Tampilkan postingan dengan label Haji Non Kuota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haji Non Kuota. Tampilkan semua postingan

Cara Daftar Haji Kuota Depag RI

Diposting oleh Fera on Kamis, 24 November 2011

Ingat dengan ribuan jamaah haji yang gagal berangkat yang terjadi setiap tahun? mereka kebanyakan menggunakan jalur non kuota ketika daftar haji, artinya tidak terdata di pemerintah yang diwakili Depag RI.

Banyak sekali calon jamaah haji yang tidak mengetahui hal ini, mereka tahunya hanya daftar haji plus padahal travel mendaftarkannya lewat jalur non kuota .

surat keterangan setoran awal bpih
Agar rencana ibadah haji jadi lancar ada baiknya kita mengetahui cara mendaftar haji plus yang terdata Depag RI dengan menyetor $4000 untuk dapatkan nomor porsi yang disebut setoran awal BPIH, biasanya surat ini diurus travel dan jamaah mendapatkan copy-nya dalam 3-14 hari kerja.

Jamaah juga bisa mencicil setoran awal ini dengan menggunakan dana talangan haji, dalam hal ini Prima saidah bekerja sama dengan perbankan.



===== Haji, Umrah
SelengkapnyaCara Daftar Haji Kuota Depag RI

Kloter Haji Terakhir Sudah Di Tanah Suci

Diposting oleh Fera on Selasa, 01 November 2011

Alhamdulillah seluruh jamaah haji Indonesia sudah berada di tanah suci termasuk jamaaah onh plus travel Prima Saidah yang mengirim 231 jamaahnya.

Di tengah maraknya berita jamaah yang gagal berangkat dikarenakan tak dapat visa dari kedubes saudi, bersyukur travel Prima Saidah seluruh jamaah bisa diberangkatkan dengan ketentuan mendapatkan nomor porsi dari Depag.

"Jadi saat jamaah daftar , setiap jamaah harus mendapatkan nomor porsi yang keluar dalam 2 pekan setelah daftar kemudian diumumkan kepastian keberangkatan oleh Depag bedasarkan kuota haji yang tersedia, disayangkan banyak jamaah tidak mengetahui hal ini, mereka menyangka kalau sudah setor uang pasti berangkat" ujar ibu Farida Ningsih, marketing di Prima Saidah.




===== Haji, Umrah
SelengkapnyaKloter Haji Terakhir Sudah Di Tanah Suci

Beda Haji Reguler, Haji Plus Dan Haji Non Kuota

Diposting oleh Fera on Kamis, 20 Oktober 2011

Ingin berhaji?, tentulah setiap kita ingin bisa menunaikan kewajiban yang satu ini, ada beberapa pilihan yang bisa kita ambil, diantaranya haji reguler yang masa tunggunya 5-10 tahun namun harganya ekonomis, atau ingin cepat bisa memilih haji plus yang cukup menunggu 1-2 tahun saja, atau pilih haji non kuota?, yang satu ini bisa langsung berangkat loh..

Haji reguler terdaftar dan diselenggarakan Kementerian Agama dan haji khusus terdaftar dan diselenggarakan swasta yang terdaftar di Kementerian Agama. Sedangkan haji non kuota jamaah dan penyelenggaranya tidak terdaftar di Kementerian Agama.

Haji plus terjamin karena penyelenggaranya terdaftar dan diawasi Kementerian Agama. Sedangkan jamaah haji non kuota, rentan terlantar karena bukan tanggung jawab Kementerian Agama.

Sekarang tinggal pilih mana?





===== Haji, Umrah
SelengkapnyaBeda Haji Reguler, Haji Plus Dan Haji Non Kuota

Kuota Haji Bertambah, Jamaah Indonesia Gembira

Diposting oleh Fera on Minggu, 11 September 2011

Indonesia akhirnya mendapat tambahan kuota haji 10.000 orang untuk tahun 2011 atau 1432 Hijriah setelah pemerintah Arab Saudi mengabulkan usulan kuota sesuai dengan data jumlah penduduk berdasarkan sensus. "Sehingga total jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan tahun 2011 sebanyak 221.000 orang," kata Menteri Agama Suryadharma Ali, Ahad.

