakukah haji untuknya?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya? Bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar." (HR Bukhari).

Hadits yang sahih ini menjelaskan bahwa seseorang boleh melakukan ibadah haji, namun bukan untuk dirinya melainkan untuk orang lain. Dalam hal ini untuk ibunya yang sudah meninggal dunia dan belum sempat melakukan ibadah haji.

Di dalam hadits yang lain, disebutkan ada seseorang yang berhaji untuk ayahnya. Kali ini ayahnya masih hidup, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan ibadah haji. Maka orang itu mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta fatwa.


Seorang wanita dari Khats`am bertanya, Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-nya untuk pergi haji, namun ayahku seorang tua yang lemah yang tidak mampu tegak di atas kendaraannya, bolehkah aku pergi haji untuknya?Rasulullah SAW menjawab,  (HR Jamaah)


Pendapat Para Ulama

Dengan adanya dalil-dalil di atas, maka kebolehan melakukan haji untuk orang lain ini didukung oleh jumhur ulama. Di antaranya adalah Ibnul Mubarak, Al-Imam Asy-Syafi`i, Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Imam Ahmad bin Hanbalrahimahumullah.

Syarat Harus Sudah Haji

Al-hajju anil ghair mensyaratkan bahwa orang yang melakukan badal haji itu harus sudah menunaikan ibadah haji terlebih dahulu, karena itu merupakan kewaiban tiap muslim yang mampu. Setelah kewajibannya sudah tunai dilaksanakan, bolehlah dia melakukan haji sunnah atau pergi haji yang diniatkan untuk orang lain.


Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW mendengar seseorang bertalbiyah, "Labbaikallhumma 'an Syubrumah." Rasulullah SAW bertanya, "Siapakah Syubrumah?" Dia menjawab, "Saudara saya." "Apakah kam sendiri sudah melaksanakan ibadah haji?" "Belum." Rasulullah SAW bersabda, "Jadikan haji ini adalah haji untukmu terebih dahulu. Baru nanti (haji tahun depan) kamu boleh berhaji untuk Syubrumah." (HR )

Dalam hal ini tidak disyaratkan harus orang tua sendiri atau bukan, juga tidak disyaratkan harus sama jenis kelaminnya. Juga tidak disyaratkan harus sudah meninggal.

Tentunya baik dan buruknya kualitas ibadah itu akan berpengaruh kepada nilai dan pahala disisi Allah SWT. Dan bila diniatkan haji itu untuk orang lain, tentu saja apa yang diterima oleh orang lain itu sesuai dengan amal yang dilakukannya.

Adapun amalan selama mengerjakan badal haji tapi di luar ritual ibadah haji, apakah otomatis disampaikan kepada yang diniatkan atau tidak, tentu kembali masalahnya kepada niat awalnya. Bila niatnya semata-mata membadalkan ibadah haji, maka yang sampai pahalanya semata-mata pahala ibadah haji saja. Sedangkan amalan lainnya di luar ibadah haji, maka tentu tidak sampai sebagaimana niatnya.

Sebaliknya, bila yang bersangkutan sejak awal berniat untuk melimpahkan pahala ibadah lainnya seperti baca Al-Quran, zikir, umrah dan lainnya kepada yang diniatkannya, ada pendapat yang mengatakan bisa tersampaikan.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc

Orang yang mati dan belum berhaji tidak lepas dari dua keadaan:

Pertama:

Saat hidup mampu berhaji dengan badan dan hartanya, maka orang yang seperti ini wajib bagi ahli warisnya untuk menghajikannya dengan harta si mayit. Orang seperti ini adalah orang yang belum menunaikan kewajiban di mana ia mampu menunaikan haji walaupun ia tidak mewasiatkan untuk menghajikannya. Jika si mayit malah memberi wasiat agar ia dapat dihajikan, kondisi ini lebih diperintahkan lagi. Dalil dari kondisi pertama ini adalah firman Allah Ta’ala,

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ

“Mengerjakan haji ke Baitullah adalah kewajiban manusia terhadap Allah, [yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah]” (QS. Ali Imran: 97)

Juga disebutkan dalam hadits shahih, ada seorang laki-laki yang menceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh ada kewajiban yang mesti hamba tunaikan pada Allah. Aku mendapati ayahku sudah berada dalam usia senja, tidak dapat melakukan haji dan tidak dapat pula melakukan perjalanan. Apakah mesti aku menghajikannya?” “Hajikanlah dan umrohkanlah dia”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad dan An Nasai). Kondisi orang tua dalam hadits ini telah berumur senja dan sulit melakukan safar dan amalan haji lainnya, maka tentu saja orang yang kuat dan mampu namun sudah keburu meninggal dunia lebih pantas untuk dihajikan.

Di hadits lainnya yang shahih, ada seorang wanita berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku bernadzar untuk berhaji. Namun beliau tidak berhaji sampai beliau meninggal dunia. Apakah aku mesti menghajikannya?” “Berhajilah untuk ibumu”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Ahmad dan Muslim)

Kedua:

Jika si mayit dalam keadaan miskin sehingga tidak mampu berhaji atau dalam keadaan tua renta sehingga semasa hidup juga tidak sempat berhaji. Untuk kasus semacam ini tetap disyari’atkan bagi keluarganya seperti anak laki-laki atau anak perempuannya untuk menghajikan orang tuanya. Alasannya sebagaimana hadits yang disebutkan sebelumnya.

Begitu pula dari hadits Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seseorang berkata, “Labbaik ‘an Syubrumah (Aku memenuhi panggilanmu atas nama Syubrumah), maka beliau bersabda, “Siapa itu Syubrumah?” Lelaki itu menjawab, “Dia saudaraku –atau kerabatku-”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bertanya, “Apakah engkau sudah menunaikan haji untuk dirimu sendiri?” Ia menjawab, ”Belum.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan, “Berhajilah untuk dirimu sendiri, lalu hajikanlah untuk Syubrumah.” (HR. Abu Daud). Hadits ini diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma secara mauquf (hanya sampai pada sahabat Ibnu ‘Abbas). Jika dilihat dari dua riwayat di atas, menunjukkan dibolehkannya menghajikan orang lain baik dalam haji wajib maupun haji sunnah.

