Tampilkan postingan dengan label tips umrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips umrah. Tampilkan semua postingan

10 Tips Sehat Selama Menjalankan Ibadah Haji

Diposting oleh Fera on Selasa, 07 Februari 2012

Foto: plakatdruck-hamburg.info

Kali ini kami dari Travel Prima Saidah selaku penyelenggara perjalanan haji, umrah dan wisata muslim kembali berbagi tips agar Anda tetap sehat selama menjalani ibadah haji dan umroh.

Ibadah Haji merupakan ibadah dengan perjalanan panjang dan banyak kegiatan yang sangat melelahkan fisik. Selain itu juga berisiko pada kesehatan tubuh. Apalagi kondisi medan, iklim, dan cauaca ekstrim di Tanah Suci sangat jauh berbeda dengan keadaan alam di tanah air.

Pertemuan besar para jama’ah dari berbagai bangsa di dunia yang membuat kondisi Tanah Suci menjadi luar biasa padat, juga bisa menjadi faktor mudahnya penularan langsung atau tidak langsung berbagai penyakit menular. Apalagi jamaah haji juga harus membiasakan diri dengan makanan lokal yang belum tentu cocok di perut, sebab urusan konsumsi, sudah diatur oleh penyelenggara perjalanan haji. Untuk itu perlu adanya tindakan pencegahan yang direkomendasikan dan harus dilakukan para jamaah guna memperkecil resiko-resiko yang mungkin akan menghinggapi selama perjalanan ibadah di Sudi Arabia.

1.Hal yang utama untuk diperhatikan jamaah haji adalah kebersihan minuman dan makanan yang kita konsumsi. Tidak direkomendasikan jamaah haji untuk meminum air kran, sebab air kran berbahaya untuk dikonsumsi, karena berupa air mentah yang masih banyak mengandung mikroorganisme. Perjalanan panjang selama 10 jam antara Madinah dan Mekah dalam cuaca panas terik pastilah akan membuat para jamaah haji lelah dan kehausan. Padahal di sepanjang perjalanan tidak bisa dipastikan akan menemukan makanan, air minum bersih atau toilet.

2.Ada baiknya para jamaah haji membekali diri dengan air mineral botol atau jika ingin yang natural bisa dipilih air Zam zam. Air Zam zam aman diminum walau mentah karena mengandung flouride tinggi yang mampu membunuh kuman. Sehingga resiko dehidrasi selama dalam perjalanan tidak akan terjadi.

3.Para jamaah haji pun harus memeriksa dengan teliti kebersihan tempat makan yang akan dipilih. Misalnya di distrik Haram, sebaiknya jamaah haji menghindari untuk makan di restauran yang kelihatan kurang bersih. Mengintip kebersihan restoran sebelum memesan makanan dan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan adalah hal yang mutlak dilakukan.

4.Disarankan jamaah haji untuk selalu membawa sabun pribadi di dalam tas yang selalu dibawa kemana-mana. Lebih baik sedikit repot dan bijak daripada terserang sakit perut dan ibadah menjadi terhambat, bukan? Dengan memerhatikan kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman yang dikonsumsi, Insya Allah kondisi fisik para jamaah haji selalu prima untuk mengikuti rangkaian Ibadah Haji di tanah suci.

foto: onislam.com

5.Tidak menyimpan jatah makanan. Jika jamaah haji mendapat jatah makanan yang masih hangat dan segar, hendaknya segera dikonsumsi, tak perlu disimpan, sebab dikhawatirkan akan menjadi basi dan akan menyebabkan sakit perut jika dikonsumsi kemudian. Saat menerima jatah makanan, hendaknya juga diperiksa apakah masih hangat atau sudah basi. Sebab pengolahan makanan dalam jumlah besar sehingga kadang diolah jauh sebelum jam makan tiba. Jika sudah dalam kondisi tidak baik, sebaiknya tidak dikonsumsi.

6.Memerhatikan penyakit yang telah diidap sedari di tanah air. Naik haji merupakan kegiatan yang berat, kendala fisik kadang-kadang berbahaya, teruta ma bagi orang tua. Seyogyanya sebelum keberangkatan, memeriksakan diri dan berkonsultasi pada dokter keluarga, sehingga dokter bisa memberikan saran bagaimana menjaga diri supaya kemungkinan komplikasi bisa dihindari.

7.Kepala kelompok juga harus diberitahu mengenai kondisi kesehatan anggotanya, sehingga selalu tanggap dan waspada. Sebagian besar kaum lanjut usia mengalami resiko pembengkakan pembuluh darah yang mengakibatkan gagal vena atau masalah jantung. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus berhati-hati. Terutama pada beberapa obat yang bisa meningkatkan tekanan jantung, seperti obat flu dan pelega tenggorokan.

8.Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter dalam kelompok. Bagi yang mengidap diabetes, tidak berarti harus berhenti makan karena takut gula darah naik. Sebaiknya tetap makan makanan diet seperti salad buah dan makanan kecil rendah gula, serta tidak tidur di siang hari dan lebih memperhatikan penanganan luka-luka kecil akibat terinjak atau terdorong.

9.Memperhatikan kecukupan beristirahat. jamaah haji Butuh stamina yang baik untuk bisa mengikuti rangkaian Ibadah Haji. Untuk itu, cukup istirahat mutlak diperlukan. Jangan sampai gara-gara terlalu banyak jalan-jalan dan belanja, kondisi fisik menjadi drop dan menjadi tak cukup fit untuk mengikuti ibadah. Stamina jamaah haji harus benar-benar dijaga, agar bisa menjalankan ibadah di Padang Arafah saat puncak Ibadah Haji berlangsung.

10.Menyediakan krim. Bagi jamaah haji yang berkulit sensitif, ada baiknya menggunakan krim anti jamur. Krim anti nyamuk juga dianjurkan untuk melindungi diri dari gigitan serangga. Krim untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi kulit dari sengatan matahari juga dianjurkan.

Nah, Anda semakin mantap untuk berhaji/umroh tahun ini? Jangan sungkan menghubungi kami untuk berkonsultasi seputar perjalanan haji, umrah, dan wisata muslim.

[rg@2012]

===== ONH Plus, Umrah
Selengkapnya10 Tips Sehat Selama Menjalankan Ibadah Haji

Mewaspadai Keselamatan Diri Saat Beribadah Haji

Diposting oleh Fera on Senin, 06 Februari 2012


Pergi beribadah haji ke Tanah Suci, bukanlah suatu perjalanan biasa. Selain harus menempuh perjalanan yang lama dan panjang, para jemaah haji juga dihadapkan pada kondisi alam, suhu udara, kondisi budaya, dan orang-orang asing yang memiliki kebiasaan berbeda dengan yang biasa dijumpai di negara asal.

Tentu saja perjalanan panjang ini tidak hanya melelahkan namun juga penuh risiko. Apalagi di tempat tujuan, para jemaah haji akan bertemu dengan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia dengan bahasa ibu, postur tubuh, kebiasaan, dan adat-istiadat yang tak sama. Tumpah ruah jadi satu di Tanah Suci untuk tujuan yang sama.

Kadang kondisi penuh orang bagai lautan manusia ini membuat para jemaah haji harus berdesakan, tak sengaja saling dorong, terjatuh, bahkan terinjak, yang mengancam keselamatan diri. Berikut ini ada beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan diri saat menunaikan Ibadah Haji. Semoga berguna.

1. Menghindari obat-obatan yang menyebabkan kantuk. Sebab saat jemaah haji melaksanakan rangkaian Ibadah Haji, jemaah membutuhkan pergerakan fisik berupa jalan kaki, sehingga jika mengantuk kemungkinan bisa terjatuh. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter keluarga maupun dokter pendamping kelompok selama di tanah Suci mengenai obat yang aman dan sesuai.

2. Menghindari makanan yang tak biasa. Jika tak terbiasa dengan hidangan khas Arab yang disediakan, biasanya terdiri dari berbagai jenis nasi (seperti, nasi Birjani, chapatis, nasi Turki, kentang goreng, mie, nasi Buhari, nasi kari dan roti. Lauk pauk seperti ayam goreng, nugget, empal daging, sate ayam, kari dan gulai kambing, shih kebab, ayam semur, ayam panggang / ayam brost, donner kebab, ikan goreng, dan cumi goreng), sebaiknya menghindari untuk memakannya.

Daripada perut menjadi sebah, begah, atau tidak enak. Sebaiknya makan saja menu yang biasa dimakan sehari-hari, seperti daging dan ikan yang benar-benar matang dan disajikan dalam keadaan hangat, sayuran yang dimasak, dan buah-buahan kupas. Jika mendapat jatah susu, sebaiknya direbus terlebih dahulu. Biasanya ada fasilitas kompor di pemondokan haji.

Di Mekah juga banyak dijumpai restoran masakan Indonesia. Katering panitia Haji bagi jemaah saat berada di Amira, Arafah, dan Madinah pun menyediakan menu masakan Indonesia. Bahkan pemerintah Indonesia mengekspor pindang ikan ke Saudi Arabia untuk konsumsi jemaah haji.