Keterangan tersebut disampaikan Menag saat baru tiba dari Arab Saudi didampingi Sekjen Kemenag Bahrul Hayat dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto dalam rangka persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1432H/2011.

Menag menjelaskan, tambahan kuota haji tersebut akan dialokasikan kepada jamaah haji reguler sebanyak 7.000 orang, sehingga jumlah jamaah haji reguler menjadi 201.000 orang. "Sisanya, sebanyak 3.000 orang itu diperuntukkan jamaah haji khusus. Sehingga total jamaah haji khusus menjadi 20.000 orang," kata Suryadharma.

Sebelumnya, kuota haji Indonesia ditetapkan sebanyak 211.000. Jumlah itu dialokasikan kepada jamaah haji reguler sebanyak 194.000 orang dan haji khusus 17.000 orang. Namun hingga akhir pelunasan BPIH (biaya penyelenggaraan ibadah haji) tahap kedua masih tersisa kursi jamaah sebanyak 2.585 seat.

Republika.


SelengkapnyaKuota Haji Bertambah, Jamaah Indonesia Gembira

Sindikat Haji Non Kuota Akan Dicabut Izinnya

Diposting oleh Fera on Selasa, 11 Januari 2011

Menag: KBIH Nakal dan Sindikat Haji Non Kuota Akan Dicabut Izinnya

Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan pemberangkatan jamaah calon haji nonkuota telah dipersulit. Tapi, tetap saja ada yang bisa memberangkatkan. "Penyelenggaraan haji nonkuota kami lihat sudah bagaikan sindikat. Karena yang diberangkatkan dalam jumlah yang besar," ujar Suryadharma Ali, di Makkah,

Amirul Haj Indonesia itu menegaskan tahun ini jumlah haji nonkuota akan jauh menurun dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu ada sekitar 3.000 jamaah haji nonkuota. Hal itu karena telah dipersulitnya pengurusan administrasinya. "Banyak yang menunggu visa. Sudah dapat hotel dan tiket pesawat tapi belum memiliki visa," ujar Surya.

Menurut Surya, kini sudah ada 217 jamaah haji nonkuota yang berada di Makkah yang diberangkatkan oleh kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang tak memiliki izin memberangkatkan haji. Tahun lalu, jamaah haji nonkuota banyak yang ditelantarkan oleh KBIH yang memberangkatkannya. Ia mengatakan, tentu saja ada sanksi yang akan diberikan kepada KBIH yang nakal itu. "Minimum dicabut izinnya," kata Surya.

..."Penyelenggaraan haji nonkuota kami lihat sudah bagaikan sindikat. Karena yang diberangkatkan dalam jumlah yang besar," ujar Suryadharma Ali...

Untuk menghilangkan sama sekali penyelenggaran haji nonkuota, kata Surya, perlu dilakukan identifikasi masalah. "Mengapa bisa dapat visa? Padahal jamaah tak terdaftar di Kementerian Agama,?" kata Surya.

Sebelum pemberangkatan jamaah calon haji nonkuota tahun ini, Kementerian Agama sudah melakukan langkah antisipasi. Upaya yang dilakukan adalah memperkecil jumlah yang diberangkatkan. Tahun ini, kasus haji nonkuota mencuat ketika satu jamaah haji nonkuota tercecer dari rombongannya dan kemudian 'terdampar' di kantor Misi Haji Indonesia, Makkah.