Adapun firman Allah Ta’ala,

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS. An Najm: 39). Ayat ini bukanlah bermakna seseorang tidak mendapatkan manfaat dari amalan atau usaha orang lain. Ulama tafsir dan pakar Qur’an menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah amalan orang lain bukanlah amalan milik kita. Yang jadi milik kita adalah amalan kita sendiri. Adapun jika amalan orang lain diniatkan untuk lainnya sebagai pengganti, maka itu akan bermanfaat. Sebagaimana bermanfaat do’a dan sedekah dari saudara kita (yang diniatkan untuk kita) tatkala kita telah meninggal dunia. Begitu pula jika haji dan puasa sebagai gantian untuk orang lain, maka itu akan bermanfaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mati namun masih memiliki utang puasa, maka hendaklah ahli warisnya membayar utang puasanya.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Aisyah). Hal ini khusus untuk ibadah yang ada dalil yang menunjukkan masih bermanfaatnya amalan dari orang lain seperti do’a dari saudara kita, sedekah, haji dan puasa. Adapun ibadah selain itu, perlu ditinjau ulang karena ada perselisihan ulama di dalamnya seperti kirim pahala shalat dan kirim pahala bacaan qur’an. Untuk amalan ini sebaiknya ditinggalkan karena kita mencukupkan pada dalil dan berhati-hati dalam beribadah. Wallahul muwaffiq.



Para ulama menjelaskan bahwa ada tiga syarat boleh membadalkan haji:


  • Orang yang membadalkan adalah orang yang telah berhaji sebelumnya.
  • Orang yang dibadalkan telah meninggal dunia atau masih hidup namun tidak mampu berhaji karena sakit atau telah berusia senja.
  • Orang yang dibadalkan hajinya mati dalam keadaan Islam. Jika orang yang dibadalkan adalah orang yang tidak pernah menunaikan shalat seumur hidupnya, ia bukanlah muslim sebagaimana lafazh tegas dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias dia sudah kafir. Sehingga tidak sah untuk dibadalkan hajinya.




===== Haji, Umrah

Badal Haji

SelengkapnyaOrang Tua Belum Berhaji? Badal Haji Solusinya

Tips Aman Berangkat Haji

Diposting oleh Fera

Mulai Senin (2/10/2011), seluruh calon haji (calhaj) Indonesia bergerak memenuhi panggilan Allah SWT ke Baitullah, Mekkah Almukarromah, Arab Saudi. Mereka datang menggunakan angkutan pesawat dari sejumlah embarkasi dan mendarat di Bandara King Abdul Azis Jeddah dan Bandara Madinah, Arab Saudi. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal kelompok terbang (kloter) calhaj. Insya Allah dalam batas waktu tertentu, seluruh jemaah dapat diterbang ke Tanah Suci dan kembali ke tanah air dengan selamat.

Tugas negara bernuansa ibadah ini sungguh mulia. Sebab pemberangkatan berkisar 220 ribu jemaah Indonesia, bukanlah hal mudah. Hal ini berbeda dengan memberangkatkan ribuan personel atau ratusan batalyon tentara ke satu medan pertempuran. Bila tentara sudah terlatih bertahun-tahun digambleng di medan latihan, sementara jemaah haji hanya beberapa bulan mengikuti latihan ((manasik) haji, selain itu usia, pendidikan, stastus sosial, ekonomi juga bervariasi. Untuk itu, memberangkatkan jemaah haji sangat berbeda dengan memberangkatkan pasukan ke medan pertempuran.

Singkat kata, sesuai dengan UU Haji, maka kewajiban dan hak jemaah diatur dalam peraturan tersebut. Terkait dengan peraturan dan perundang-undangan ini, pihak jemaah juga hendaknya memahami dengan benar bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukanlah perjalanan biasa atau wisata, namun perjalanan ini adalah perjalanan ibadah. Untuk itu, tanamkan niat pertama ke Tanah Suci adalah ibadah yakni menunaikan rukun Islam kelima, tidak ada niat lain kecuali karena Allah SWT.

Lalu, calhaj yang kini dalam persiapan masuk asrama haji, selanjutnya bertolak ke Tanah Suci, penulis ingin berbagi pengalaman dan saran agar jemaah merasa aman dan nyaman selama menunaikan ibadah haji, terutama mengenai barang bawaan, jangan sampai barang bawaan bikin repot sendiri. Berikut tips atau kiat aman dan nyaman berangkat haji ke Tanah Suci.