3. Memperhatikan waktu terbaik untuk suatu kegiatan. Di Madinah, sebaiknya dihindari mengunjungi Rawdha selama siang hari. Waktu terbaik untuk pergi adalah di malam hari dari 09:00 sampai tengah malam. Di Mekah, jika hendak meninggalkan pemondokan menuju ke masjid, sebaiknya beberapa jam sebelum waktu shalat sehingga menemukan tempat yang nyaman dan tidak perlu berdesak-desakan.

4.Fasilitas khusus bagi difable. Untuk memungkinkan orang-orang yang menderita cacat mendapat pengalaman spiritual yang luar biasa dalam Ibadah haji, ada cara untuk memfasilitasinya. Ada pengaturan bagi penyandang cacat di bandara Jeddah, bekerjasama dengan perusahaan taksi pribadi, mobilitas mereka bisa dikurangi, bisa berjalan dengan kursi roda, dan beberapa hotel mewah juga mempunyai fasilitas untuk menerima mereka.

Eskalator dan jalan setapak di Masjid Agung Mekah dipasang sedemikian rupa untuk memungkinkan orang-orang dengan roda bisa dengan mudah berpindah dari satu lantai ke lantai yang lain. Ada juga layanan pendukung lainnya yaitu bisa meminta kursi roda dan bantuan. Para difable yang berniat untuk mencapai haji hendaknya berkonsultasi mengenai perjalanannya dengan agen dan penyedia pelayanan di lokasi asal sebelum melakukan reservasi. Selain itu juga harus meminta agen perjalanan haji menuliskan secara rinci semua persiapan tertentu yang dipersiapkan baginya.

5.Fasilitas kesehatan. Jemaah perlu mengenali letak pos pelayanan kesehatan haji Indonesia dan juga mencatat nomor telepon yang bisa dihubungi. Sewaktu-waktu merasa membutuhkan pertolongan kesehatan, bisa langsung menuju lokasi yang tepat. Jika sakit, dianjurkan untuk berobat ke dokter kloter yang memiliki cukup perbekalan obat untuk jemaah.

6.Tidak mudah menerima barang yang dititipkan orang lain yang tidak dikenal dengan baik. Sebab tidak tahu apa isinya dan jangan sampai terbelit masalah karena barang titipan itu.

7. Memperhatikan barang bawaan. Jangan sampai tertukar atau tertinggal di bus atau di tempat pemondokan.

8.Menitipkan barang pada orang yang benar-benar dikenal. Apabila akan ke kamar mandi di bandara saat baru tiba, sebaiknya tidak membawa tas tentengan, tas koper, uang dan barang berharga. Sebaiknya dititipkan kepada teman yang dikenal dan dipercaya.

9.Mengenali lokasi pemondokan. Hendaknya memerhatikan lokasi pemondokan tempat tinggal, nomor Maktab, dan nomor rumah dengan cara mengingat tanda-tanda yang mudah dikenal sebelum berangkat ke masjid atau tempat-tempat lainnya.

Selamat menunaikan ibadah haji. Selamat hingga kembali di tanah air adalah doa seluruh keluarga yang menanti di rumah!

[@rg foto:http://ngm.nationalgeographic.com]

===== ONH Plus, Umrah
SelengkapnyaMewaspadai Keselamatan Diri Saat Beribadah Haji

Keajaiban Air Zam-zam

Diposting oleh Fera on Minggu, 29 Januari 2012


Perjalanan ibadah haji dan umrah tidak lengkap tanpa oleh-oleh air zam-zam. Ya, air yang keajaibannya sudah dikenal di seluruh dunia ini berasal dari sumur air zamzam yang tak pernah kering dan tak tercemar. Air Zam-zam menjadi unik karena terdapat di Gurun Saudi Arabia. 

Keberadaannya senantiasa mengundang decak kagum. Bayangkan saja, sumber air zam-zam saat difoto lewat satelit ternyata terhubungkan dengan Laut Merah atau Laut Mati yang bersatu menuju satu titik di bawah Kabah.Tak heran jika air ini tidak pernah habis sepanjang zaman.

Belum lagi kalau kita tilik seputar kejernihan dan khasiatnya. Secara alami air zamzam sudah mengalami proses penyaringan yang sangat unik. Mata air mengalir melalui bebatuan dan gurun pasir yang berlapis-lapis. Air yang muncul di permukaan pun akhirnya mengandung berbagai mineral dan zat yang dibutuhkan tubuh. 

Mineral dan elemen-elemen itu jumlahnya mencengangkan, sekitar 2 ribu miligram per liter. Di antaranya, sodium (250), kalsium (200), potassium (20), magnesium (50) sulfur (372), bicarbonate (366), nitrat (273), fosfat (0,25), clan ammonia (6).

Seperti dilansir kantor berita Antara, penelitian terbaru dari Arab Academy for Science, Technology and Maritime Transport, Mesir menyebutkan air zam zam setelah dianalisis melalui sinar ultraviolet menunjukkan unsurnya bebas dari bakteri dan mengandung beragam mineral di dalamnya yang dapat mengobati berbagai penyakit seperti radang mulut dan gigi, mencegah radang lambung dan iritasi dinding usus, mulas, sakit persendian, sembelit dan dehidrasi.

Sayangnya, dimana ada gula di situ sering muncul semut jahat. Kini disinyalir beredar air Zam-zam palsu dalam kemasan. Pemerintah Arab Saudi sendiri sebetulnya telah melarang ekspor secara komersil air zam-zam dari kerajaan Saudi dan di bawah undang-undang Saudi air zam-zam tidak bisa dijual secara bebas di luar negeri. 

Di Inggris dilaporkan beredar air Zam-zam palsu. Yang menyedihkan, air zam-zam palsu ini mengandung arsenik yang sedikit banyak dapat menggangu kesehatan siapa pun yang minum air zam-zam palsu ini.

[ayb@2012]

===== ONH Plus, travel umrah
SelengkapnyaKeajaiban Air Zam-zam

Tips Berhaji Tetap Fit dan Bugar

Diposting oleh Fera on Rabu, 25 Januari 2012

 Menjalankan ibadah haji bukanlah sebuah perjalanan wisata yang santai dan longgar tata waktunya. Tidak. Biar pun Anda menjalaninya penuh dengan kepasrahan, tetapi kondisi fisik tetaplah bakal terkuras energinya. Lebih-lebih, peserta ibadah haji rata-rata tak muda lagi. Banyak di antaranya sudah melampaui usia di atas 40 tahun.

Lantas adakah kiat menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah haji? Tentu ada. Berikut ini beberapa tips yang Anda perlukan:

Pertama, jujurlah saat pemeriksaan kesehatan. Tidak ada gunanya menyembunyikan penyakit hanya dengan alasan Anda menyimpan kekhawatiran tidak lolos berangkat haji.

Kedua, persiapkan segala sesuatu sejak di tanah air. Siapkan sendiri obat-obatan pribadi biar pun ada kemungkinan obat tersebut disediakan di posko kesehatan haji

Ketiga, siapkan juga masker dan gunakan selalu selama menjalankan ibadah haji dan umroh.

Keempat, pelembab kulit dan bibir ideal dipakai untuk menghindari kulit dan bibir pecah-pecah.

Kelima, konsumsilah vitamin bila perlu. Ingat, aktivitas Anda jauh lebih terforsir dibandingkan kegiatan sehari-hari di tanah air.

Keenam, minum air putih setiap kali Anda merasa haus. Jangan ditunda. Banyak jamaah haji sengaja mengurangi minum dengan alasan takut kesulitan mencari toilet. Pemahaman semacam ini dapat membuat Anda dehidrasi.


Ketujuh, konsentrasilah pada ibadah. Tak jarang godaan untuk jalan-jalan dan belanja membuat aktivitas fisik terkuras untuk kegiatan semacam itu. Sehingga, ketika saatnya tiba untuk menjalankan ibadah, justru kondisi fisik sudah menurun.

Kedelapan, pastikan Anda mengetahui siapa pemimpin rombongan, berapa nomor teleponnya, dan Anda yakin sudah tahu lokasi posko kesehataan jamaah haji.

Tips-tips di atas memang bukan saran yang luar biasa, namun dari hal-hal sederhana itu Anda bakal memperoleh kesehatan yang memadai selama menjalankan ibadah haji dan umroh.

[ayb@2012]


===== ONH Plus, Umrah
SelengkapnyaTips Berhaji Tetap Fit dan Bugar

Apa Sih Serangan Panas Yang Sering Diderita Jamaah Calon Haji?

Diposting oleh Fera on Senin, 16 Januari 2012

===== Haji, Umrah

Kita memang seharusnya tetap menjaga kesehatan selama di tanah suci. Memang perubahan cuaca atau perbedaan cuaca lebih tepatnya, seringkali membuat penyakit berkunjung. Salah satunya penyakit serangan panas atau dikenal dengan heat stroke. Penyakit ini terjadi akibat penumpukan panas yang berlebihan dalam badan. Hal ini disebabkan oleh cuaca panas.

Kenapa bisa terjadi? Dalam keadaan suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh dan kelembapan udara rendah, mengakibatkan keringat menguap dalam prosentase lebih besar. Suhu tubuh pun meningkat . Lalu apa hubungannya dengan calon haji atau yang menjalankan umroh? Alasannya karena jamaah terlalu capek dan lelah, juga terkena sinar matahari.

