Tampilkan postingan dengan label hotel makkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hotel makkah. Tampilkan semua postingan

Wisata Tempat Peziarahan Di Tanah Suci

Diposting oleh Fera on Senin, 20 Februari 2012

Di Tanah Suci, baik Makkah Al Mukaromah maupun Madinah Al-Munawarah, juga terdapat tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan tempat pelaksanaan rukun haji, namum biasa dikunjungi oleh para jemaaah haji maupun para peziarah lainnya. Selain berziarah, jamaah haji juga bisa melakukan beberapa ibadah sunnah di tempat-tempat bersejarah ini.

Kota Mekah dan Madinah sering juga disebut sebagai Tanah Haram, sebab kedua kota ini hukumnya haram untuk dikunjungi oleh orang selain kaum Muslim. Jamaah haji juga hanya bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah di sekitar Mekah, Jeddah dan Madinah, sebab pemerintah Arab Saudi hanya memberikan visa berkunjung di ketiga kota itu bagi para jamaah haji. Berikut ini adalah informasi mengenai beberapa tempat peziarahan bersejarah di Tanah Suci:

1. Jabal Nur dan Gua Hira. Jabal Nur terletak kurang lebih 6 kilometer di sebelah utara Masjidil Haram, Mekah. Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5.

2. Jabal Tsur. Jabal Tsur terletak kurang lebih 6 kilometer di sebelah selatan Masjidil Haram, Mekah. Untuk mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama 1,5 jam. Di gunung inilah Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah Al-Munawarah.

3. Jabal Rahmah. Yaitu tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. Peristiwa penting lainnya yang terjadi di tempat ini adalah tempat turunnya wahyu yang terakhir pada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-Maidah ayat 3.

4. Jabal Uhud. Letaknya kurang lebih 5 kilometer dari pusat kota Madinah. Di bukit inilah dahulu pernah terjadi perang dahsyat antara kaum Muslimin melawan kaum Musyrikin Mekah. Dalam pertempuran tersebut gugur 70 orang Syuhada. Di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW. Kecintaan Rasulullah SAW pada para Syuhada Uhud, membuat beliau selalu menziarahi tempat ini hampir setiap tahun semasa hidup beliau. Untuk itu, Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi oleh para jamaah haji maupun para peziarah lainnya.

5. Makam Baqi’. Baqi' adalah tanah kuburan untuk penduduk setempat sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah akan dimakamkan di areal pekuburan ini. Terletak di sebelah timur Masjid Nabawi. Di sana juga dimakamkan Utsman bin Affan seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang termasuk Khulafaur Rasyidin yang ke-3 atau khalifah ketiga yang memerintah dari tahun 644 hingga 656. Selain itu juga dimakamkan di tempat ini para istri Nabi, putra dan putri Nabi, dan para sahabat Nabi lainnya.


6. Masjid Qiblatain. Pada masa permulaan Islam, kaum Muslimin melakukan sholat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa) di Yerusalem, Palestina. Pada tahun ke-2 Hijriah tepatnya pada bulan Rajab, pada saat Nabi Muhammad SAW melakukan salat Zuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat sholat diubah ke arah Ka’bah Masjidil Haram, di Mekah. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua.

 Foto: Antara

7. Hajar Aswad. Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam yang berada di sudut Tenggara Ka’bah, tempat dimana Tawaf dimulai. Batu ini diturunkan Allah SWT dari Surga melalui malaikat Jibril. Hajar Aswad sendiri terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan direkatkan dalam lingkaran perak. Dalam salah satu riwayat Bukhari-Muslim, diterangkan bahwa Sayyidina Umar, sebelum mencium Hajar Aswad mengatakan, “Demi Allah, aku tahu bahwa kau adalah sebuah batu yang tidak dapat berbuat apa-apa. Kalau aku tidak melihat Rasul SAW menciummu, tidak akan aku menciummu.”

Jadi mencium Hajar Aswad bukanlah suatu kewajiban bagi umat Islam, tapi merupakan anjuran dan sunnah hukumnya. Maka kalau keadaan tidak memungkinkan karena penuhnya orang berdesakan, sebaiknya urungkan saja niat untuk mencium atau mengusap batu ini. Apalagi harus membayar orang lain untuk melakukannya.