1. Sesuai jadwal panitia pusat masa perjalanan ibadah haji ke tanah suci dan kembali ke tanah air selama 41 hari, karena itu, sebelum meninggalkan rumah, terlebih dahulu minta restu dan izin seluruh anggota keluarga, tetangga terdekat. Jaga kesehatan sebab ibadah haji adalah ibadah yang membutuhkan kemampuan dan kesehatan fisik.
2. Pihak penerbangan membagi-bagikan satu koper haji ukuran besar, satu tas tentengan dan satu tas dokumen/jemaah. Koper ini hendaknya diisi baju ihram 2 atau 3 stel bagi wanita/pria, seragam jemaah, pakaian sehari-hari/pakaian salat, pakain dalam, baju hangat, sandal atau sepatu ringan, obat-obatan. Intinya adalah bawalah pakaian seperlunya saja. Karena ini perjalanan ibadah, bukan wisata.
3. Tas Tentengan, diisi pakain ihram 1 stel, handuk, pakaian dalam, perlengkapan mandi, sandal.
4. Tas dokumen, diisi dengan paspor. dokumen kesehatan, buka manasik haji, buku doa.
5. Kenali identitas/ciri khas rekan satu rombongan/kloter.
6. Selama dalam penerbangan, gunakan istirahat, sekali-sekali gerakkan anggota badan untuk olahraga kecil sambil duduk dan tetap mengenakan sabuk pengaman. Jangan membuang air sembarangan di pesawat. Selalu minta bantuan peramugari bila ada sesuatu hal yang penting.
7. Begitu tiba di bandara, pemondokan, pertama sekali perhati-hatikan tanda-tanda yang mudah diingat. Jangan asal masuk atau jalan sendiri alias sok tahu atau sok pintar, maklum kota tersebut mungkin baru pertama kali diinjak. Pahami mengenai rambu lalulintas dan nomor lantai hotel/pemondokan.
8. Bila janjian dengan rekan satu rombongan, tentukan titik kumpul dengan tanda apa. Misalnya pintu masjid, atau latarbelakang gedung apa. Sepakati jam berapa kumpul. Bila sesat jalan, laporkan kepada petugas dan sebutkan alamat pemondokan.
9. Identitas diri jangan ketinggalan dan bawa ke mana-mana, termasuk alamat pemondokan jemaah, seperti kartu nama hatel tempat penginapan.
10. Bila naik taksi sebaiknya kaum pria lebih dulu masuk taksi. Bila tidak penting, cukup jalan kaki untuk kesehatan.
11. Selama di Tanah Suci, perbanyak minum air bersih dan buah-buahan. Meski merasa tidak haus, bahkan kalangan dokter menganjurkan calhaj jangan minum air es karena bisa batuk-batuk atau flu.
12. Calhaj Indonesia pada umumnya membawa uang bekal atau uang saku. Selama di Madinah dan Mekkah jangan banyak membawa uang, tapi bawalah secukupnya bila pergi ke Masjidil Nabawi atau Masjidil Haram Mekkah Almukarromah, dan selebihnya dianjurkan agar disimpan atau dititipkan di pemondokan. Jangan memasak di pemondokan.
13. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Bila ada hal-hal yang mencurigakan, sebaiknya lapor kepada petugas haji indonesia atau petugas keamanan Arab Saudi.
14. Sesuai prosedur tetap (protap) petugas haji Indonesia, termasuk keamanan (TNI/Polri) sudah melekat di rombongan jemaah. Bahkan posko dan pelayanan kesehatan juga disediakan.
15. Seluruh pelayanan haji (akomodasi dan kesehatan) gratis untuk calhaj Indonesia, terutama yang dikelola pemerintah (jemaah reguler dan ONH khusus). Berobat dan periksa kesehatan penginapan, angkutan, makan, semua biaya ditanggung pemerintah Indonesia.
16. Kewajiban jemaaha, antara lain wajib membayar ONH, mematuhi peraturan selama perjalanan ibadah haji, kemudian haknya adalah memperoleh pelayanan prima dari pemerintah, termasuk pendampingan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Arab Saudi.
17. Hal terpenting adalah, seluruh jemaah (calhaj dan petugas/panitia) jangan sombong dan takabbur di tanah suci. Bila khilaf, istighfar dengan sungguh-sungguh.
18. Jangan membawa barang-barang berbahaya, misalnya barang yang mudah meledak, kompor, gunting, pisau, gas, laptop, kamera, senjata tajam. Buku-buku yang tidak ada kaitan dengan ibadah haji, karena hal ini akan merepotkan di saat pemeriksaan keimigrasian di bandara Kerajaan Arab Saudi.
19. Kurangi budaya belanja oleh-oleh berlebihan. Sebagian besar, barang dagangan yang digelar di sana juga terdapat di tanah air.
20. Perbanyak doa dan mohon ampunan Allah SWT.
21. Dan lain-lainnya……===== Haji, Umrah

Sumber: Poskota
SelengkapnyaTips Aman Berangkat Haji

Calhaj Jangan Tinggalkan Utang

Diposting oleh Fera on Sabtu, 01 Oktober 2011

Padang, MinangkabauNews -- Sebelum berangkat ke Makkah, jamaah calon haji (calhaj) Padang diimbau untuk tidak meninggalkan utang. Hal ini agar calhaj bisa lebih khusuk saat beribadah di Tanah Suci.

"Jangan bawa utang ke Makkah," ujar Wakil Walikota Padang, hari ini. Dia berpesan agar jamaah calhaj sebelum berangkat ke Makkah untuk menyelesaikan segala urusan utang piutang. Calhaj diharapkan tidak meninggalkan utang ke keluarga yang ditinggalkan.

Dia juga berpesan agar calhaj menjaga niat menunaikan rukun Islam kelima itu hanya untuk Allah SWT, bukan atas kepentingan lain seperti jalan-jalan, urusan bisnis atau sekedar untuk mendapatkan gelar haji.

Sementara itu, kementerian Agama Kota Padang Drs. H. Syamsul bahri, MM berpesan pada ratusan calhaj yang di Padang untuk menjaga nama baik bangsa. Mereka juga diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik sepulang dari Tanah Suci.

Dia menambahkan, saat ini kondisi umat sudah sangat mengkhawatirkan karena sudah kehilangan rasa malu, sifat jujur dan sopan santun. Banyak orang yang sudah tidak malu lagi berbuat maksiat bahkan terkesan bangga dengan mempertontonkannya. "Semakin sedikit umat yang jujur meskipun semakin banyak yang pintar. Begitu juga dengan sopan santun yang sudah mulai luntur. Ketiga hal ini harus jadi perhatian kita semua,� bebernya.

Ia juga menyebutkan, Babinrohis Padang ke depan harus mampu membuat program yang dapat meningkatkan jati diri PNS sebagai pelayan masyarakat yang amanah. Dengan membuat modul ceramah yang terarah dan terukur sesuai dengan tema yang dibutuhkan. Karena menurut Sakira, ceramah yang selama ini dibuat belum terarah dan terprogram.



Untuk tahun ini, Padang akan memberangkatkan 1265 calon haji. Kolter I akan bertolak pada 2 Oktober dan memasuki Asrama haji Padan pada 2 Oktober.




===== Haji, Umrah
SelengkapnyaCalhaj Jangan Tinggalkan Utang

Tips Merencanakan Biaya Pergi Haji Dengan Dana Terbatas

Diposting oleh Fera on Jumat, 30 September 2011

Tips Merencanakan Biaya Pergi Haji Dengan Dana Terbatas

Labaik…. Allahuma labaik....

Muslim dari seluruh dunia berbagai ras dan suku bangsa datang bondong-bondong menuju ke satu tempat untuk melakukan ibadah haji. Tak peduli kaya, tak peduli miskin, tak peduli dari mana asalnya dan apa pekerjaannya, semuanya berkumpul di tempat yang sama dengan pakaian yang sama dan melakukan hal yang sama. Sungguh, ibadah haji merupakan ibadah yang spesial untuk ummat Islam.

Sebagian besar jamaah yang pulang dari menjalankan ibadah haji merasakan betapa kerinduan mereka begitu tinggi untuk kembali ke sana. Dan bagi yang belum pernah ke sana, namun sudah memiliki niat yang kuat untuk berangkat haji. Biasanya juga memiliki kerinduan yang tidak kalah besarnya untuk segera berangkat ke sana. Mendengarkan pengalaman para haji dan hajjah saja tidaklah cukup, Kerinduan itu hanya bisa diobati dengan datang langsung dan menjalankan ibadah haji sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Namun tidak mudah untuk bisa berangkat haji dan menjadi salah satu tamu Allah. Selain persiapan mental dan fisik yang harus prima, biasanya kendala keuangan menjadi penghalang yang utama. Tidak sedikit jamaah haji asal Indonesia berusia senja di atas umur 40 atau 50 tahun, sebagian mungkin berangkat di usia senja karena baru mendapat hidayah untuk segera berangkat haji, namun sebagian lagi terpaksa menunda karena alasan faktor biaya.