Gejala-gejala serangan panas itu, antara lain:
  • Kepala nyeri, pusing dan suka bingung 
  • Bicara suka meracau, terjadi gangguan orientasi, langkah menjadi goyah 
  • Suhu tubuh naik sekitar 40 derajat celcius 
  • Kulit terasa kering dan panas 
  • Tidak berkeringat 

Lalu bagaimana cara menghindari serangan panas?

Caranya adalah sebagai berikut:
  • Jamaah haji jangan berada di bawah terik matahari langsung, antara pukul 10.00 – 16.00 
  • Kalau jamaah mau pergi keluar usahakan di bawah pukul 10.00. 
  • Usahakan membawa payung atau tutup kepala bagi yang tidak sedang menggunakan ihrom 
  • Bawalah bekal minuman. Minumlah minimal 5-6 liter atau 1 gelas setiap jam. Minumlah meski tidak dalam keadaan haus 
  • Jangan menahan buang hajat kecil dan besar.Karena kelebihan cairan buangan dalam tubuh bisa mematikan. Banyak sekali contohnya
  • Istirahat dan tidur 6-8 jam sehari.Usahakan secara cukup ya 
  • Jangan lupa untuk makan buah-buahan segar seperti apel, jeruk, dll 
  • Silahkan menggunakan pakaian longgar, tidak transparan, dan sebaiknya warna putih 

Itu tadi pengertian serangan panas dan cara untuk menghindarinya. Apabila Anda mengalami beberapa gejala diatas, segera saja konsultasikan dan periksa ke tim kesehatan yang siap sedia untuk seluruh jamah haji dan umroh. Semoga dengan begitu, Anda bisa tetap fit dalam menjalani ibadah anda di tanah suci.

Anda memerlukan informasi seputar ibadah haji, umroh, dan wisata muslim? Hubungi Cheria Travel di 021-73888872 021-7372864, 0812-98-570855

[mith@2012]
SelengkapnyaApa Sih Serangan Panas Yang Sering Diderita Jamaah Calon Haji?

Tips Umroh dan Berhaji: Larangan Bagi Pria Wanita Saat Mengenakan Ihram

Diposting oleh Fera

===== Haji, Umrah


Ihram memiliki pengertian yaitu niat haji atau umrah, sehingga pemakai dilarang melanggar larangan saat menggunakannya. Ihram juga bisa dikatakan sebagai langkah pertama dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah. Setiap calon ibadah haji dan umrah wajib menggunakan ihram. Ihram adalah kain putih yang menutupi tubuh saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Ihram tak sekadar dipakai saja, tapi memiliki aturan main berupa larangan. Hal ini berlaku pada pria dan wanita, tanpa kecuali. Apa saja? Berikut ini adalah larangan yang berlaku bagi pria dan wanita, antara lain:

1.      Pemakai ihram wajib melakukan komitmen agar tetap bisa melakukan perintah agama, seperti shalat tepat waktu dan waktunya berjamaah

2.      Lalu ada lagi, kita juga wajib menjauhi perbuatan yang dilarang Allah. Apakah itu? Rafats yang berarti mengucapkan kata tak senonoh, dan perbuatan yang tidak terpuji

3.      Jangan lupa agar menjaga lisannya. Tujuannya agar tidak menyakiti hati sesama muslim. Sulit bagi siapaun yang terbiasa mengucapkan kata pedas nan menyakitkan

4.      Kita harus menjauhi larangan ihram seperti; membuang rambut atau kuku dengan mencabut atau memotongnya. Berbeda kalau misal terlepas atau rontok dengan sendirinya maka tidak dikenakan denda apa pun

5.      Saat memakai ihram dilarang menggunakan wewangian di badan, pakaian. Kalau misal wewangian tersebut berasal sebelum memakai ihram, tentu tidak masalah, dan tidak dikenai denda

6.      Selama menggunakan ihram, jangan sampai melakukan pembunuhan terhadap binatang, meskipun kita dimintai bantuan sekedar menyembelih misalnya. Juga tidak diperbolehkan menebang pepohonan tanah haram dan tumbuhan yang tumbuh tanpa dipelihara manusia

7.      Tidak diperkenankan melakukan akad nikah baik diri maupun orang lain. Juga tidak melakukan sentuhan terhadap istri

8.      Saat memakai ihram, tidak diperbolehkan menggunakan tutup kepala, kecuali kalau dia lupa. Saat ingat segera lepas.

Tak hanya itu saja, artikel selanjutnya akan ada artikel larangan saat menggunakan ihram bagi pria saja. Mau tahu? Ikuti saja  terus tips umrah dan berhaji dari Cheria-Travel. Semoga bermanfaat.

 [mith@2012] haji plus
SelengkapnyaTips Umroh dan Berhaji: Larangan Bagi Pria Wanita Saat Mengenakan Ihram

Gagal Berangkat Haji Ketahui Penyebabnya

Diposting oleh Fera on Selasa, 01 November 2011

Setiap tahun ratusan ribu jamaah haji dari tanah air berangkat ke tanah suci dan setiap tahun pula ribuan calon jamaah indonesia gagal berangkat, kenapa?

Masalah yang banyak terjadi adalah karena jamaah menempuh jalur non kuota yang oleh Depag sering disebut haji romli ( rombongan liar ), jamaah haji ini tidak terdata di Depag namun bisa berangkat karena mengandalkan visa dari kedubes Saudi, pihak imigrasi tidak bisa mencegah "haji romli" ini hingga sekarang, kalaupun berhasil berangkat banyak yang terlantar di sana.

Haji nonkuota ini banyak muncul karena pihak jamaah sendiri yang ingin segera bisa berangkat, saat daftar haji mereka ingin langsung tahun ini juga atau tahun depan berangkat, padahal sebenarnya mereka mesti antri bertahun-tahun bila pakai jalur resmi Depag, akhirnya pihak travel penyelenggara cari jalan lain dengan haji non kuota.

Gagal berangkat haji juga banyak terjadi karena ada jamaah yang sakit atau hamil.
SelengkapnyaGagal Berangkat Haji Ketahui Penyebabnya

Update Info Haji Via Twitter dan Facebook

Diposting oleh Fera on Sabtu, 29 Oktober 2011

Saat ini sangat mudah untuk mendapatkan info atau informasi haji, dengan gadget hp yang punya akses internet kita bisa dapatkan perkembangan berita secara aktual via twitter maupun facebook.

Info berita haji sangat berguna baik bagi jamaah yang sedang melakukan ibadah di tanah suci maupun bagi keluarga yang berada di tanah air, tentunya kita tak mau ketinggalan info haji yang sangat penting bukan?

Prima Saidah menyediakan layanan update

info haji

 yang sangat lengkap secara real team dari media2 ternama di Indonesia dan dibagikan gratis dengan berlanggan di alamat:

Twitter : http://www.twitter.com/tipshaji
Facebook : http://www.facebook.com/pergi.umrah.haji


 ===== Haji, Umrah
SelengkapnyaUpdate Info Haji Via Twitter dan Facebook

Beda Haji Reguler, Haji Plus Dan Haji Non Kuota

Diposting oleh Fera on Kamis, 20 Oktober 2011

Ingin berhaji?, tentulah setiap kita ingin bisa menunaikan kewajiban yang satu ini, ada beberapa pilihan yang bisa kita ambil, diantaranya haji reguler yang masa tunggunya 5-10 tahun namun harganya ekonomis, atau ingin cepat bisa memilih haji plus yang cukup menunggu 1-2 tahun saja, atau pilih haji non kuota?, yang satu ini bisa langsung berangkat loh..

Haji reguler terdaftar dan diselenggarakan Kementerian Agama dan haji khusus terdaftar dan diselenggarakan swasta yang terdaftar di Kementerian Agama. Sedangkan haji non kuota jamaah dan penyelenggaranya tidak terdaftar di Kementerian Agama.

Haji plus terjamin karena penyelenggaranya terdaftar dan diawasi Kementerian Agama. Sedangkan jamaah haji non kuota, rentan terlantar karena bukan tanggung jawab Kementerian Agama.

Sekarang tinggal pilih mana?





===== Haji, Umrah
SelengkapnyaBeda Haji Reguler, Haji Plus Dan Haji Non Kuota

Konsultasi Haji Bersama Ustadz Sarwat

Diposting oleh Fera on Kamis, 06 Oktober 2011

SelengkapnyaKonsultasi Haji Bersama Ustadz Sarwat

Yang Dilarang Dalam Ibadah Haji

Diposting oleh Fera on Rabu, 05 Oktober 2011

Jakarta,

Siapa yang tak senang mendapatkan kesempatan beribadah haji? Mimpi dan khayalan segera terbukti, Janji-janji kebaikan telah menanti, kepuasan batin akan menghampiri.

Namun, betatapun mulianya ibadah haji, jika kita kurang hati-hati, ada perkara-perkara yang dapat mengurangi atau bahkan merusak nilai ibadah itu sendiri. Bolehlah kita katakan hal tersebut sebagai 'Virus Dalam Ibadah Haji';

1. Syirik

Di antara tujuan utama ibadah haji adalah memurnikan tauhid dan meninggalkan syirik. Kalimat talbiah memberikan makna yang jelas tentang hal tsb dan banyak lagi petunjuk lainnya dalam ibadah ini yang mengajak kepada tauhid yang murni.
Perjalanan ibadah haji yang cukup mengandung resiko, kemudian keberadaannya di tanah suci yang Allah muliakan, tidak jarang mengundang sebagian jamaah haji meyakini atau melakukan sesuatu yang dapat masuk pada katagori syirik, kecil maupun besar.