8. Hijir Ismail. Hijir Ismail terletak berdampingan dengan Ka’bah dan berada di sebelah utara Ka’bah. Antara Hijir Ismail dan Ka’bah hanya dibatasi tembok berbentuk setengah lingkaran setinggi 1,5 meter. Hijir Ismail itu pada mulanya hanya berupa pagar batu sederhana. Kemudian para Khalifah, Sultan, dan Raja-raja yang berkuasa mengganti pagar batu itu dengan batu marmer. Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ismail. Di situlah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya.

Saat Nabi Ismail wafat, tempat itu menjadi makam beliau dan juga Ibunya, Siti Hajar. Rasulullah SAW pernah membawa istri beliau, Siti Aisyah, ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ” Sholatlah kamu di sini (di Hijir Ismail) jika kamu ingin sholat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah.” Sholat di Hijir Ismail hukumnya adalah sunnah, dalam arti tidak wajib dan tidak ada kaitan dengan rangkaian kegiatan Ibadah Haji atau Ibadah Umroh.


===== ONH Plus, Umrah
SelengkapnyaWisata Tempat Peziarahan Di Tanah Suci

Al Safwah Royale Orchid Hotel

Diposting oleh Fera on Selasa, 24 Januari 2012

===== ONH Plus, Umrah
Prima Saidah sebagai penyelenggara Perjalanan Haji, Umrah, dan Muslim Tour yang berpengalaman sadar betul arti dari sebuah penginapan yang representatif. Jamaah sebagai tamu Alloh memerlukan sebuah tempat istirahat yang tidak hanya sekadar untuk menumpang tidur tetapi juga untuk melepas lelah dan menghimpun energi. Sebab, siapa bisa menyangkal tentang beratnya aktifitas fisik selama menjalani ibadah yang satu ini.

Itulah sebabnya, Prima Saidah memilih hotel-hotel bintang 5 dan 4 bagi para peserta ibadah haji, umrah, dan tour muslim. Di Makkah, salah hotel terbaik yang telah menjalin kerjasama dengan Prima Saidah adalah Al Safwah Royale Orchid Hotel. Al Safwah Royale Orchid Hotel adalah salah satu penginapan di Makkah yang menjadi favorit.

Hotel dengan 471 kamar ini menghadap King Abdulaziz Gate di Mekah. Selain itu, Al Safwah menawarkan akomodasi modern di gedung yang kokoh dan megah, terletak di Al Haram Al Makky Yard. Tidak boleh dilupakan juga, Hotel ini menawarkan akses Wi-Fi gratis. Al Safwah Royale Orchid Hotel dilengkapi dengan perabotan kontemporer, kamar-kamar di Al Safwah Royale Orchid Hotel memiliki TV satelit layar datar. Semua kamarnya ber-AC dan mencakup kamar mandi en suite dengan perlengkapan mandi pilihan.

Sebagai tamu hotel, Anda bisa menikmati menu tradisional khas Saudi dan hidangan klasik internasional di restoran hotel. Anda juga dapat memesan makanan dan minuman melalui layanan kamar. Tentu saja ketika Anda menjadi bagian dari rombongan Tour Prima Saidah, Anda perlu berkoordinasi dengan pemandu tour setiap kali hendak menggunakan fasilitas berbayar termasuk pemesanan makanan. Fasilitas lainnya di Royale Orchid Hotel mencakup pusat bisnis di tempat dan staf bagian penerima tamu 24 jam. Tersedia layanan binatu dan parkir pribadi. Bila Anda menginap di hotel Royale Orchid ini tanpa rombongan, nikmati satu anak di bawah umur 9 tahun menginap tanpa dikenai biaya apabila menggunakan tempat tidur yang sudah tersedia.

Nah, informasi ini membuat Anda ingin segera melaksanakan ibadah Umrah atau pun wisata muslim atau haji plus bersama Prima Saidah Tour and travel? Hubungi kami di nomor 021-73888872 021-7372864, 0812-98-570855 (Farida Ningsih).
SelengkapnyaAl Safwah Royale Orchid Hotel