Mumpung masih muda, mari kita kuatkan niat kita untuk segera berangkat haji ke tanah suci. Biaya bukan kendala kalau memang niat sudah kuat membaja. Tinggal bagaimana kita mengatur strateginya saja, supaya bisa berangkat sesegera mungkin dan menunaikan rukun Islam kelima ini.

Perkiraan Biaya

Memang biaya haji tidaklah kecil, apalagi kalau kita amati dari tahun ke tahun ternyata hampir selalu mengalami kenaikan. Sebelum krismon, pada saat nilai tukar rupiah terhadap dollar masih rendah, biaya naik haji masih dibawah angka 10 juta. Namun setelah krisis moneter menghantam Indonesia dan nilai tukar dollar pun melambung tinggi, biaya perjalanan ibadah haji (bpih) pun melonjak sampai di atas 20 juta untuk setiap jamaah.

Kalau kita hitung dengan nilai rupiah, BPIH memang melonjak jauh. Karena sebagian besar komponen biaya memang dikeluarkan di luar negeri yang menggunakan mata uang dollar sebagai standar. Ketika nilai tukar rupiah melemah, maka biayanya menjadi bertambah mahal lagi.

Tentu saja fluktuasi harga ini akan menyulitkan untuk melakukan perkiraan berapa biayanya beberapa tahun yang akan datang jika kita ingin menyiapkan dananya dari sekarang. Oleh karena itu, dalam merencanakan biaya naik haji, gunakanlah perkiraan harga dalam mata uang dollar atau dalam bentuk logam mulia emas.

Kalau dinilai dalam dollar atau emas, biaya perjalanan ibadah haji yang ditetapkan pemerintah berkisar antara US$ 2.500 – 3.000 per jamaah, atau sekitar 250 – 300 gram emas murni. Angka inilah yang bisa kita jadikan sebagai target pengumpulan dana untuk naik haji kelak, insya Allah.

Tabungan Haji

Perbankan memiliki sebuah produk yang dikhususkan untuk nasabahnya yang akan segera berangkat ke tanah suci. Produk seperti ini bisa bermacam-macam namanya. Ada sebagian bank yang menamakannya Tabungan Haji Indonesia, ada juga yang menyebutnya Tabungan Arafah atau Tabungan Mabrur.

Apapun namanya produknya, ini adalah produk tabungan yang bersifat khusus yang diselenggarakan oleh bank. Tabungan ini selain berfungsi sebagai sarana menyimpan uang, juga membantu nasabah dalam hal administrasi pendaftaran haji. Karena tabungan ini khusus dirancang untuk membantu nasabah mempersiapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan cara mendaftarkan nasabah langsung ke Departemen Agama secara on-line melalui SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu).

Jika waktu pendaftaran haji sudah dibuka, bank akan mendaftarkan nasabahnya sebagai calon jamaah haji hingga mendapatkan kepastian untuk berangkat pada musim haji berikutnya. Bahkan sekarang ini, pemerintah hanya menerima pendaftaran haji melalui tabungan haji di bank agar bisa serentak dan membatasi quota.

Kelebihan lain dari tabungan haji ini adalah, bank juga dapat memberikan dana talangan pada nasabah yang ingin naik haji tahun itu tapi memiliki kendala arus kas. Bank bisa menyediakan dana talangan pelunasan BPIH sebelum tanggal akhir pelunasan, tentu saja jika bisa dipastikan bahwa nasabah itu mampu untuk mengembalikan dana talangan tersebut sebelum berangkat.

Karena banyaknya fasilitas tambahan yang diberikan, biasanya bank memberikan bagi hasil yang lebih kecil jika dibandingkan dengan tabungan biasa. Bahkan kalau dibandingkan nibah bagi hasil tabungan haji bisa jadi hanya setengah dari nisbah tabungan biasa.

Hal ini biasanya tidak terlalu bermasalah bagi nasabah, karena umumnya niat mereka membuka tabungan haji adalah untuk mendapatkan pelayanan pendaftaran haji, bukan mengharapkan bagi hasil. Yang penting dapat kepastian kursi, bagi hasil kecil tidak masalah. Begitu kira-kira alasan mereka.

Untuk itu, menurut hemat saya, tabungan haji ini tidak efektif jika dimaksudkan sebagai sarana investasi dalam jangka panjang. Produk ini lebih cocok untuk untuk jangka pendek, dengan niat untuk mengumpulkan uang khusus biaya naik haji dan agar tidak terpakai untuk keperluan lain.

Asuransi Haji

Bukan cuma bank yang mengeluarkan produk tabungan khusus untuk biaya haji, perusahaan asuransi pun tak mau ketinggalan menciptakan produk asuransinya khusus untuk masyarakat yang ingin menyiapkan dana untuk naik haji.

Mekanisme asuransi ini sebetulnya hampir sama dengan asuransi dwiguna lainnya seperti asuransi pensiun atau asuransi pendidikan. Yaitu asuransi yang mengandung unsur proteksi dan investasi. Setiap premi yang dibayarkan sebagian dialokasikan untuk proteksi dan sebagian lagi dialokasikan untuk investasi.

Dengan asuransi haji, kita bisa melakukan penyiapan dana yang lebih terencana dan terjadwal dengan baik. Anda hanya perlu menetapkan target kapan akan naik haji, maka perusahaan asuransi bisa menghitungkan untuk Anda berapa kira-kira setoran yang harus dibayarkan untuk mencapai target tersebut.

Tentunya manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan jugalah yang punya keputusan. Jika terjadi hal diluar rencana seperti kematian misalya, asuransi akan memberikan santunan kepada ahli waris. Selain itu, asuransi juga dapat memberikan biaya penyelenggaraan ibadah haji kepada keluarga yang ditinggalkan. Jika sang ayah sudah susah payah mengumpulkan sejumlah uang untuk naik haji namun ajal sudah keburu menjemput, maka istrinya atau anaknya bisa menggantikannya berangkat haji.

Emas

Kalau kita lihat orang-orang tua jaman dulu, mereka bisa pergi haji dengan menjual tanah, emas atau hewan ternak mereka. Itulah alat investasi jaman dahulu, benda-benda yang memiliki nilai yang naik atau setidaknya tidak habis dimakan waktu. Dan yang paling efektif biasanya adalah dalam bentuk emas.