Sebagian jamaah haji ada yang membawa tanah dari kampung halamannya dengan keyakinan agar dirinya dapat kembali dengan selamat. Sebagian lagi ada yang membawa tanah dari tanah haram untuk mendapatkan berkah, atau untuk jimat. Sebagian lagi mengusap-usap bangunan tertentu yang diyakini memiliki berkah atau membeli kain kiswah (penutup Ka'bah) dengan keyakinan akan mendatangkan keberuntungan. Bahkan ada yang memohon kepada makhluk. Atau contoh-contoh lainnya yang termasuk katagori syirik. Camkanlah dalam diri. Syirik membuat ibadah kita menjadi tidak bernilai apa-apa di sisi Allah (QS. Al-An'am: 88).

2. Riya, sum'ah dan sombong.

Apresiasi yang tinggi dari masyarakat terhadap orang yang telah menjalankan ibadah haji, tidak jarang membuat sebagian orang menjadikan ibadah haji sebagai lambang prestise dan kebanggaan. Permasalahan ini biasanya sangat halus. Karena itu sangat membutuhkan kebersihan hati dan mawas diri untuk menghindarinya.

Begitu pula dalam pelaksanaan ibadah haji. Kelebihan fisik, materi atau bahkan fasilitas yang dia dapatkan dalam ibadah berbanding dengan kekurangan yang terdapat pada pihak lain, jika tidak diiringi penataan hati yang benar, dapat menggiringnya pada sikap sombong yang meremehkan orang lain, baik itu terungkap ataupun tidak. Justeru yang harus ditampilkan adalah rendah hati, bersahaja dan sederhana serta mengasihi kepada sesama.

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah saw melaksanakan ibadah haji di atas kendaraannya yang ringkih dan dengan kain seharga empat dirham atau kurang. Lalu beliau bersabda,

اللَّهُمَّ حَجَّةٌ لاَ رِيَاءَ فِيهَا وَلاَ سُمْعَةَ

"Ya Allah, jadikanlah haji (yang mabrur), tidak ada riya dan sum'ah di dalamnya." (HR. Ibnu Majah).
Siapa tahu, mereka yang kumal dan dekil itulah yang hajinya paling diterima Allah Ta'ala. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw mengabarkan bahwa Allah membanggakan hamba-hamba-Nya pada hari Arafah kepada para penghuni langit dengan berfirman,

" انْظُرُوا إِلَى عِبَادِى جَاءُونِى شُعْثًا غُبْرًا "

"Lihatlah hamba-hamba-Ku, mereka datang kepada-Ku dalam keadaan kumal dan dekil." (HR. Hakim, Ahmad, Thabrani, dll)

3. Tidak cukup bekal ilmu

Besarnya motivasi kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah haji layak disyukuri. Namun, seringkali dorongan yang besar tersebut tidak berbanding lurus dengan dorongan untuk membekali diri dengan ilmu yang cukup dalam pelaksanaan manasik haji. Tidak jarang didapati ada jamaah haji yang tidak mengetahui perkara-perkara mendasar dalam ibadah haji. Ada misalnya jamaah haji yang sudah ihram dan memakai pakaian ihram, ketika ditanya haji apa yang akan dia lakukan, dia tidak mengetahuinya.

Ibadah haji adalah ibadah yang jarang dilakukan, kemudian ibadah ini juga sangat terkait dengan situasi yang berkembang dan berubah-ubah. Bisa jadi teori yang kita pelajari menjadi berubah karena kondisi yang dialami berubah. Seperti misalnya Aisyah ra yang sudah niat haji, lalu mengalami haid maka Rasulullah saw perintahkan untuk mengubah niatnya agar tidak terhalang pelaksanaan hajinya. Jadi membutuhkan ilmu yang cukup. Minimal, hendaknya dia berada di bawah bimbingan yang intensif selama perjalanan haji. Yang lebih parah lagi adalah jika sang pembimbingpun ternyata tidak banyak memahami seluk beluk manasik haji.

Maka sangat dianjurkan membawa buku petunjuk ibadah haji selama melaksanakan manasik haji, memahami satu demi satu pelaksanaan haji, ikuti dengan seksama setiap penjelasan tentang pelaksanaan haji, dan banyak-banyaklah bertanya kepada orang yang paham tentang berbagai masalah yang dia hadapi.

Saat melaksanakan ibadah haji, Rasulullah saw menjadi tempat bertanya, beliau melakukan bimbingan, memberi penjelasan dan meluruskan perbuatan-perbuatan yang salah.

4. 'Pandangan Liar'

Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim dikisahkan bahwa saat menunaikan haji, Al-Fadhl bin Abbas (sepupu Rasulullah saw) yang masih berusia muda berboncengan dengan Rasulullah saw. Tak lama kemudian datang seorang wanita muda dari suku Khats'am kepada Rasulullah saw, hendak meminta fatwa dari beliau. Lalu Al-Fadhl dan wanita tersebut saling berpandangan. Maka Rasulullah saw memalingkan muka Al-Fadhl ke arah lain. (Muttafaq alaih)

Jika hal ini terjadi pada masa Rasulullah saw, apalagi pada masa sekarang! Hati-hati dengan pandangan-pandangan yang tidak terkontrol terhadap lawan jenis, baik dalam satu rombongan atau dengan rombongan lain Apalagi orang-orang dari berbagai bangsa dengan rupa yang menawan boleh jadi akan sering berseliweran di depan kita. Kalau memang mau tidak mau terlihat oleh kita, jangan ikuti dengan pandangan berikutnya. Kini barangkali tidak ada orang yang mengalihkan muka kita sebagaimana yang Rasulullah saw lakukan terhadap Al-Fadhl. Karena itu, kita harus mengatasi sendiri masalah tersebut dengan sebuah kesadaran dan kekuatan hati. Kalau tidak, maka dia dapat menjadi celah masuknya setan merusak nilai ibadah kita. Tidak sedikit hubungan cinta tidak halal berawal dari pandangan yang tidak terjaga saat beribadah haji. Khususnya jika jamaah hajinya masih bujangan atau gadis.

Khusus kepada jamaah haji wanita, bantulah kaum pria untuk tidak tergoda dan terkena fitnah dengan tidak menampilkan dandanan yang menggoda dan menarik, atau dengan tidak berprilaku dan bertindak yang dapat mengundang perhatian khusus. Bersikaplah yang wajar, berkata yang sopan dan tidak dilebih-lebihkan. Hindari bercanda dengan lawan jenis yang bukan mahram, apalagi jika dengan warga asing.

5. Alat-alat komunikasi dan dokumentasi

"Jangan lewatkan kesempatan yang satu ini."

Ungkapan yang bernada iklan ini sangat pas untuk moment khusus dalam ibadah haji. Apakah saat thawaf, sai, wukuf, mabit di Muzdalifah, melontar jamarat, mabit di Mina, dll. Jika ungkapan tersebut dimaknai positif dengan fokus dan khusyu beribadah serta bedoa kepada Allah, maka hal itu tentu sangat tepat. Namun pada masa kini muncul fenomena baru untuk selalu mengabadikan moment-moment yang sangat berharga tersebut. Maka 'jepret sana jepret sini'tanpa menghiraukan tempat dan suasana ibadah yang sangat khusus, kini sudah menjadi pemandangan yang sering kita dapatkan. Saat desak-desakkan thawaf, kadang kita dapatkan orang yang sempat-sempatnya 'berpose', begitu pula saat sai. Saat waktu wukuf dimulai, masih ada sebagian jamaah haji yang asyik bergaya untuk dipoto di bawah pohon, di dalam tenda atau di tengah keramaian, atau dia pergi ke Jabal rahmah untuk mendapatkan satu dua pose yang menarik. Kadang ketika kita sedang khusyu berdoa, di sebelah ada yang sedang cekikikanberbicara dengan orang di seberang sana.

Hendaknya dibatasi penggunaan alat-alat tersebut selama pelaksaan ibadah haji. Maksimalkan untuk hal-hal yang bermanfaat, apakah bertanya, mengetahui lokasi, mencari informasi dll. Usahakan pada moment tertentu, seperti sedang thawaf, wukuf, dll tidak menggunakan alat-alat tsb kecuali jika ada kebutuhan mendesak.

6. Kata-kata Kasar, mengeluh dan berbantah-bantahan

Pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kesabaran ekstra. Kita akan sering berhadapan dengan kondisi dan situasi di bawah ambang normal. Kemacetan total, jalan kaki berdesak-desakkan, tidak menemukan lokasi yang dicari, antri WC sekian lama, sikap kasar orang lain, panas terik tanpa pelindung kepala, dll.

Benarlah pesan Allah Ta'ala bagi orang yang beribadah haji, "Siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan." (QS. Al-Baqarah: 197) Sekaligus ini juga merupakan syarat haji mabrur sebagaimana dinyatakan Rasulullah saw dalam hadits muttafaq alaih.