Karsa bin Rakiman (75 tahun), asal Pandeglang, mengaku harus membayar Rp 55 juta kepada Yayasan Ma’rifat, Banten, yang memberangkatkannya. Selain Karsa, menurut Ketua Yayasan Ma’rifat, Neneng Kholilah, ada banyak jamaah yang berusia di atas 60 tahun yang ia berangkatkan. "Yang antri, lebih banyak lagi yang tua-tua. Mereka mendesak agar bisa diberangkatkan," ujar Neneng. (LieM/rp0) UHGQUG8S7CC6
SelengkapnyaSindikat Haji Non Kuota Akan Dicabut Izinnya

Ribuan Jamaah Haji Non Kuota dan ONH Plus Gagal Pergi Haji

Diposting oleh Fera on Minggu, 21 November 2010

"Saya malu, padahal nanti malam akan ada undangan buat tetangga untuk mendoakan kita berangkat. Saudara-saudara juga pada ngumpul semua. Apalagi rumah saya depan Masjid, saya malu banget. Saya hanya bisa menangis, malu sama tetangga, besok rencananya dibacakan sholat untuk kepergian haji,"
Dina Sakinah

Tangis sedih mewarnai keluarga pasangan Abd Aziz dan Dina Sakinah warga Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pasangan Abd Aziz adalah dua dari ribuan calon jamaah haji non Kuota dan ONH Plus yang gagal menunaikan ibadah haji 2010 melalui Cahaya Multazam Tour & travel- haji & Umroh yang beralamat di Taman Royal 3 Blok A9/9 Cipondoh Tangerang.

Melalui surat edaran 3 Nopember 2010, Cahaya Multazam Tour & Tavel telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Pimpinan Yayasan/KBIH tentang Penundaan keberangkatan haji tahun 2010. Isi surat memberitahukan kalau Calon jamaah haji Konsorsium Assalam sebesar 1471 Calon jamaah haji untuk pemberangkatan tahun haji tahun 2010 mengalami penundaan karena tidak adanya visa haji.

Pihak Cahaya Multazam berjanji akan memberangkatkan calon jamaah haji yang gagal pada tahun 2011 melalui porsi khusus kementerian Agama republik Indonesia tanpa dipungut biaya tambahan.

H Efendi selaku pemilik KBIH Al-Kautsar Jl. Kebayoran Lama sekaligus pembimbing jamaah haji mengaku kecewa dengan penundaan tersebut. Apalagi ia bersama 24 calon jamaah haji lainnya akan diberangkatkan Jumat besok (5/11/2010).

"Semua perlengkapan haji sudah dibagikan, kebetulan yang mendaftar melalui KBIH saya 24 orang dan berangkat besok. Tiba-tiba saja jam 4 sore kemaren saya mendapat pemberitahuan kalau pemberangkatan haji untuk tahun ini mengalami penundaan karena tidak adanya kuota haji. Sungguh berat," ujar H Efendi saat ditemui di kediamannya, Jl Kebayoran Lama, Kamis (4/11/2010).

Efendi mengaku, pihak penyelenggara haji berjanji akan mengembalikan seluruh uang yang disetorkan dalam jangka waktu dua minggu ke depan, apabila ada calon jamaah haji yang mau mengambil uang setorannya.

"Kalau ikut tahun 2011 maka langsung melalui porsi haji khusus kementerian agama RI tanpa ada penambahan biaya," jelasnya.

Rasa kecewa, malu, sedih, stres dirasakan pasangan Abd Aziz dan Dina Sakinah. pada hari ini seluruh keluarganya telah berkumpul guna mengantarkan keberangkatannya pada esok hari menuju Mekkah. Namun harapan dan cita-citanya untuk menyandang gelar haji melalui perjalanan haji khusus ternyata gagal.

"Saya malu, padahal nanti malam akan ada undangan buat tetangga untuk mendoakan kita berangkat. Saudara-saudara juga pada ngumpul semua. Apalagi rumah saya depan Masjid, saya malu banget. Saya hanya bisa menangis, malu sama tetangga, besok rencananya dibacakan sholat untuk kepergian haji," cetusnya Dina sambil terisak tangis.

Abd aziz sendiri yang sehari-hari berdagang di Pasar tanah Abang, terpaksa tidak melakukan sholat jamaah Dhuhur di masjid depan rumahnya karena malu keberangkatannya tertunda.