Karena emas memiliki nilai yang stabil jika dibandingkan dengan kenaikan harga (inflasi) dan juga stabil jika dibandingkan dengan nilai mata uang asing, maka emas bisa menjadi alat investasi yang efektif untuk menyiapkan dana naik haji. Selain itu, cara menghitungnya juga mudah saja. Bagi saja target emas 2.500 – 3.000 gram dengan jumlah tahun kita akan berangkat haji.

Sebagai contoh adalah ilustrasi berikut. Pak Adi dan Bu Beti berniat untuk bisa naik haji bersama-sama sekitar lima tahun yang akan datang. Pada saat ini keduanya memiliki simpanan emas sebanyak 50 gram. Maka untuk menghitung berapa gram emas yang harus dipersiapkan oleh keduanya adalah sebagai berikut:

Biaya yang diperlukan = 250 gram x 2 = 500 gram emas
Biaya yang sudah ada = 50 gram emas -
Biaya yang masih perlu disiapkan = 450 gram emas


Tabungan emas = 450 gram = 90 gram/tahun = 7,5 gram/bulan = 5 tahun

Dari perhitungan tersebut terlihat, bahwa kalau Pak Adi dan Ibu Beti ingin naik haji 5 tahun yang akan datang, mereka perlu menabung sebanyak 90 gram emas per tahun atau 7,5 gram setiap bulannya. Kalau itu mereka lakukan dengan rutin, maka pada tahun kelima mereka sudah bisa memiliki 500 gram emas untuk biaya naik haji 2 orang.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan jika menyimpan emas untuk naik haji, bahwa emas simpanan harus dikenakan zakat. Jika simpanan emasnya sudah melebihi 85 gram, maka pak Adi dan Ibu Beti harus membayar zakat sebanyak 2,5% dari jumlah emas yang mereka miliki. Zakat ini harus dibayarkan setiap satu tahun sekali, baik berupa emas ataupun uang yang senilai dengan emas tersebut.

Tapi jangan lupa, berinvestasi emas bukan berarti tidak beresiko. Resiko yang paling besar jika berinvestasi pada emas adalah masalah penyimpanannya. Harus hati-hati sekali menyimpan emas, jangan sampai harta yang sudah dikumpulkan susah payah untuk menjalankan ibadah malah raib digasak perampok. Oleh karena itu, disarankan agar menyimpannya di lemari besi atau safe deposit box yang bisa disewa di bank tertentu.

Atau kalau lebih praktis lagi, kita bisa membeli koin emas ONH di Pegadaian dan menitipkannya disana tanpa harus dibawa pulang. Yang kita bawa pulang hanya surat-suratnya saja sebagai tanda kepemilikan, sedangkan emasnya sendiri dititipkan di Pegadaian. Tentu saja cara ini bisa lebih aman walau harus membayar biaya tambahan untuk penitipan emas tersebut.

Ternyata, ada banyak cara untuk bisa naik haji. Jangan berkilah belum mampu sedangkan haji hanya diwajibkan untuk yang mampu. Tapi mampukanlah diri Anda untuk memenuhi panggilan Allah ke rumah-Nya. Kuatkan niat, sempurnakan ikhtiar, insya Allah naik haji bukan cuma impian lagi.

Talangan Haji

Kini perbankan syariah mengeluarkan produk talangan haji dimana pihak bank akan membantu jamaah untuk dapatkan nomor porsi haji, produk ini laris manis karena membantu calon jamaah yang memiliki dana terbatas.

Salam
Ahmad Gozali

Dikutip dari Majalah Alia


Perencana Keuangan===== Haji, Umrah
SelengkapnyaTips Merencanakan Biaya Pergi Haji Dengan Dana Terbatas

Biaya Haji Terus Turun

Diposting oleh Fera

Bila tren waiting list haji makin lama, maka tren biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) akan cenderung menurun. Setidaknya itu dibuktikan dengan musim haji 2010 dan 2011.

Penurunan itu terjadi karena direct cost yaitu biaya yang ditanggung jamaah turun sebab dibebankan ke indirect cost. Indirect cost dibiayai dari dana optimalisasi alias “bunga“ dari setoran awal calhaj Rp 20 juta dan Rp 25 juta yang dikelola pemerintah dalam instrumen investasi sukuk dll.

“Tren biaya haji akan lebih murah karena subsidi dari (manfaat investasi) sukuk lumayan," kata Direktur Pengelolaan Dana Haji Kemenag Achmad Djunaedi dalam pembekalan media center haji di Hotel Aquila, Jl Pasteur, Bandung, Selasa (20/9/2011).

Optimisme Djunaidi ditunjukkan dengan dua tahun berturut-turut ongkos haji (direct cost) yang menurun.

Pada 2010, biaya naik haji di kisaran Rp 31.080.000, turun Rp 700 ribuan dari tahun sebelumnya. Pada 2011, biaya haji di rerata Rp 30.771.900, turun Rp 308.700 dari biaya tahun 2010. "Jadi di masa Pak Suryadharma Ali sudah turun dua kali," ujar Djunaedi bangga.

Jamaah haji tahun ini mendapatkan subsidi (indirect cost) dari “bunga" atau dana optimalisasi setoran awal jamaah senilai Rp 7.306.062 per orang. Sedangkan tahun lalu sekitar Rp 5 juta per orang.

Indirect cost ini diwujudkan dalam bentuk pelayanan di dalam negeri antara lain biaya paspor, akomodasi dan konsumsi di embarkasi asrama haji. Juga pelayanan di Tanah Suci mulai subsidi sewa pemondokan hingga konsumsi di Madinah, Arafah dan Mina.

Sedang direct cost yang ditanggung jamaah digunakan untuk empat hal, yaitu:
1. Biaya penerbangan haji Indonesia ke Arab Saudi PP.
2. General service fee untuk Kerajaan Saudi
3. Sewa pemondokan di Makkah dan Madinah
4. Living cost (langsung diberikan pada jamaah).

Di masa depan, empat poin yang ditanggung jamaah akan berkurang.
“Suatu masa nanti akan membayar dua (poin) saja," kata Djunaedi.

Jamaah haji Indonesia tahun ini berjumlah 221 ribu dengan rincian 201 ribu jamaah haji reguler dan 20 ribu jamaah haji khusus (ONH Plus). Masa tunggu (waiting list) untuk jamaah reguler rata-rata 6 tahun sedang jamaah ONH Plus 1 tahun. Sebanyak 1,5 juta orang saat ini masuk waiting list.