Seorang ustaz mengistilahkan, pergi haji tidak cukup membawa satu dua kesabaran, tapi harus membawa 'sekeranjang' kesabaran. Kalau tidak, maka yang sering keluar adalah keluhan, kata-kata yang tidak baik bahkan berbantah-bantahan. Jika semua itu diganti dengan zikir, berdoa mohon kemudahan kepada Allah plus sesungging senyuman, sungguh akan sangat bermakna.

7. Berlebih-lebihan Belanja

Salah satu perhatian jamaah haji di luar ibadah yang cukup sering menyita perhatian adalah menyiapkan oleh-oleh untuk dirinya sendiri, keluarga dan kenalan di tanah air. Ini adalah niat yang baik dan patut mendapatkan perhatian. Tapi menjadikan pelaksanaan ibadah haji didominasi dengan agenda belanja, menghamburkan uang untuk membeli segala sesuatu yang diingininya begitu saja dan kemudian dirinya lebih disibukkan oleh barang bawaannya ketimbang maksimal beribadah, hal ini patut diwaspadai.

Usahakan agenda belanja dilakukan jauh sebelum pelaksanaan haji, atau sesudahnya. Kemudian pertegas barang-barang yang hendak dibeli sesuai kebutuhan dan rencana. Agar diketahui, sebagian barang yang dibeli jamaah haji, tidak lebih bagus dan lebih murah dari barang yang ada di tanah air. Hanya kegemaran berbelanja itulah yang sering mengenyampingkan perkara tersebut.

Semoga kita terhindar dari virus-virus ini dalam pelaksanaan ibadah haji sehingga mendapatkan haji yang mabrur, Amin.


Riyadh, Syawwal 1432H.


Abdullah Haidir

===== Haji, Umrah
SelengkapnyaYang Dilarang Dalam Ibadah Haji

Orang Tua Belum Berhaji? Badal Haji Solusinya

Diposting oleh Fera on Senin, 03 Oktober 2011

Badal Haji adalah sebuah istilah yang dikenal dalam fiqih Islam. Istilah yang lebih sering digunakan dalam kitab-kitab fiqih adalah al-hajju 'anil ghair, yaitu berhaji untuk orang lain.

Dan pada kenyataannya memang seseorang benar-benar melakukan ibadah haji, namun dia meniatkan agar pahalanya diberikan kepada orang lain, baik yang masih hidup namun tidak mampu pergi maupun yang sudah wafat.

Tentunya tindakan ini bukan hal yang mengada-ada, tetapi berdasarkan praktek yang dikerjakan oleh para shahabat nabi dan direkomendasikan langsung oleh beliau SAW.

Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan bertanya:†Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya harus melakukah haji untuknya?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya? Bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar." (HR Bukhari).

Hadits yang sahih ini menjelaskan bahwa seseorang boleh melakukan ibadah haji, namun bukan untuk dirinya melainkan untuk orang lain. Dalam hal ini untuk ibunya yang sudah meninggal dunia dan belum sempat melakukan ibadah haji.

Di dalam hadits yang lain, disebutkan ada seseorang yang berhaji untuk ayahnya. Kali ini ayahnya masih hidup, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan ibadah haji. Maka orang itu mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta fatwa.


Seorang wanita dari Khats`am bertanya, Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-nya untuk pergi haji, namun ayahku seorang tua yang lemah yang tidak mampu tegak di atas kendaraannya, bolehkah aku pergi haji untuknya?Rasulullah SAW menjawab,  (HR Jamaah)


Pendapat Para Ulama

Dengan adanya dalil-dalil di atas, maka kebolehan melakukan haji untuk orang lain ini didukung oleh jumhur ulama. Di antaranya adalah Ibnul Mubarak, Al-Imam Asy-Syafi`i, Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Imam Ahmad bin Hanbalrahimahumullah.

Syarat Harus Sudah Haji

Al-hajju anil ghair mensyaratkan bahwa orang yang melakukan badal haji itu harus sudah menunaikan ibadah haji terlebih dahulu, karena itu merupakan kewaiban tiap muslim yang mampu. Setelah kewajibannya sudah tunai dilaksanakan, bolehlah dia melakukan haji sunnah atau pergi haji yang diniatkan untuk orang lain.


Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW mendengar seseorang bertalbiyah, "Labbaikallhumma 'an Syubrumah." Rasulullah SAW bertanya, "Siapakah Syubrumah?" Dia menjawab, "Saudara saya." "Apakah kam sendiri sudah melaksanakan ibadah haji?" "Belum." Rasulullah SAW bersabda, "Jadikan haji ini adalah haji untukmu terebih dahulu. Baru nanti (haji tahun depan) kamu boleh berhaji untuk Syubrumah." (HR )

Dalam hal ini tidak disyaratkan harus orang tua sendiri atau bukan, juga tidak disyaratkan harus sama jenis kelaminnya. Juga tidak disyaratkan harus sudah meninggal.

Tentunya baik dan buruknya kualitas ibadah itu akan berpengaruh kepada nilai dan pahala disisi Allah SWT. Dan bila diniatkan haji itu untuk orang lain, tentu saja apa yang diterima oleh orang lain itu sesuai dengan amal yang dilakukannya.

Adapun amalan selama mengerjakan badal haji tapi di luar ritual ibadah haji, apakah otomatis disampaikan kepada yang diniatkan atau tidak, tentu kembali masalahnya kepada niat awalnya. Bila niatnya semata-mata membadalkan ibadah haji, maka yang sampai pahalanya semata-mata pahala ibadah haji saja. Sedangkan amalan lainnya di luar ibadah haji, maka tentu tidak sampai sebagaimana niatnya.

Sebaliknya, bila yang bersangkutan sejak awal berniat untuk melimpahkan pahala ibadah lainnya seperti baca Al-Quran, zikir, umrah dan lainnya kepada yang diniatkannya, ada pendapat yang mengatakan bisa tersampaikan.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc

Orang yang mati dan belum berhaji tidak lepas dari dua keadaan:

Pertama:

Saat hidup mampu berhaji dengan badan dan hartanya, maka orang yang seperti ini wajib bagi ahli warisnya untuk menghajikannya dengan harta si mayit. Orang seperti ini adalah orang yang belum menunaikan kewajiban di mana ia mampu menunaikan haji walaupun ia tidak mewasiatkan untuk menghajikannya. Jika si mayit malah memberi wasiat agar ia dapat dihajikan, kondisi ini lebih diperintahkan lagi. Dalil dari kondisi pertama ini adalah firman Allah Ta’ala,

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ

“Mengerjakan haji ke Baitullah adalah kewajiban manusia terhadap Allah, [yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah]” (QS. Ali Imran: 97)

Juga disebutkan dalam hadits shahih, ada seorang laki-laki yang menceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh ada kewajiban yang mesti hamba tunaikan pada Allah. Aku mendapati ayahku sudah berada dalam usia senja, tidak dapat melakukan haji dan tidak dapat pula melakukan perjalanan. Apakah mesti aku menghajikannya?” “Hajikanlah dan umrohkanlah dia”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad dan An Nasai). Kondisi orang tua dalam hadits ini telah berumur senja dan sulit melakukan safar dan amalan haji lainnya, maka tentu saja orang yang kuat dan mampu namun sudah keburu meninggal dunia lebih pantas untuk dihajikan.

Di hadits lainnya yang shahih, ada seorang wanita berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku bernadzar untuk berhaji. Namun beliau tidak berhaji sampai beliau meninggal dunia. Apakah aku mesti menghajikannya?” “Berhajilah untuk ibumu”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Ahmad dan Muslim)

Kedua:

Jika si mayit dalam keadaan miskin sehingga tidak mampu berhaji atau dalam keadaan tua renta sehingga semasa hidup juga tidak sempat berhaji. Untuk kasus semacam ini tetap disyari’atkan bagi keluarganya seperti anak laki-laki atau anak perempuannya untuk menghajikan orang tuanya. Alasannya sebagaimana hadits yang disebutkan sebelumnya.

Begitu pula dari hadits Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seseorang berkata, “Labbaik ‘an Syubrumah (Aku memenuhi panggilanmu atas nama Syubrumah), maka beliau bersabda, “Siapa itu Syubrumah?” Lelaki itu menjawab, “Dia saudaraku –atau kerabatku-”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bertanya, “Apakah engkau sudah menunaikan haji untuk dirimu sendiri?” Ia menjawab, ”Belum.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan, “Berhajilah untuk dirimu sendiri, lalu hajikanlah untuk Syubrumah.” (HR. Abu Daud). Hadits ini diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma secara mauquf (hanya sampai pada sahabat Ibnu ‘Abbas). Jika dilihat dari dua riwayat di atas, menunjukkan dibolehkannya menghajikan orang lain baik dalam haji wajib maupun haji sunnah.