Aziz mengakui kalau seluruh perlengkapan haji dari koper hingga baju ihram telah diberikan kepadanya dan seluruh jamaah lainnya dari pihak penyelenggara haji yakni Cahaya Multazam Tour & travel - Haji & Umroh.

Ia bersama istrinya tinggal berangkat dan melakukan syukuran nanti malam.
"Hari ini saya akan mengambil paspor dan saya mencoba menghubungi saudara untuk bisa memberangkatkan saya. Mungkin melalui Malaysia," harapnya.
SelengkapnyaRibuan Jamaah Haji Non Kuota dan ONH Plus Gagal Pergi Haji

Permintaan Menteri Agama Soal Haji Nonkuota Ditolak Arab Saudi

Diposting oleh Fera

TEMPO Interaktif, Mina--Permintaan Menteri Agama Surya Darma Ali kepada pemerintah Arab Saudi agar mereka tak melayani jamaah haji nonkuota ditolak Ketua Muasasah Haji Asia Tenggara Zuheir Sedayu.

Permintaan itu disampaikan dalam dalam pertemuan antara seluruh muasasah dengan perwakilan haji seluruh dunia atas undangan Kerajaan Saudi di istana raja Arab Saudi di Mina, Arab Saudi.

Kesimpulan hasil pertemuan itu disampaikan pimpinan Maktab 17 dr. Toriq Banjar kepada Tempo dan Kompas di Mina, Rabu 17 November 2010 malam. "Ketua Muasasah Asia Tenggara Zuhair Sedayu mohon maaf dan menolak permintaan itu. Menurut Zuhair, Pemerintah Saudi akan memperlakukan sama jamaah haji sepanjang mereka masuk secara resmi (mengurus visa)," kata Toriq.

"Mereka adalah tamu Allah dan Kerajaan yang terhormat," kata Zuhair seperti dikutip Toriq dalam wawancara Rabu malam.

Tahun lalu jumlah jemaah haji nonkuota mencapai 3.700. Sebelumnya, jamaah haji Indonesia Tahun ini jumlah mereka mencapai 2.990 orang. Jamaah haji nonkuota di luar kuota Indonesia sebanyak 220 ribu (23.500 di antaranya haji plus). Jamaah haji nonkuota menggunakan paspor internasional dan mereka sudah mendapatkan visa dari Pemerintah Saudi Arabia. Mereka ditempatkan di maktab 17, pimpinan dr. Toriq Banjar.

Sebelumnya, jamaah haji Indonesia menggunakan paspor coklat. Menurut Toriq, jamaah haji Indonesia nonkuota masuk Saudi dengan visa Saudi. "Kami akan memperlakukan sama, baik kuota maupun nonkuota," katanya.

Toriq menceritakan, sebelum permintaan Menteri Agama , ada dua kasus menyangkut haji nonkuota. Pertama, kasus di Arafah. Pemerintah Indonesia melalui dr. Sri Ilham dan pihak Atase Haji Indonesia mendatangi Zuhair untuk mempersoalkan penggunaan tanah di Arafah untuk 180 jamaah haji nonkuota di maktab 17 di mana jamaah nonkuota ditempatkan. Padahal, jatah untuk haji reguler sudah tercukupi.

"Jamaah haji nonkuota dinilai melanggar aturan," kata Toriq. Keduanya meminta muasasah tidak memberikan tempat dan makanan kepada 180 jemaah haji nonkuota di sana. Pada 9 Dzulhijah, ketika sedang wukuf, 180 jemaah haji dibawah pimpinan Ahmad Alawy Assegafg, orang itu diusir dan pihak Muasasah akhirnya mencarikan ganti tempat mereka.
Setelah 180 orang itu diusir, tanah itu ternyata dibiarkan kosong.

Menurut Toriq, Kepala Bidang Haji di Jeddah Syaerozi mengatakan kepadanya bahwa ia minta 180 jamaah nonkuota dikeluarkan dari maktab 17 karena mereka tidak resmi dan tidak dikehendaki.