Terkait:

Info Biaya Haji 2012

===== Haji, Umrah
SelengkapnyaBiaya Haji Terus Turun

Panduan Pendaftaran Haji Plus

Diposting oleh Fera on Rabu, 28 September 2011


Untuk pendaftaran haji atau umroh di Prima Saidah sangat mudah, cukup mendatangi kantor Travel Prima Saidah di kawasan mampang, Jakarta Selatan dengan membawa persyaratan dokumen seperti KTP dan Paspor juga meyerahkan uang muka atau DP.

Bagi anda yang sibuk atau juga jauh dari lokasi kantor bisa mendapatkan layan antar dokumen yang cepat, mudah dan aman bersama petugas travel Prima Saidah yang sudah siap membantu, pastikan persyaratan mendaftar dipenuhi.

Pastikan bagi jamaah yang daftar haji, untuk mendapatkan nomor urut kuota dari surat setoran awal BPIH sebagai tanda anda telah resmi daftar haji DEPAG RI dan menunggu pengumuman pemerintah. Kami juga melayani daftar umroh bersama Ust Uje ( Jefry Albuchori dan Mamah Dedeh ).

Untuk pelunasan haji atau umroh max 2 bulan sebelum berangkat dan syarat-syarat lain seperti sutik meningitis sudah dilaksanakan, pastikan anda tidak ikut program non-kuota yang tidak dianjurkan pemerintah RI.

Yuk Segera Mendaftar :-)

Link terkait :

Pendaftaran Haji Depag
SelengkapnyaPanduan Pendaftaran Haji Plus

Tips Memilih Waktu Terbaik Untuk Umrah

Diposting oleh Fera on Senin, 26 September 2011

Umrah adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Pelaksanaannya hampir mirip dengan ibadah haji, yaitu dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjid Al Haram.

Perbedaan umrah dengan haji hanyalah waktunya. Umrah bisa dilaksanakan sewaktu-waktu (kecuali hari Arafah tanggal 10 Dzulhijah dan hari-hari Tasyrik tanggal 11,12,13 Dzulhijah). Dan bila dilakukan saat bulan Ramadhan, pahalanya sama dengan melakukan ibadah haji (tapi tetap tidak membatalkan kewajiban berhaji). Sementara haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8-12 Dzulhijah. Pemilihan Waktu.

Bicara soal waktu, meski umrah bisa dilakukan kapan saja, pemilihan waktu sendiri sebenarnya cukup penting. Ini ada hubungannya dengan kondisi Arab Saudi yang memiliki iklim gurun. Pada musim panas (Juni-Agustus) suhu udara bisa mencapai lebih dari 45 derajat celcius. Sebaliknya pada musim dingin (November-Februari) suhu pada siang hari 38-42 derajat celsius, sementara malam bisa mencapai 8 derajat celsius. Pada bulan Maret-Mei, cuaca bisa dikatakan sedang sejuk dan lebih bersahabat. Mengingat cuaca yang begitu panas, ada baiknya memilih waktu sesuai dengan kondisi Anda.

Jika Anda termasuk orang yang mudah lelah, atau Anda memilih beribadah dengan rasa nyaman, pilihlah waktu dengan cuaca bersahabat. Pasalnya, setelah melalui penerbangan yang lumayan panjang (sekitar 10 jam penerbangan) dan perbedaan waktu lebih kurang 4 jam di belakang waktu Jakarta (GMT+3), Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu dengan beribadah yang dilakukan tidak hanya di dalam masjid, tapi juga di ruang terbuka. Namun, ibadah umrah sendiri selain banyak diminati pada bulan Ramadhan, juga ramai dilakukan pada musim liburan (Juni-Agustus).

Jadi jika Anda memutuskan melaksanakannya di bulan-bulan itu, ada sedikit tips. Selalu gunakan pakaian berwarna putih yang memantulkan panas matahari. Dengan begitu, energi Anda tidak mudah terkuras karena panas tidak diserap baju dan tubuh. Bulan Menentukan Biaya. Pemilihan waktu sendiri juga menentukan besarnya biaya yang akan Anda keluarkan.

Jika Anda memilih pergi umrah di musim liburan, menjelang musim haji atau menjelang Ramadhan, maka biaya yang dikeluarkan pasti akan lebih besar. Mengapa? Karena umumnya kenaikan paket umrah terjadi di tiga musim ini. Pertama karena pada musim-musim tersebut biasanya peminat umrah meningkat Kedua, pada saat ini terjadi persaingan ketat antar sesama meskapai penerbangan. Otomatis ini mempengaruhi pesawat yang akan dipergunakan. Pihak travel kesulitan untuk mendapatkan tarif pesawat di bawah 1.000 dolar AS untuk penerbangan Indonesia - Saudi Arabia.

Nah, jika Anda ingin mencari biaya perjalanan yang cenderung murah, ambillah paket umrah pada bulan Januari hingga Mei. Pada semester ini, harganya biasanya lebih murah dibandingkan paket umrah untuk bulan Juni, Juli hingga Oktober atau Desember.
SelengkapnyaTips Memilih Waktu Terbaik Untuk Umrah

Video Haji ( Panduan Manasik Bagi Jamaah )

Diposting oleh Fera on Sabtu, 24 September 2011




Untuk mempermudah para calon jamaah haji dalam melaksanakan setiap tahap demi tahap dalam rangkaian Ibadah Haji, Kementerian Agama RI merilis video haji sebagai panduan perjalanan haji.

Dengan dirilisnya video ini, diharapkan calon jamaah haji bisa belajar lebih dini serta mempersiapkan segala sesuatunya lebih awal. Karena penggambaran visual akan lebih mudah dicerna dan dipahami oleh calon jamaah haji. Semoga rilis video panduan perjalanan haji ini akan mampu membantu calon jamaah haji untuk meraih predikat haji yang mabrur.




Berikut ini daftar Video Panduan Perjalanan Haji :


Semua rangkaian dalam video di atas adalah rangkaian pelaksanaan Haji ONH Biasa dibawah koordinasi Kementerian Agama RI.

