Mengenal Indahnya Islam
Saat ditanya mengenai agama, sejak kecil pasti Anda sudah bisa menjawab dengan baik. Bahkan sejak usia dini, anak-anak bisa menjawab dengan lantang bahwa Islam agamanya. Mengenal indahnya Islam bisa dimulai sejak janin masih berada dalam kandungan. Banyak metode yang bisa dilakukan. Yang paling populer adalah dengan senantiasa memperdengarkan lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an. Calon ayah dan ibu bisa saling berbagi tugas melakukannya.
Membaca Al Qur’an dengan tartil telah diakui mampu menstimulasi perkembangan otak pada janin. Selain itu mampu memberikan ketenangan terhadap ibu yang sedang mengandung. Karena kondisi mental ibu sangat berpengaruh terhadap kondisi janin, maka pada ibu yang tenang, jarang dijumpai permasalahan pada janin yang dikandungnya.
Bayi yang baru lahir akan mengenal indahnya Islam lewat bisikan adzan dan iqomah yang dikumandangkan ke telinganya. Inilah suara pertama yang sarat doa yang mereka dengarkan. Biasanya mampu menenangkan jerit tangis bayi-bayi mungil tersebut.
Betapa bahagia orang tua yang telah dipercaya mendapatkan keturunan. Tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak sesuai syariat Islam sudah menunggu.
Memasuki usia kanak-kanak, semua jenis permainan bisa dijadikan sebagai metode pembelajaran. Lewat lagu anak-anak dapat mengenal indahnya Islam dengan cepat. Salah satu lagu yang menjadi lagu kebangsaan di paud adalah:
Siapakah tuhanmu? Apa agamamu?
Siapakah nabimu? Apa kitabmu?
Tuhanku Adalah Allah, Agamaku Islam
Nabiku nabi Muhammad, Kitabku Al Qur’an
Sebuah lagu sederhana, namun perhatikanlah betapa dalam kandungan religi yang disampaikan. Jika setiap anak mendapatkan penjelasan yang baik mengenai makna yang terkandung dalam lagu ini, maka kecintaan terhadap agama Islam akan tertanam.
Banyak hal yang bisa disampaikan lewat nyanyian. Menghafalkan doa-doa sebelum makan, sebelum tidur, doa bangun tidur dan juga doa sehari-hari lainnya. Dengan bantuan irama dan keriangan dalam menyanyikannya, membuat anak-anak lebih mudah mencerna dan mengingat lafalnya.
Metode lain adalah dengan memberikan contoh dan mengajak anak turut serta melakukan kegiatan ibadah. Pembiasaan sholat, puasa, dan bersedekah lambat laun akan menempel pada sikap hidup anak. Untuk rukun Islam yang kelima bisa dikenalkan dengan mengajak anak mengikuti manasik haji.
Kelak, banyak hal mengenai ibadah dan syariat agama menjadi lebih mudah dipahami. Tentunya berkat pondasi pengetahuan agama yang kuat.
Untuk Anda yang mempunyai kemampuan finansial dapat mengajak anak ikut serta dalam program umroh. Pengalaman mengunjungi rumah Allah dan melaksanakan ibadah di Masjidil Haram akan menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap Islam.
Dengan biaya mulai pada kisaran $1.815, Anda dapat mengikut paket umroh hemat 2014. Beberapa fasilitas yang akan Anda dapatkan adalah:
• Penerbangan pulang pergi Jakarta – Jeddah dengan Etihad airways
• Penginapan di hotel bintang 3 / 4 di Mekah dan Madinah
• Manasik umroh sebelum jadwal keberangkatan
• Tour Leader yang memandu perjalanan umroh
• Pendamping ibadah/Muthawwif yang berpengalaman
• kesempatan untuk melakukan city tour
• konsumsi sebanyak 3x sehari
• asuransi perjalanan
• oleh-oleh khas umroh berupa air zam-zam sebanyak 10 liter.
Beberapa pilihan paket umroh murah yang disediakan dapat disesuaikan dengan kondisi Anda. Tersedia paket Quad (satu kamar empat orang), Triple (satu kamar tiga orang), atau Double (satu kamar dua orang). Tujuannya adalah untuk menyesuaikan dengan keinginan para calon jamaah umroh.
Menginginkan konsultasi dan informasi lebih lengkap lagi? Jangan ragu untuk menghubungi Jazira Wisata di alamat berikut ini.
Jazira Wisata
Gedung Twink Lt. 3
Jalan Kapten Tendean No. 82 mampang Prapatan
Jakarta Selatan DKI Jakarta 12790
No. Telp: 021- 7918 2403, 021- 7918 2408
Mobile: 0828 1706 7966
Email: info@jazirawisata.com
Website: http://www.jazirawisata.com
Jam Layanan Konsultasi dan Pendaftaran:
• Senin – Jumat: pukul 09.00 s.d 17.00 WIB
• Sabtu: pukul 09.00 s.d 14.00 WIB
• Minggu & Hari Libur Nasional: Tutup
(Kecuali dengan perjanjian)
0 komentar... Baca dulu, baru komentar
Posting Komentar