Adapun firman Allah Ta’ala,

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS. An Najm: 39). Ayat ini bukanlah bermakna seseorang tidak mendapatkan manfaat dari amalan atau usaha orang lain. Ulama tafsir dan pakar Qur’an menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah amalan orang lain bukanlah amalan milik kita. Yang jadi milik kita adalah amalan kita sendiri. Adapun jika amalan orang lain diniatkan untuk lainnya sebagai pengganti, maka itu akan bermanfaat. Sebagaimana bermanfaat do’a dan sedekah dari saudara kita (yang diniatkan untuk kita) tatkala kita telah meninggal dunia. Begitu pula jika haji dan puasa sebagai gantian untuk orang lain, maka itu akan bermanfaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mati namun masih memiliki utang puasa, maka hendaklah ahli warisnya membayar utang puasanya.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Aisyah). Hal ini khusus untuk ibadah yang ada dalil yang menunjukkan masih bermanfaatnya amalan dari orang lain seperti do’a dari saudara kita, sedekah, haji dan puasa. Adapun ibadah selain itu, perlu ditinjau ulang karena ada perselisihan ulama di dalamnya seperti kirim pahala shalat dan kirim pahala bacaan qur’an. Untuk amalan ini sebaiknya ditinggalkan karena kita mencukupkan pada dalil dan berhati-hati dalam beribadah. Wallahul muwaffiq.



Para ulama menjelaskan bahwa ada tiga syarat boleh membadalkan haji:


  • Orang yang membadalkan adalah orang yang telah berhaji sebelumnya.
  • Orang yang dibadalkan telah meninggal dunia atau masih hidup namun tidak mampu berhaji karena sakit atau telah berusia senja.
  • Orang yang dibadalkan hajinya mati dalam keadaan Islam. Jika orang yang dibadalkan adalah orang yang tidak pernah menunaikan shalat seumur hidupnya, ia bukanlah muslim sebagaimana lafazh tegas dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias dia sudah kafir. Sehingga tidak sah untuk dibadalkan hajinya.




===== Haji, Umrah

Badal Haji

SelengkapnyaOrang Tua Belum Berhaji? Badal Haji Solusinya

Tips Aman Berangkat Haji

Diposting oleh Fera

Mulai Senin (2/10/2011), seluruh calon haji (calhaj) Indonesia bergerak memenuhi panggilan Allah SWT ke Baitullah, Mekkah Almukarromah, Arab Saudi. Mereka datang menggunakan angkutan pesawat dari sejumlah embarkasi dan mendarat di Bandara King Abdul Azis Jeddah dan Bandara Madinah, Arab Saudi. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal kelompok terbang (kloter) calhaj. Insya Allah dalam batas waktu tertentu, seluruh jemaah dapat diterbang ke Tanah Suci dan kembali ke tanah air dengan selamat.

Tugas negara bernuansa ibadah ini sungguh mulia. Sebab pemberangkatan berkisar 220 ribu jemaah Indonesia, bukanlah hal mudah. Hal ini berbeda dengan memberangkatkan ribuan personel atau ratusan batalyon tentara ke satu medan pertempuran. Bila tentara sudah terlatih bertahun-tahun digambleng di medan latihan, sementara jemaah haji hanya beberapa bulan mengikuti latihan ((manasik) haji, selain itu usia, pendidikan, stastus sosial, ekonomi juga bervariasi. Untuk itu, memberangkatkan jemaah haji sangat berbeda dengan memberangkatkan pasukan ke medan pertempuran.

Singkat kata, sesuai dengan UU Haji, maka kewajiban dan hak jemaah diatur dalam peraturan tersebut. Terkait dengan peraturan dan perundang-undangan ini, pihak jemaah juga hendaknya memahami dengan benar bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukanlah perjalanan biasa atau wisata, namun perjalanan ini adalah perjalanan ibadah. Untuk itu, tanamkan niat pertama ke Tanah Suci adalah ibadah yakni menunaikan rukun Islam kelima, tidak ada niat lain kecuali karena Allah SWT.

Lalu, calhaj yang kini dalam persiapan masuk asrama haji, selanjutnya bertolak ke Tanah Suci, penulis ingin berbagi pengalaman dan saran agar jemaah merasa aman dan nyaman selama menunaikan ibadah haji, terutama mengenai barang bawaan, jangan sampai barang bawaan bikin repot sendiri. Berikut tips atau kiat aman dan nyaman berangkat haji ke Tanah Suci.

1. Sesuai jadwal panitia pusat masa perjalanan ibadah haji ke tanah suci dan kembali ke tanah air selama 41 hari, karena itu, sebelum meninggalkan rumah, terlebih dahulu minta restu dan izin seluruh anggota keluarga, tetangga terdekat. Jaga kesehatan sebab ibadah haji adalah ibadah yang membutuhkan kemampuan dan kesehatan fisik.
2. Pihak penerbangan membagi-bagikan satu koper haji ukuran besar, satu tas tentengan dan satu tas dokumen/jemaah. Koper ini hendaknya diisi baju ihram 2 atau 3 stel bagi wanita/pria, seragam jemaah, pakaian sehari-hari/pakaian salat, pakain dalam, baju hangat, sandal atau sepatu ringan, obat-obatan. Intinya adalah bawalah pakaian seperlunya saja. Karena ini perjalanan ibadah, bukan wisata.
3. Tas Tentengan, diisi pakain ihram 1 stel, handuk, pakaian dalam, perlengkapan mandi, sandal.
4. Tas dokumen, diisi dengan paspor. dokumen kesehatan, buka manasik haji, buku doa.
5. Kenali identitas/ciri khas rekan satu rombongan/kloter.
6. Selama dalam penerbangan, gunakan istirahat, sekali-sekali gerakkan anggota badan untuk olahraga kecil sambil duduk dan tetap mengenakan sabuk pengaman. Jangan membuang air sembarangan di pesawat. Selalu minta bantuan peramugari bila ada sesuatu hal yang penting.
7. Begitu tiba di bandara, pemondokan, pertama sekali perhati-hatikan tanda-tanda yang mudah diingat. Jangan asal masuk atau jalan sendiri alias sok tahu atau sok pintar, maklum kota tersebut mungkin baru pertama kali diinjak. Pahami mengenai rambu lalulintas dan nomor lantai hotel/pemondokan.
8. Bila janjian dengan rekan satu rombongan, tentukan titik kumpul dengan tanda apa. Misalnya pintu masjid, atau latarbelakang gedung apa. Sepakati jam berapa kumpul. Bila sesat jalan, laporkan kepada petugas dan sebutkan alamat pemondokan.
9. Identitas diri jangan ketinggalan dan bawa ke mana-mana, termasuk alamat pemondokan jemaah, seperti kartu nama hatel tempat penginapan.
10. Bila naik taksi sebaiknya kaum pria lebih dulu masuk taksi. Bila tidak penting, cukup jalan kaki untuk kesehatan.
11. Selama di Tanah Suci, perbanyak minum air bersih dan buah-buahan. Meski merasa tidak haus, bahkan kalangan dokter menganjurkan calhaj jangan minum air es karena bisa batuk-batuk atau flu.
12. Calhaj Indonesia pada umumnya membawa uang bekal atau uang saku. Selama di Madinah dan Mekkah jangan banyak membawa uang, tapi bawalah secukupnya bila pergi ke Masjidil Nabawi atau Masjidil Haram Mekkah Almukarromah, dan selebihnya dianjurkan agar disimpan atau dititipkan di pemondokan. Jangan memasak di pemondokan.
13. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Bila ada hal-hal yang mencurigakan, sebaiknya lapor kepada petugas haji indonesia atau petugas keamanan Arab Saudi.
14. Sesuai prosedur tetap (protap) petugas haji Indonesia, termasuk keamanan (TNI/Polri) sudah melekat di rombongan jemaah. Bahkan posko dan pelayanan kesehatan juga disediakan.
15. Seluruh pelayanan haji (akomodasi dan kesehatan) gratis untuk calhaj Indonesia, terutama yang dikelola pemerintah (jemaah reguler dan ONH khusus). Berobat dan periksa kesehatan penginapan, angkutan, makan, semua biaya ditanggung pemerintah Indonesia.
16. Kewajiban jemaaha, antara lain wajib membayar ONH, mematuhi peraturan selama perjalanan ibadah haji, kemudian haknya adalah memperoleh pelayanan prima dari pemerintah, termasuk pendampingan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Arab Saudi.
17. Hal terpenting adalah, seluruh jemaah (calhaj dan petugas/panitia) jangan sombong dan takabbur di tanah suci. Bila khilaf, istighfar dengan sungguh-sungguh.
18. Jangan membawa barang-barang berbahaya, misalnya barang yang mudah meledak, kompor, gunting, pisau, gas, laptop, kamera, senjata tajam. Buku-buku yang tidak ada kaitan dengan ibadah haji, karena hal ini akan merepotkan di saat pemeriksaan keimigrasian di bandara Kerajaan Arab Saudi.
19. Kurangi budaya belanja oleh-oleh berlebihan. Sebagian besar, barang dagangan yang digelar di sana juga terdapat di tanah air.
20. Perbanyak doa dan mohon ampunan Allah SWT.
21. Dan lain-lainnya……===== Haji, Umrah

Sumber: Poskota
SelengkapnyaTips Aman Berangkat Haji

Keajaiban Air Zam Zam

Diposting oleh Fera on Sabtu, 14 Mei 2011


Fakta dan Teror Air Zam Zam
Oleh : Ulya Hikmah SP. Lc.

Setiap tahun bahkan setiap bulan ada saja perjalanan yang dilakukan orang untuk datang ke rumah Allah di Makkah al-Mukarromah baik haji maupun umroh.