Sumber : http://www.kemenag.go.id/

Video Haji

Manasik
SelengkapnyaVideo Haji ( Panduan Manasik Bagi Jamaah )

ONH Plus Kini Juga Harus Antri

Diposting oleh Fera on Senin, 12 September 2011

onh plus

Jamaah memilih layanan yang lebih baik dari haji reguler dengan memilih haji plus atau yang lebih dikenal saat ini dengan sebutan ONH Plus, namun karena banyaknya peminat maka daftar antrian juga semakin panjang sehingga kalau dahulu siapa saja yang sudah punya ongkos atau biaya bisa langsung daftar dan berangkat, kini harus menunggu minimal satu tahun.

Ongkos Naik Haji ( ONH ) plus tahun 2012 berkisar $7500
SelengkapnyaONH Plus Kini Juga Harus Antri

Kuota Haji Bertambah, Jamaah Indonesia Gembira

Diposting oleh Fera on Minggu, 11 September 2011

Indonesia akhirnya mendapat tambahan kuota haji 10.000 orang untuk tahun 2011 atau 1432 Hijriah setelah pemerintah Arab Saudi mengabulkan usulan kuota sesuai dengan data jumlah penduduk berdasarkan sensus. "Sehingga total jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan tahun 2011 sebanyak 221.000 orang," kata Menteri Agama Suryadharma Ali, Ahad.

Keterangan tersebut disampaikan Menag saat baru tiba dari Arab Saudi didampingi Sekjen Kemenag Bahrul Hayat dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto dalam rangka persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1432H/2011.

Menag menjelaskan, tambahan kuota haji tersebut akan dialokasikan kepada jamaah haji reguler sebanyak 7.000 orang, sehingga jumlah jamaah haji reguler menjadi 201.000 orang. "Sisanya, sebanyak 3.000 orang itu diperuntukkan jamaah haji khusus. Sehingga total jamaah haji khusus menjadi 20.000 orang," kata Suryadharma.

Sebelumnya, kuota haji Indonesia ditetapkan sebanyak 211.000. Jumlah itu dialokasikan kepada jamaah haji reguler sebanyak 194.000 orang dan haji khusus 17.000 orang. Namun hingga akhir pelunasan BPIH (biaya penyelenggaraan ibadah haji) tahap kedua masih tersisa kursi jamaah sebanyak 2.585 seat.

Republika.


SelengkapnyaKuota Haji Bertambah, Jamaah Indonesia Gembira

Yuk Nonton Di Bawah Lindungan Ka'bah ( Film )

Diposting oleh Fera on Sabtu, 20 Agustus 2011



JAKARTA, KOMPAS.com--Masyarakat pencinta film nasional kembali bisa menikmati film "Di Bawah Lindungan Ka’bah" (DBLK) versi terbaru yang mulai ditayangkan Jumat di bioskop-bioskop nasional. ( Cuplikan Trailer Film Di Bawah Lindungan Ka,bah Youtube  )

MD Entertaiment membuat Film bernuansa islami itu dengan mengambil latar belakang kota Padang, Sumatra Barat.

Film ini diangkat dari novel terkenal karya Buya Hamka dan pernah diproduksi tahun 1981 dengan sutradara Asrul Sani dengan menampilkan Cok Simbara dan Camelia Malik.

DBLK versi Asrul Sani itu menuai sukses di seluruh bioskop di Indonesia. Versi terbaru film Di Bawah Lindungan Ka’bah versi terbaru itu diproduseri Oleh Dhamoo Punjabi Manoj Punjabi dan disutradarai oleh Hanny R Saputra dengan menampilkan Laudya Cintya Bella (Zainab) dan Herjunot Ali(Hamid).

Film ini juga didukung oleh pemain legendaris tanah air seperti Didi Petet (Haji Ja?far), Widyawati (Nyonya Jafar), Jenny Rachman (Ibu kandung Hamid).

DBLK menceritakan tentang Kesetiaan dan pengorbanan cinta seorang pemuda bernama Hamid yang lahir dari keluarga tidak mampu dan hanya dibesarkan oleh seorang ibu. Hamid bisa menyelesaikan pendidikannya di perguruan Thawalib, sebuah insitusi pendidikan agama Islam yang terkenal di era awal abad 20-an.

Anak sulung Haji Ja?far Zainab (Laudya Cintya Bella) jatuh hati terhadap Hamid, perasaan yang sama dirasakan oleh Hamid. Namun karena perbedaan ekonomi dan dibayangi utang budi, Ibu Hamid melarang anaknya berharap memiliki Zainab.

Hamid berjuang pergi ke Mekah demi Zainab sementara Zainab berjuang mempertahankan cintanya demi Hamid.

Film yang mengambil latar belakang kota Padang, Sumatra Barat, itu disesuaikan dengan novel aslinya pada tahun 1920 dengan setting rumah dan suasana perkampungan Minang yang ditata apik.

Sutradara Hanny mengaku mengalami kesulitan dalam pembuatan setting suasana tahun 1920. "Untuk mendapatkan nuansa tahun 1920’an banyak hal yang harus dibuat agar kesannya bisa terasa pada masa itu," kata Hanny.

Hanny meminta agar dibuatkan surau yang digunakan untuk shalat dan berkumpul masyarakat kala itu. "Itu kita bangun di lokasi syuting di Daerah Gonjong Seribu, Kabupaten Solok Selatan. Dibuat sangat detil, setelah itu dihibahkan ke penduduk sekitar," kata Hanny.

Dia juga membuat setting perkampungan yang benar-benar menggambarkan perkampungan di kota Padang waktu itu.

Hanny juga berharap film ini menjadi sajian untuk Masyarakat dan sekaligus Film keluarga menjelang Idul Fitri dan dapat diambil Hikmahnya.

"Film ini adalah film romantis yang juga mengangkat tentang budaya dan agama. Semoga penonton yang menyaksikan film ini, bisa menangkapnya sebagai suatu yang utuh untuk kemudian membawa sesuatu untuk dibawa pulang," kata Hanny.
SelengkapnyaYuk Nonton Di Bawah Lindungan Ka'bah ( Film )

Ongkos Naik Haji ONH 2012 Turun Lagi

Diposting oleh Fera on Kamis, 04 Agustus 2011

Setelah mengalami penurunan biaya onh tahun 2011 di harapkan di tahun 2012 ongkos naik haji atau ONH bisa turun lagi dikisaran 30 juta rupiah.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas pelayanan haji meskipun ongkos naik haji (ONH) tahun ini diturunkan.

"Kita akan tingkatan kualitasnya tiap tahun meskipun ONH plus-nya turun dibandingkan dengan ONH musim haji tahun lalu," kata Menag pada pembukaan Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji di Banda Aceh.