Kasus kedua menyangkut meninggalnya Usman, anggota jamaah haji nonkuota asal Indonesia pada Rabu jam 4. Menurut Toriq, sampai Rabu malam, pimpinan Maktab 17 belum mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Indonesia. Bahkan mereka merasa dipingpong oleh pemerintah Indonesia.

Ketika mendatangi Kantor Kesehatan Haji di Mina, maktab 17 diminta ke Kantor Kesehatan Cholidiyah. Tapi ketika di Cholidiyah disuruh ke Mina. Mereka juga diminta ke 'onsul Haji Indonesia di Jeddah. Toriq mengatakan, mereka mengatakan, Usman tidak terdaftar dalam daftar haji Indonesia. Saat ini, jenazah Usman masih tersimpan di kamar mayat RS Raja Faishol di Syisyha. "Dia kan juga warga negara Indonesia. Punya paspor Indonesia," kata Toriq.

Hingga berita ini diturunkan, pejabat Kementrian Agama Indonesia belum bisa dimintai konfirmasi.
SelengkapnyaPermintaan Menteri Agama Soal Haji Nonkuota Ditolak Arab Saudi

Pemberangkatan Jamaah Haji Nonkuota Telah Dipersulit

Diposting oleh Fera

Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan pemberangkatan jamaah calon haji nonkuota telah dipersulit. Tapi, tetap saja ada yang bisa memberangkatkan. "Penyelenggaraan haji nonkuota kami lihat sudah bagaikan sindikat. Karena yang diberangkatkan dalam jumlah yang besar," ujar Suryadharma Ali, di Makkah, Rabu (3/11).

Amirul Haj Indonesia itu menegaskan tahun ini jumlah haji nonkuota akan jauh menurun dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu ada sekitar 3.000 jamaah haji nonkuota. Hal itu karena telah dipersulitnya pengurusan administrasinya. "Banyak yang menunggu visa. Sudah dapat hotel dan tiket pesawat tapi belum memiliki visa," ujar Surya.

Menurut Surya, kini sudah ada 217 jamaah haji non kuota yang berada di Makkah yang diberangkatkan oleh kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang tak memiliki izin memberangkatkan haji. Tahun lalu, jamaah haji nonkuota banyak yang ditelantarkan oleh KBIH yang memberangkatkannya. Ia mengatakan, tentu saja ada sanksi yang akan diberikan kepada KBIH yang nakal itu. "Minimum dicabut izinnya," kata Surya.

..."Penyelenggaraan haji non kuota kami lihat sudah bagaikan sindikat. Karena yang diberangkatkan dalam jumlah yang besar," ujar Suryadharma Ali...

Untuk menghilangkan sama sekali penyelenggaran haji nonkuota, kata Surya, perlu dilakukan identifikasi masalah. "Mengapa bisa dapat visa? Padahal jamaah tak terdaftar di Kementerian Agama,?" kata Surya.

Sebelum pemberangkatan jamaah calon haji nonkuota tahun ini, Kementerian Agama sudah melakukan langkah antisipasi. Upaya yang dilakukan adalah memperkecil jumlah yang diberangkatkan. Tahun ini, kasus haji nonkuota mencuat ketika satu jamaah haji nonkuota tercecer dari rombongannya dan kemudian 'terdampar' di kantor Misi Haji Indonesia, Makkah.

Karsa bin Rakiman (75 tahun), asal Pandeglang, mengaku harus membayar Rp 55 juta kepada Yayasan Ma’rifat, Banten, yang memberangkatkannya. Selain Karsa, menurut Ketua Yayasan Ma’rifat, Neneng Kholilah, ada banyak jamaah yang berusia di atas 60 tahun yang ia berangkatkan. "Yang antri, lebih banyak lagi yang tua-tua. Mereka mendesak agar bisa diberangkatkan," ujar Neneng.
SelengkapnyaPemberangkatan Jamaah Haji Nonkuota Telah Dipersulit