Maka tidak akan asing di telinga kita bila mendengar air zam-zam dijadikan air minuman langsung tanpa harus memasaknya terlebih dahulu, air yang siap pakai dan bisa ditemukan di mana saja di setiap sudut Masjidil Haram yang telah disediakan bagi orang-orang yang dahaga.

Lalu bagaimanakah kita sebagai ummat Islam meyakini air zam zam ini bukanlah air seperti air kebanyakan? Air ini memiliki sejarah yang sangat fenomenal bagi kita ummat Islam, melalui perjuangan Ibunda Siti Hajar, berlari-lari di antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali untuk menemukan setetes air demi anaknya Ismail a.s. ketika itu sudah kehabisan bekal yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim a.s. Ketika ia merasa lelah terdengar suara tangis anaknya Ismail sambil menghentak-hentakkan kakinya ke tanah kemudian dengan izin Allah SWT dari situ memancar air, akhirnya ia mengepung air tersebut dengan mengatakan zummi zummi (berkumpullah berkumpullah), yang sekarang ini kita kenal dengan nama zam zam.

Air yang tidak pernah kering meskipun di musim panas dan letaknya di tengah padang pasir, hujan yang hanya turun beberapa kali saja dalam setahun, namun tidak membuat sumur ini surut. Air sumur yang ukurannya tidak lebih dari 4x5 meter sedalam 40-an meter ini tidak berhenti mengeluarkan airnya meskipun diminum berjuta-juta orang di seluruh dunia. Tidak hanya cukup sampai disitu, air zam-zam juga dijadikan hadiah untuk sanak keluarga, jika diperhitungkan sudah berapa juta liter air tersebut diminum, akan tetapi sebanyak apa pun diambil, airnya tidak akan pernah berkurang apalagi sampai mengering, maka Maha Benarlah Allah yang telah menciptakan segala sesuatu.

Sebelumnya sumur ini pernah dihancurkan oleh Jurhum (satu kabilah dari Yaman), karena ketamakan mereka ingin menguasai sumur ini, Allah kemudian menutupnya dan menghilangkan tanda-tandanya hingga Abdul Mutalib kakek Rasulullah saw melihatnya dalam mimpi yang menjelaskan tempat sumur zam zam tersebut sehingga airnya dapat kita nikmati sampai hari ini.

Air zam zam memiliki banyak keunikan, di antaranya telah melalui proses penyaringan secara alami melalui bebatuan dan lapisan pasir, jika dilihat dari gambar satelit sumur ini tersambung dengan laut merah yang bersatu di bawah satu titik di bawah Ka’bah, maka tidak heran jika air ini tidak habis sepanjang zaman.

Kejernihan dan khasiat air ini juga mengandung mineral dan zat yang dibutuhkan tubuh, di antaranya kalsium, fosfat, magnesium dan sulfur. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter dari Yokohama Jepang, ia menemukan bahwa air zam zam ini memiliki struktur yang unik dan memiliki "The true power of water" (kekuatan penyembuhan yang luar biasa). Dokter ini juga melakukan penelitian dengan menjadikan air zam zam mengkristal, lalu ia bedakan dengan air dari sumber lain. Yang terjadi adalah Kristal air zam-zam membentuk konfigurasi terindah, teratur seperti berlian yang berkilauan dan memancarkan warna-warna yang indah.

Sebelumnya Rasulullah saw sudah terlebih dahulu melakukan hal itu, ketika kembali ke Madinah dengan membawa air zam zam untuk dipercikkan kepada orang-orang yang sakit dan meminumkan airnya. Nabi saw menambahkan: "Air zam zam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail". (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Diriwayatkan dalam Sahih Muslim, Nabi bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar Ka’bah tanpa makan-minum, selain Zam zam. "Siapa yang telah memberimu makan?" "Saya tidak punya apa-apa kecuali air Zam zam ini, tapi saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku" Abu Dzarr menjelaskan, "Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tidak menjadi kurus". Tambah Abu Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: "Sesungguhnya, Zam zam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang /mengandung gizi".

Fakta-fakta inilah yang membuat gerah dunia barat, mereka mengatakan bahwa air zam zam adalah air yang tidak sehat dan tidak layak untuk dikonsumsi dan menarik peredarannya di beberapa toko. Mereka mengatakan bahwa air zam zam sudah tercemar dan mengandung berbagai virus. Bahkan mereka meyakini bahwa air zam zam adalah air limbah yang berkumpul dibawah ka’bah, karena posisi sumur zam zam berada di tempat yang paling rendah di kota Makkah.

Hal semacam ini bukan untuk yang pertama kali dilakukan oleh dunia barat untuk menanamkan keragu-raguan pada setiap Muslim bahwa air zam-zam tidak layak untuk diminum. Pada tahun 1971 kerajaan Arab Saudi sudah pernah mengirim sampel air zam zam ke sebuah laboratorium di Eropa untuk menguji kelayakannya sebagai air minum.

Pengambilan sampel ini dilakukan oleh seorang Insinyur kimia yang bernama Muinuddin Ahmad dari Departemen Pertanian dan Irigasi Kerajaan Saudi Arabia. Itu adalah kali pertamanya ia melihat sumur zam zam dengan mata kepalanya secara langsung, ia berhadapan dengan sesuatu hal yang luar biasa, bukanlah perkara yang mudah baginya untuk percaya tentang keberkahan air ini yang ukuran sumbernya sangat kecil akan tetapi mampu memenuhi jutaan gallon air setiap tahun bahkan setiap hari.

Suatu hal yang sangat menakjubkan terjadi adalah saat ia masuk ke dalam sumur zam zam ternyata sumur ini tidak memiliki lobang mata air, lalu dari mana kah datangnya? Hal ini membuatnya menjadi penasaran sehingga ia berinisiatif untuk mengeringkan sumur zam zam dengan cara menyedot dengan pompa yang besar untuk mengetahui dari mana sumber air tersebut datangnya.

Akan tetapi air tersebut tidak pernah susut atau berkurang walau sedikit pun, bahkan ia merasakan bahwa pasir-pasir yang ada didasar sumur zam zam terus bergerak sesuai dengan kekuatan pompa besar yang menyedot air tersebut. Ternyata sebanyak apapun air yang disedot maka sebanyak itu pula lah air yang datang untuk menggantikannya. Sebab itulah air zam zam tidak pernah berkurang sedikit pun dari ukurannya walau disedot sebesar apapun.

Gagalnya usaha dunia barat untuk menanamkan karaguan pada mu’jizat air zam zam setelah beberapa laboratorium di Eropa menyatakan kalau air zam zam itu layak untuk diminum. Bahkan dunia sudah mengakui bahwa air zam zam layak untuk dikonsumsi tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Namun kini Inggris kembali mengumumkan kalau air zam zam tidak layak untuk dikonsumsi dengan alasan yang sama.

Sebagai seorang muslim tentu saja kita tidak akan bisa menerima hal ini dengan mudah melainkan harus diteliti terlebih dahulu apa tujuan Inggris kembali mengumumkan hal ini. Penulis adalah: Alumni Fakultas Dirasat Islamiyah Wal Arabiyah Jurusan Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar Cairo Mesir dan Staff pengajar Yayasan Islam Haji Masri Darul Ilmi Murni Namorambe.
SelengkapnyaKeajaiban Air Zam Zam

Mengurus Visa Umroh Dengan Mudah

Diposting oleh Fera on Sabtu, 16 April 2011

Visa umroh berbeda dengan visa reguler. Karena peruntukannya juga berbeda. Visa umroh berlaku selama 30 hari saja. Ini tidak berarti bahwa Anda dapat tinggal di Arab Saudi selama 30 hari. Di dalam 30 hari Anda akan melakukan umroh, pastikan keberangkatan Anda dari Arab Saudi dalam waktu dua minggu dari tanggal masuk. Visa untuk umroh di bulan Ramadan tidak dapat melebihi hari terakhir bulan Ramadan. Anda harus meninggalkan Arab Saudi pada akhir bulan Ramadan dan tidak dapat merayakan Idul Fitri di sana. 