Salah satu kualitas layanan haji yang akan ditingkatkan adalah pemondokan haji.

onh-ongkos naik haji


Alhamdulillah, musim haji tahun 2011 ini jarak paling jauh dari Mesjid Nabawi sekitar 2.500 meter dan paling dekat 2000 meter. Untuk pemondokan yang di Medinah paling jauh sekitar 600 meter," katanya.

Menteri menambahkan, pemerintah akan mencari berbagai cara agar haji Indonesia nyaman beribadah di tanah suci. saat ini biaya haji plus 2012 mulai $7500.

Ongkos Naik haji ONH Plus



Link Tentang : Umrah dan Haji juga Travel Haji
SelengkapnyaOngkos Naik Haji ONH 2012 Turun Lagi

Paket Umrah Ramadhan 2012

Diposting oleh Fera on Selasa, 26 Juli 2011

Prima Saidah menyediakan paket Umroh Ramadhan Awal, Tengah, Akhir dan Full Ramadhan ,  Silahkan menghubungi kami untuk porsi yang tersedia. !
======

Rasulullah –Shallallaahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya Umrah pada bulan Ramadhan adalah seperti Haji bersama Aku." (HR. Imam Bukhari dengan Fathul Baari 4/74 dll).

Berdasarkan hadits tersebut, tak heran kalau banyak masyarakat yang berusaha melakukan umrah di bulan Ramadhan.Prima Saidah menerima jamaah untuk keberangkatan saat ramadhan 2012.

Tidak hanya puasa dan shalat Tarawih, melainkan juga berbagai amal ibadah lainnya, seperti membaca Alquran, berzakat dan bersedekah, serta Umrah Ramadhan. Umrah tersebut dapat dilaksanakan di awal Ramadhan, tengah Ramadhan, atau akhir Ramadhan.

Amalan yang bernilai sunnah, apabila dilaksanakan pada hari-hari Ramadhan maka pahala yang diperoleh senilai dengan amalan fardhu. Sedangkan amalan yang sifatnya fardhu apabila dilaksanakan pada bulan Ramadhan maka pahala yang diperoleh 70 kali lipat lebih besar dibandingkan apabila dilaksanakan pada hari di luar Ramadhan.

Pahala yang Allah SWT janjikan di bulan Ramadhan luar biasa. Nabi mengatakan, shalat di Masjid Nabawi sama dengan shalat 100.000 rakaat. Sedangkan di bulan Ramadhan, pahala ibadah itu oleh Allah dilipatgandakan. Bayangkan, 100.000 dikalikan berkali-kali lipat, hasilnya tak terhingga.



Bagi yang mampu, umrah Ramadhan itu sangat dianjurkan. Mengapa? Karena umrahnya itu sendiri merupakan ibadah yang utama, selain itu, Ramadhan merupakan bulan yang sangat berkah. Perpaduan umrah dan Ramadhan itu menghasilkan keutamaan-keutamaan yang luar biasa. Itu sebabnya, Rasulullah SAW menganjurkan umrah pada waktu Ramadhan.

Umroh Ramadhan

Paket Umrah Ramadhan 2012
SelengkapnyaPaket Umrah Ramadhan 2012

Ongkos Naik Haji Indonesia Paling Murah

Diposting oleh Fera on Jumat, 22 Juli 2011

Kementerian Agama mengklaim ongkos naik haji (ONH) yang berlaku untuk masyarakat Indonesia lebih rendah dibandingkan negara lain seperti Malaysia. Bahkan, ONH Indonesia diklaim merupakan yang termurah di dunia.

"Kan sudah ditetapkan ongkosnya sebesar Rp30.771.900. Itu pun akan dikembalikan lagi ke jemaah sebesar US$400. Dibanding Malaysia, kita jauh lebih murah," ujar Direktur Pengelolaan Dana Haji Kementerian Agama, Ahmad Djunaidi, di Jakarta, Jumat, 22 Juli 2011.

Djunaidi menjelaskan, murahnya tarif ONH tersebut terlihat dari fasilitas yang bisa diperoleh oleh para jemaah haji. Apalagi, para jemaah haji tahun ini memperoleh kenyamanan karena jarak penginapan yang tidak jauh dari lokasi ibadah.
Fasilitas lain yang dinikmati jemaah haji adalah makan di sejumlah lokasi ibadah dari masyarakat Indonesia yang melaksanakan ibadah haji. "Makan di bandara gratis, itu di Arab Saudi," katanya.

Djunaidi mengatakan, pihaknya saat ini memang membutuhkan payung hukum untuk mengelola dana jemaah haji yang sangat besar tersebut. Hal tersebut sebagai upaya untuk menciptakan tata kelola keuangan dana haji yang lebih baik.

"Bisa dibayangkan total 1,5 juta jemaah. Dana yang terkumpul hampir Rp37,5 triliun, besar sekali itu," kata dia.

Dengan dana sebesar itu, Kemenag mengaku pihaknya mendukung jika pengelolaan dana haji yang terkumpul diserahkan ke perbankan syariah. Saat ini, 78 persen dana haji sudah dikelola oleh bank syariah dan sisanya sebesar 22 persen masih dikelola bank konvensional.

"Arahnya akan 100 persen dana dikelola oleh bank syariah. Kalau DPR tentukan itu, harus kami ikuti," ujar Djunaidi seraya menambahkan perbankan syariah selama ini hanya bermain di sektor riil.

Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) disebutkan BPIH disetorkan ke rekening menteri melalui bank syariah dan atau bank umum nasional yang ditunjuk oleh menteri dengan mempertimbangkan nilai manfaat untuk digunakan langsung bagi belanja operasional penyelenggaraan ibadah haji. (art)


SelengkapnyaOngkos Naik Haji Indonesia Paling Murah

Paket Umroh Ramadhan 2012

Diposting oleh Fera on Senin, 11 Juli 2011

umroh
Kami menyediakan paket umroh ramadhan 2012 dengan biaya hemat paket full ramadhan dan paket 15 hari. untuk informasi bisa hubungi marketing kami di 021-73888872 /021-70620092, paket umrah ramadhan ini paling diminati jamaah dari seluruh dunia.

Umroh Ramadhan


Ada satu hadits Rasulullah yang masyhur dan shahih, yang artinya, ‘Barangsiapa yang umrah bersamaku di bulan Romadhon nilainya sama dengan pergi haji bersamaku.’ Berdasarkan hadits tersebut, tak heran kalau banyak yang berusaha melakukan umrah di bulan Ramadhan
SelengkapnyaPaket Umroh Ramadhan 2012