Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Propinsi Jawa Tengah, Drs H Imam Karomain As’ari MSi, banyaknya jemaah haji Indnesia yang berusia lanjut, lebih dikarenakan kekurang mampuan mereka memanajemen waktu. Akibat waktu tidak dikelola dengan baik, sehingga waktu yang telah dijalankan tidak terasa. Untuk itu, ia meminta kepada para karyawan di jajarannya agar benar-benar bisa mengelola waktu.
“Padahal banyak orang yang masih muda, secara materi dan kesehatan mampu untuk menunaikan ibadah haji, namun belum juga mau. Bila ditanyakan alasannya, mereka menjawab takut mati. Seolah-olah, menunaikan ibadah haji, mengantar mati di Arab Saudi. Padahal kenyataannya, dari 50% jemaah haji risiko tinggi, bisa pulang dengan selamat. Kendati ada yang meninggal, persentasenya sangat kecil,” katanya.
0 komentar... Baca dulu, baru komentar
Posting Komentar