Persyaratan Visa umroh:

  • Paspor asli (masa berlaku min. 6 bulan) dengan nama min. 3 kata. Contoh: Muhammad Arifin Ilham, Siti Arifah Binti Daud, dsb.
  • Pas photo berwarna 4×6 = 6 lembar (latar belakang putih bagian wajah tampak 80%)
  • Kartu keluarga bagi yang membawa putra putinya (asli)Surat nikah bagi suami/istri (asli)
  • Foto kopi KTPAkte kelahiran anak bagi yang mengikut sertakan putra/putrinya (asli)
  • Untuk Jamaah Wanita yang berusia dibawah 45 tahun wajib untuk didampingi suami /Mahramnya, apabila tidak maka diwajibkan untuk dilengkapi dengan surat Mahram. Sedangkan untuk jamaah wanita yang berusia diatas 45 tahun tidak diwajibkan untuk didampingi suami/mahramnya (Hanya menyertakan KTP ASLI)
  • Dokumen selambat-lambatnya diterima 3 Minggu sebelum keberangkatan

Persyaratan pengurusan visa umroh ini sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kebijakan kedutaan Kerajaan Saudi Arabia di Jakarta. Di lain tempat ada persyaratan yang lebih kompleks lagi. Seperti ini contohnya:

  • bila seseorang memiliki nama non-Muslim, ia harus menyerahkan sertifikat dari masjid atau pusat Islam yang menyatakan bahwa pemohon adalah seorang Muslim.
  • Foto paspor berwarna terbaru.
  • Paspor harus masih berlaku setidaknya selama 6 bulan sejak tanggal penyerahan formulir aplikasi.
  • Tiket penerbangan yang telah dikonfirmasi dan tidak dapat dikembalikan. Berangkat dari Arab Saudi harus dalam waktu dua minggu dari tanggal masuk.
  • Perempuan dan anak-anak harus disertai oleh suami / ayah atau saudara laki-laki (Mahram). Bukti hubungan yang dibutuhkan (sertifikat pernikahan untuk seorang istri, akta kelahiran untuk anak yang menunjukkan nama kedua orang tua). Mahram harus melakukan perjalanan ke dan dari Arab Saudi pada penerbangan yang sama sebagai istri dan anak-anaknya.
  • bila seorang wanita 45 tahun atau lebih tua, dia diperbolehkan pergi tanpa Mahram bila ia bepergian dengan kelompok yang terorganisir atau keluarga dan mengajukan diaktakan Tidak Keberatan Sertifikat dari dia Mahram.
  • bila pemohon bukan warga negara dari negara dia adalah menerapkan dari, izin tinggal yang sah harus diserahkan dengan aplikasi tersebut.
  • Sertifikat vaksinasi terhadap Meningitis meningokokus wajib dilampirkan. Sertifikat vaksinasi seharusnya dikeluarkan tidak lebih dari tiga tahun dan tidak kurang dari 10 hari sebelum masuk ke Arab Saudi dan itu harus berlaku selama tiga tahun. Sertifikat vaksinasi harus dengan pemohon pada masuk ke Arab Saudi.


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dalam waktu dekat pemerintah akan mengupayakan pendekatan government to government kepada Pemerintah Arab Saudi agar pengurusan visa umrah dipermudah. Tanpa melewati broker dan mafia visa umrah sehingga birokorasi tidak terlalu panjang dan memakan biaya tinggi. Demikian disampaikan oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali. ”Kita harapkan seperti itu, visa diurus langsung ke kedutaan arab Saudi,”kata dia.

Kepada sejumlah wartawan di Jakarta, Jumat (15/4), Suryadharma mengemukakan meskipun di Kementerian Agama terdapat Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, tetapi diakui selama ini pemerintah belum terlibat langsung dalam penyelenggaraan umrah. Karenanya, pemerintah sedang melakukan pengkajian kemungkinan terlibat dan concern langsung dalam penyelenggaraan umrah. ”Memang lagi di set up,”kata dia.

Suryadharma menjelaskan keterlibatan ini cukup berasalan dan berdasar. Nomenklatur yang terdapat dalam UU NO 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Haji memungkinkan pemerintah terlibat. Namun demikian, seperti apakah bentuk keterlibatannya pemerintah masih mengkajinya.

Selain itu, lanjut Suryadharma, pihaknya memandang perlu melakukan kontrol dan pengawasan ketat bagi penyelenggaraan umrah. Sebab, ada indikasi umrah dijadikan sebagai media pintu gerbang mencari pekerjaan di Arab Saudi. ”Ini yang juga membuat kita prihatin, usut punya usut pintu masuknya lewat umrah,”papar dia.

Suryadharma mengatakan pihaknya sedang menjajaki gagasan pengelolaan tabung umrah. Sekalipun gagasan itu masih mentah. Namun diharapkan bisa menjadi wacana serius untuk memanfaatkan umrah sebagai wisata religi. Terutama bagi anak-anak guna mengisi libur panjang mereka sekaligus belajar dan membangun karakter bangsa sejak dini. ”Pada waktunya mereka bisa berangkat umrah itu sebagai pembelajaran bagi mereka,”tandas dia.
SelengkapnyaMengurus Visa Umroh Dengan Mudah

Tips Sehat dan Bugar Saat Naik Haji

Diposting oleh Fera on Jumat, 26 November 2010

Badriah, 49 tahun, bahagia bukan kepalang. Sepekan lagi wanita yang bekerja sebagai pengajar di Jakarta ini akan menunaikan rukun Islam yang kelima, yaitu naik haji. Namun ada satu hal yang mengganggu pikirannya.

“Saya ini sering buang air kecil. Saya khawatir nanti bagaimana saya ketika menunaikan ibadah haji?” kata Badriah dalam sesi tanya jawab di forum simposium Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis (14/10).

Dono Antono, dokter kloter yang pernah bertugas pada 2004 ini meminta Badriah untuk tidak terlalu khawatir. Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini menyarankan Badriah untuk berolahraga sebelum berangkat naik haji. “Seperti jalan atau senam yang bisa membantu otot panggul,” kata Dono.

Selain olahraga, ada banyak persiapan yang mesti dilakukan oleh jemaah haji yang akan berangkat ke negeri yang cuacanya jauh berbeda dengan Indonesia. Tri Juli Edi Tarigan membagi persiapan yang perlu dilakukan sebelum berangkat naik haji dalam tiga bagian.

Persiapan pertama adalah persiapan mental dan spiritual, seperti merapikan aqidah, memperbaiki ibadah, dan memperhatikan mempraktikkan matinul kunul (seperti tidak melakukan ghibah, tidak dusta, tidak takabur, dan belajar sabar).

Belajar sabar, kata Tri Juli, sangat penting dipersiapkan sebelum berangkat ke Arab Saudi. “Karena di sana di mana-mana ngantri. Ke toilet, makan, semua ngantri,” kata Tri Juli.

Persiapan kedua adalah persiapan akal seperti mengetahui hukum-hukum haji dan melakukan manasik (simulasi). Dan persiapan ketiga adalah persiapan fisik.

Persiapan fisik yang perllu dilakukan, kata Tri Juli, adalah berjalan kaki selama 30 menit sehari, minimal tiga kali dalam seminggu. Olah raga berjalan kaki ini paling lambat mulai dilakukan sejak sebulan sebelum keberangkatan. “Supaya nanti kaki enggak pegal-pegal. Coba juga untuk sesekali berjalan di bawah panas terik matahari supaya nanti terbiasa,” kata Tri Juli.

Tri Juli juga menyarankan calon jemaah haji untuk menghindari keramaian jika tidak perlu dan tidak usah membawa barang banyak-banyak. “Bawalah tas kecil untuk membawa tempat minum, sandal, dan handuk kecil,” kata Tri Juli.

Saat pemeriksaan kesehatan di Indonesia, Tri Juli mengingatkan calon jemaah haji untuk terbuka pada petugas kesehatan. “jangan ngumpetin penyakit karena akan menyulitkan nantinya. Kala uterus terang, dokter kloter justru bisa mengawasi di sana,” ujar Tri Juli.

Sementara itu Iris Rengganis, dokter dari Divisi Imunologi Klinik di RSCM, mengingatkan calon jemaah haji untuk melakukan vaksinasi paling lambat dua minggu sebelum keberangkatan. Vaksinasi yang wajib dilakukan adalah vaksinasi meningitis yang memiliki imunitas hingga tiga tahun.

Meningitis adalah radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang kebanyakan berasal dari Afrika ini memang jarang ditemukan di Indonesia. “Tapi kan di sana jemaah haji datang dari berbagai bangsa, jadi mesti dicegah,” ujar dokter berkerudung ini.

Vaksinasi yang biasa dilakukan oleh jemaah haji adalah vaksinasi influenza. Tidak seperti Malaysia yang mewajibkan vaksinasi ini, pemerintah Indonesia hanya menganjurkan calon jemaah haji untuk divaksin influenza.

Namun Iris menganjurkan sebaiknya calon jemaah haji melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi ini memang tidak 100 persen mencegah influenza. “Hanya 70-90 persen. Jadi walau sudah divaksin, tetap kena flu, tapi tidak terlalu berat,” kata Iris. Imunitas vaksin ini bertahan hingga satu tahun.

Iris yang juga pernah bertugas sebagai dokter kloter mengingatkan calon jemaah haji untuk selalu memakai masker, baik di cuaca dingin maupun cuaca panas. Iris juga menyarankan calon jemaah haji untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat.

Sejak Oktober, cuaca di Arab Saudi diperkirakan sudah memasuki musim dingin. Suhu di sana bisa mencapai di bawah 0 derajat Celcius. Berikut tips agar kulit tetap sehat saat naik haji:
- Memakai krim pelembab.
(Krim yang bagus adalah krim buatan Arab. Jadi lebih baik belilah krim di Arab Saudi).
- Tidak usah mandi terlalu sering, cukup sekali dalam sehari. Jangan mandi memakai air panas.
- Gunakan sabun dengan pH netral, jangan gunakan sabun antiseptik.

Meskipun suhu dingin, namun pada siang hari, udara di Arab seringkali kering. Udara yang kering ini sangat berisiko menyebabkan hidung mimisan.

Berikut tips menghindari mimisan:
- Pakailah masker yang terbuat dari kain sehingga masker bisa dibasahi dengan air zam zam supaya kelembaban hidung terjaga.
- Banyak minum dan makan buah dan sayuran. (Buah sangat murah di Arab)
- Konsumsi vitamin.
- Jangan mengorek-ngorek hidung.
SelengkapnyaTips Sehat dan Bugar Saat Naik Haji